Kasus Alec Baldwin Picu Petisi Larang Senpi Asli Kala Syuting

Tim | CNN Indonesia
Selasa, 26 Oct 2021 09:15 WIB
Insiden Alec Baldwin tak sengaja tembak kru picu 29.040 orang menandatangani petisi menuntut larangan penggunaan senjata api atau senpi asli di lokasi syuting. Insiden Alec Baldwin tak sengaja tembak kru picu 29.040 orang menandatangani petisi menuntut larangan penggunaan senjata api atau senpi asli di lokasi syuting. Foto: (Getty Images via AFP/RICH POLK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 29.040 orang telah menandatangani petisi untuk menuntut larangan penggunaan senjata api atau senpi sungguhan di lokasi syuting. Petisi itu juga menuntut pola kerja yang lebih baik untuk kru saat syuting.

Petisi itu muncul usai Alec Baldwin tak sengaja menembak sinematografer Halyna Hutchins di lokasi syuting Rust. Alec Baldwin berlatih dengan pistol properti karena telah disebut sebagai cold gun. 

Berdasarkan keterangan di Change.org, petisi bertajuk 'Time to ban the use of real firearms on set and demand better crew working conditions!' itu dimulai sineas Bandar Albuliwi dan menargetkan 35 ribu tanda tangan.


"Pada 21 Oktober 2021, kami kehilangan sinematografer luar biasa berbakat di lokasi syuting Rust, karena pistol sungguhan dengan peluru tajam di dalamnya digunakan. Saya terkejut dan terpaku. Peluru itu juga melukai sutradara Joel Souza," tulis Albuliwi.

Halyna merupakan satu dari beberapa orang yang telah menjadi korban insiden senjata penyangga di lokasi syuting.

Sebelumnya, yang juga anak dari Bruce Lee meninggal dunia setelah ditembak dengan senjata penyangga saat syuting adegan terakhir film The Crow pada 1993.

Kemudian aktor Michael Massee, yang berperan sebagai pengedar narkoba Funboy dalam film tersebut, menembaki Lee selama adegan dengan pistol properti yang ternyata dinyatakan dalam pengaturan tidak benar.

Sebelumnya, pada Kamis (21/10) malam, Kepolisian Santa Fe, New Mexico, mengonfirmasi kepada ET bahwa Alec Baldwin yang membintangi dan menjadi produser Rust tak sengaja menjadi pelaku penembakan yang menewaskan sinematografer Halyna Hutchins.

Pistol properti syuting yang digunakan Baldwin mendadak menembakkan peluru hingga kemudian mengenai Hutchins dan Souza. Sayangnya nyawa Hutchins tidak terselamatkan, sementara Souza mengalami luka sempat mendapat perawatan di rumah sakit. 

Kala itu Baldwin melepaskan tembakan setelah diberi tahu asisten sutradara bahwa pistol properti tersebut adalah cold gun. Cold gun merupakan istilah untuk senjata api yang tidak mengandung peluru tajam atau tidak diisi.

Kasus tersebut membuat produksi Rust dihentikan untuk sementara sampai waktu yang belum ditentukan. Tim produksi menyebut dalam pernyataannya bahwa mereka akan menunggu proses penyelidikan.

"Saat kami menghadapi krisis ini, kami memutuskan untuk menangguhkan set setidaknya sampai penyelidikan selesai," keterangan resmi tim produksi seperti dilansir Variety pada Senin (25/10).

Baldwin kemudian buka suara mengenai insiden penembakan tersebut pada Jumat (22/10) melalui sejumlah kicauan di media sosial. Ia merasa tidak ada kata yang bisa menggambarkan keterkejutan dan kesedihan yang ia alami.

"Saya sepenuhnya bekerja sama dalam investigasi polisi untuk membahas bagaimana tragedi ini terjadi. Hati saya hancur untuk suami, putra mereka dan semua orang yang mengenal dan mencintai Halyna," ujarnya.

Halyna merupakan lulusan AFI Conservatory pada 2015 dengan gelar MFA di bidang sinematografi. Menurut Albuliwi, Halyna yang tengah naik daun sempat dinobatkan sebagai Rising Star Cinematographer ASC pada 2019.

Ia disebut merekam konten-konten yang luar biasa sebelum menjadi sinematografer film Hollywood. Sebelum Rust ia telah menjalani syuting tiga film, namun syuting Rust yang ia jalani beberapa waktu lalu menjadi yang terakhir baginya.

(adp/chri)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER