Baim Wong vs Kakek Suhud: Antara 'Settingan' dan Kesenjangan
CNN Indonesia
Rabu, 13 Okt 2021 19:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Nama Baim Wong jadi perbincangan usai video viral marahi kakek Suhud dikritisi netizen (Foto: Ismail/detikFoto)
Potret kesenjangan ekonomi
Namun di satu sisi, Heddy juga tidak menutup kemungkinan bahwa aksi tersebut adalah nyata. Mengingat tidak ada bukti bahwa kejadian tersebut adalah rekaan belaka.
Jika demikian, Heddy berpendapat bahwa aksi Kakek Suhud terjadi karena ada kesenjangan ekonomi yang begitu lebar antara si kaya dengan si miskin.
"Jadi alasannya ya adanya kesenjangan kemiskinan yang mendorong perilaku itu, Baim Wong itu kan orang kaya, lalu datang orang miskin, [kejadian] itu sudah biasa, orang kaya yang dimintai sumbangan itu banyak sekali," ujar Heddy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia lalu mencontohkan aksi beberapa tokoh selebriti Indonesia yang pamer harta kekayaan mereka lewat media sosial. Tak hanya sekedar pamer, beberapa bahkan tidak sungkan untuk membagikan uangnya kepada warga miskin.
Heddy menilai perilaku tersebut yang akhirnya mendorong orang-orang dari ekonomi bawah datang ke beberapa selebriti untuk meminta bantuan.
"Jadi itu karena ada kesenjangan kemiskinan, kesenjangan ekonomi, jadi kesenjangan itulah yang melahirkan perilaku orang-orang seperti Kakek Suhud, tapi itu bukan salah dia karena orang kayanya menunjukkan bahwa dirinya pemurah," ujar Heddy.
Terlepas dari dua skenario di balik aksi Baim Wong mengusir Kakek Suhud, Heddy menilai bahwa hal tersebut adalah produk dari media. Ia memandang bahwa tayangan di media sosial sulit diterka terlebih konten dengan muatan reality show.
Sementara itu kisruh Baim Wong dan kakek Suhud kini telah mencapai babak baru, seperti yang baru-baru ini ditunjukkan oleh Baim Wong.
Lewat sebuah unggahan di media sosialnya, Baim Wong meminta maaf kepada kakek Suhud Arif setelah video dirinya memarahi pria tua tersebut berujung viral. Ia menyadari mestinya bisa lebih sopan kala menegur Suhud.
Baim Wong memulai permintaan maaf dengan menjelaskan momen kelahiran anak keduanya yang bernama Eldrago. Kelahiran anaknya menjadi kesempatan bagi dia untuk belajar, bersyukur, dan senang.
"Maaf untuk kesalahan saya. Untuk Kakek Suhud, maaf ya, saya salah. Seharusnya saya bisa lebih sopan, banyak belajar saya. Kalau memang diizinkan, Insyaallah nanti kalau bisa, saya mau ketemu untuk bilang langsung. Sekali lagi maaf, Pak," tulis Baim.
Aktor Baim Wong menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir setelah mengunggah video yang menampilkan dirinya menolak membantu pria tua bernama kakek Suhud.
Kejadian tersebut membuat geger netizen, tak sedikit yang menghujat aksi Baim dan memintanya berperilaku baik pada kakek Suhud.
Pasalnya, selama ini Baim Wong dikenal sebagai sosok yang dermawan dan kerap berbagi kepada orang lain seperti yang kerap yang kerap diperlihatkan di channel YouTubenya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat akun Baim Paula yang kini telah memiliki lebih dari 19 juta pengikut tersebut, Baim Wong kerap mengunggah konten bagi-bagi uang kepada masyarakat dari kelas ekonomi kecil.
Guru Besar Antropologi Budaya Universitas Gadjah Mada Heddy Shri Ahimsa-Putra berpendapat bahwa aksi Baim Wong tersebut memiliki dua kemungkinan.
Kemungkinan hanya 'settingan'
Kemunginan pertama, kejadian tersebut adalah 'settingan' atau drama belaka. Heddy menilai Baim Wong sengaja mengusir Kakek Suhud sebagai bagian dari konten untuk reality show di akun YouTubenya.
"Saya merasa apa yang dilakukan oleh Baim Wong itu adalah sesuatu yang 'disetting', rasanya kok itu sudah disiapkan, jadi orang melihat tayangan itu seperti berjalan natural sekali karena dibuat semulus itu, saya ragu itu asli," ujar Heddy kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (13/10) siang.
Tak hanya itu, Heddy juga melihat bahwa orang-orang yang ada dalam video tersebut juga bagian dari acara yang dibuat untuk konten di channel YouTube Baim Paula.
"Jadi sangat mungkin Kakek Suhud bagian dari realityshow itu sendiri, bagian dari 'settingan', jadi ini cuma tontonan, karena ini adalah tontonan jadi yang dicari reaksi orang-orang, karena kan memang itu yang disukai netizen," lanjutnya.
Dengan demikian, Heddy berpendapat bahwa kejadian tersebut bukan sebuah cerminan realitas.
Kejadian tersebut dibuat mirip seperti tayangan drama Korea yang dibuat untuk menarik penonton dengan tujuan komersial yakni menarik iklan untuk masuk ke channel YouTubenya.
"Tentu saja untuk akting ini butuh uang besar, buat dibagi-bagikan, tapi kalau dibandingkan dengan iklan yang masuk [uang yang dikeluarkan] itu masih kecil sekali, ya seperti menonton drama Korea saja lah, cuma ini judulnya drama Baim Wong," ujar Heddy.
Simak kemungkinan lain di halaman berikutnya..
Situasi Ekonomi dan Pengaruh Konten Dermawan
Kakek Suhud (Foto: Dok. Istimewa via Detikcom)
Potret kesenjangan ekonomi
Namun di satu sisi, Heddy juga tidak menutup kemungkinan bahwa aksi tersebut adalah nyata. Mengingat tidak ada bukti bahwa kejadian tersebut adalah rekaan belaka.
Jika demikian, Heddy berpendapat bahwa aksi Kakek Suhud terjadi karena ada kesenjangan ekonomi yang begitu lebar antara si kaya dengan si miskin.
"Jadi alasannya ya adanya kesenjangan kemiskinan yang mendorong perilaku itu, Baim Wong itu kan orang kaya, lalu datang orang miskin, [kejadian] itu sudah biasa, orang kaya yang dimintai sumbangan itu banyak sekali," ujar Heddy.
Ia lalu mencontohkan aksi beberapa tokoh selebriti Indonesia yang pamer harta kekayaan mereka lewat media sosial. Tak hanya sekedar pamer, beberapa bahkan tidak sungkan untuk membagikan uangnya kepada warga miskin.
Heddy menilai perilaku tersebut yang akhirnya mendorong orang-orang dari ekonomi bawah datang ke beberapa selebriti untuk meminta bantuan.
"Jadi itu karena ada kesenjangan kemiskinan, kesenjangan ekonomi, jadi kesenjangan itulah yang melahirkan perilaku orang-orang seperti Kakek Suhud, tapi itu bukan salah dia karena orang kayanya menunjukkan bahwa dirinya pemurah," ujar Heddy.
Terlepas dari dua skenario di balik aksi Baim Wong mengusir Kakek Suhud, Heddy menilai bahwa hal tersebut adalah produk dari media. Ia memandang bahwa tayangan di media sosial sulit diterka terlebih konten dengan muatan reality show.
Sementara itu kisruh Baim Wong dan kakek Suhud kini telah mencapai babak baru, seperti yang baru-baru ini ditunjukkan oleh Baim Wong.
Lewat sebuah unggahan di media sosialnya, Baim Wong meminta maaf kepada kakek Suhud Arif setelah video dirinya memarahi pria tua tersebut berujung viral. Ia menyadari mestinya bisa lebih sopan kala menegur Suhud.
Baim Wong memulai permintaan maaf dengan menjelaskan momen kelahiran anak keduanya yang bernama Eldrago. Kelahiran anaknya menjadi kesempatan bagi dia untuk belajar, bersyukur, dan senang.
"Maaf untuk kesalahan saya. Untuk Kakek Suhud, maaf ya, saya salah. Seharusnya saya bisa lebih sopan, banyak belajar saya. Kalau memang diizinkan, Insyaallah nanti kalau bisa, saya mau ketemu untuk bilang langsung. Sekali lagi maaf, Pak," tulis Baim.