5 Lagu Cinta Tulus yang Suarakan Isi Hati

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 14:34 WIB
Tulus tak selalu bicara soal cinta, tetapi ketika melakukannya, dia memadukan lirik indah dengan visual yang membuat penonton tersenyum, gemas, sampai sedih. Tulus tak selalu bicara soal cinta, tetapi ketika melakukannya, dia memadukan lirik indah dengan visual yang membuat penonton tersenyum, gemas, sampai sedih. (Foto: ANTARA FOTO/Irfan Anshori)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tak butuh lama bagi Tulus untuk mencuri perhatian pencinta musik dalam negeri. Vokal bariton yang menonjol di antara komposisi pop dan jazz ringan menempatkannya sebagai salah seorang solois favorit saat ini.

Sejak 2011, Tulus telah meluncurkan tiga album studio dan satu album live. Berbagai penghargaan dia sabet melalui lirik-lirik lagu yang turut diteriakkan penggemar saat konser. Tulus tak selalu bicara soal cinta, tetapi ketika melakukannya, dia memadukan lirik indah dengan visual yang akan membuat penonton tersenyum, gemas, sampai sedih, seperti rekomendasi berikut ini.

Sewindu


Lagu ini menjadi salah satu awal gaung nama Tulus. Tersemat pada album penamaan diri sendiri yang rilis tahun 2011, Sewindu bertutur tentang keputusan move on seseorang yang mencintai dalam diam dan hanya bisa memandangi impiannya.

[Gambas:Youtube]

Teman Hidup

Seperti judulnya, lirik dalam Teman Hidup memang simpel dan manis, tepat untuk disampaikan kepada yang tersayang. Isi lagu ini diterjemahkan dengan tepat melalui visualisasi yang menceritakan cinta dan kesetiaan pasangan yang berbahagia dalam kesederhanaan.

[Gambas:Youtube]

Sepatu

Masuk ke album kedua bertajuk Gajah, ada lagu Sepatu, sebuah analogi yang mengesankan tentang cinta pada waktu dan situasi yang tak tepat. Serupa seperti analogi itu, Tulus menyajikan visual yang cukup unik untuk Sepatu.

[Gambas:Youtube]

Jangan Cintai Aku Apa Adanya

Tulus kembali menyajikan visual berkelas dalam Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Di sini, dia bercerita tentang hubungan yang lebih dewasa dan realistis, disampaikan dengan cara yang menghangatkan hati.

[Gambas:Youtube]

Pamit

Dari album ketiga, Monokrom, ada Pamit yang membuat meringis perih. Seperti visualnya, lagu ini terdengar lebih megah dengan dentingan piano dan kehadiran strings section (sekelompok pemain alat musik gesek pada orkestra). Cenderung muram, kesedihan Pamit disampaikan Tulus dengan visual 'dingin'.

[Gambas:Youtube]

Kalau kamu rindu melihat aksi Tulus dan menyanyikan lagu-lagunya sepenuh hati, maka pertunjukan virtual bertajuk Terlalu Rindu ini pantang dilewatkan. Terlalu Rindu sekaligus menjadi penanda 10 tahun karier musik Tulus.

Tidak hanya satu kali, ada tiga aksi yang akan mengobati rindumu. Ketiga pertunjukan digelar dengan konsep berbeda satu sama lain. Di pertunjukan pertamanya pada 14 September, Tulus membawakan lagu-lagu pada album debut.

Pada pertunjukan kedua, giliran lagu-lagu album Gajah yang diperdengarkan secara langsung pada 21 September. Untuk pertunjukan ketiga pada 28 September mendatang, Tulus mempersiapkan lagu-lagu dari album Monokrom. 

Tiket dan info lebih lanjut bisa didapatkan di sini.

(rea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK