Tulus, 1 Dekade Membuai Hati dan Telinga Sampai ke Jepang

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 16/09/2021 18:57 WIB
Selama satu dekade, vokal bariton Tulus hadir membuai penggemar musik dengan lirik-lirik indah yang dibalut melodi manis. Dan Tulus belum akan berhenti. Selama satu dekade, vokal bariton Tulus hadir membuai penggemar musik dengan lirik-lirik indah yang dibalut melodi manis. Dan Tulus belum akan berhenti. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memilih genre pop berpadu jazz, Muhammad Tulus Rusydi tak pernah memiliki latar belakang formal dalam dunia musik. Tulus, demikian dia dikenal, dulunya adalah mahasiswa jurusan arsitektur.

Namun Tulus telah memiliki minat pada musik sejak kecil. Menjalani karier sebagai penyanyi selama 10 tahun, dia memulainya dari sejumlah komunitas jazz di Bandung. Dari sana, perlahan nama Tulus bergaung lebih luas.

Melalui album penuh perdana bertajuk TULUS, pria yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat itu berhasil membuat banyak kepala menoleh pada September 2011. Sebagai perayaan perilisan album, dia menggelar konser yang diberi nama TULUS: An Introduction di Bandung. Saat itu, seribu keping album langsung ludes terjual.


Pada 2013, Tulus membawa pulang penghargaan Rookie of the Year dari majalah Rolling Stone Indonesia. Tulus pun semakin sering tampil di berbagai acara, mulai pentas seni sekolah hingga festival jazz nasional.

Kemudian pada Februari 2014, dia melepas album kedua berjudul Gajah, yang populer dengan Baru, Sepatu, serta Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Pemilihan nama Gajah sendiri dilakukan karena binatang tersebut menjadi panggilan Tulus saat dirinya masih kecil.

Tak hanya di Indonesia, tak butuh lama Tulus pun dikenal di Jepang. Hingga, lagu Sepatu diubah dalam bahasa Jepang, menjadi Kutsu. Lagu itu telah diedarkan secara resmi melalui iTunes Jepang.

Pada Agustus 2016, Tulus merilis album ketiga, Monokrom, yang disusul album live Langsung dari Konser Monokrom Jakarta (2019). Dalam album ini, Tulus menyajikan sejumlah kolaborasi, menggandeng Andien, Vidi Aldiano, Petra Sihombing, hingga Yovie Widianto dan Glenn Fredly.

Lewat abum Monokrom itu, Tulus pun melenggang pulang dengan lima penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2017.

Selang dua tahun sejak album live, pada pertengahan Agustus lalu Tulus memberi kejutan dengan menelurkan single Ingkar. Pada lagu itu, Tulus bertutur tentang seseorang yang sudah tak mencintai pasangannya, dan terpaksa berbohong untuk menutupinya.

Selama satu dekade, vokal bariton Tulus hadir membuai penggemar musik dengan lirik-lirik indah, dibalut melodi manis. Tulus belum akan berhenti. Dia merayakan satu dekade bermusik melalui pertunjukan virtual Terlalu Rindu, pada 14, 21, dan 28 September 2021. Tiket bisa didapatkan lewat tautan detik.com/tulusterlalurindu.

(rea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK