Hajime Isayama, Kreator Attack on Titan yang Rindukan Istirahat
CNN Indonesia
Minggu, 06 Feb 2022 11:47 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Hajime Isayama hanya punya satu resolusi setelah Attack on Titan tamat. Foto: (Blog Hajime Isayama dan Wit Studio via Imdb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Attack on Titan menjadi salah satu manga terlaris saat ini. Berdasarkan data Oricon jelang akhir 2021, Attack on Titan menempati posisi keempat manga terlaris dengan penjualan lebih dari 7,33 juta kopi pada tahun itu.
Oricon merupakan organisasi di Jepang yang mendata penjualan manga. Lantas, angka tersebut menambah kesuksesan Attack on Titan yang telah menembus penjualan secara global lebih dari 100 juta kopi sejak 2019, seperti diberitakan ComicBook.
Attack on Titan merupakan karya goresan mangaka Hajime Isayama. Bagi Isayama, manga sudah menjadi bagian dari kehidupannya sejak remaja. Ia sudah memulai mengikuti lomba membuat manga sejak SMA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, manga pertama Hajime Isayama yang diakui lewat penghargaan bukanlah seri Attack on Titan, melainkan versi one-shot yang mendapatkan penghargaan dari Magazine Grand Prix (MGP) pada 2006.
One-shot Attack on Titan ia buat ketika berusia 19 tahun dan memiliki 65 halaman bertajuk Humanity vs. Titans. Manga itu fokus pada perlindungan planet. Titan tercipta untuk mengakhiri deforestasi dan polusi.
Namun, one-shot itu tidak menampilkan satu pun karakter utama yang muncul dalam seri manga Attack on Titan yang diketahui saat ini.
Penghargaan lainnya adalah Special Encouragement Award dari Weekly Shonen Magazine Freshman Manga Awards pada 2008. Penghargaan tersebut ia raih lewat manga lain, yakni Heart Break One, kemudian menyusul Orz yang menjadi Selected Work pada tahun selanjutnya.
Hingga kemudian perjalanan menuju kesuksesan bersama seri manga Attack on Titan dimulai pada 2009. Serial Attack on Titan mulai terbit bulanan dalam Bessatsu Shōnen Magazine.
Hanya dalam dua tahun, ia memenangkan Kodansha Manga Award kategori Shōnen.
Attack on Titan mengisahkan sebuah daerah yang dikelilingi tembok dan kemunculan makhluk raksasa yang disebut Titan. Tanpa pengetahuan yang cukup, warga dalam tembok berlindung dan melawan Titan.
Kisah tembok dan Titan itu ternyata terinspirasi dari kehidupan Hajime Isayama di dunia nyata. Seperti dilansir ScreenRant beberapa waktu lalu, tembok-tembok itu terinspirasi dari lanskap pegunungan kampung halaman sang kreator di Oyama, Hita, Jepang.
Isayama kemudian merasakan frustrasi mendalam saat tumbuh dewasa. Ia juga merasakan kekalahan saat mengikuti turnamen sumo anak-anak.
"Saya sadar saya inferior," kata Isayama seperti diberitakan The Asahi Shimbun pada 2013.
Banyak hal yang mendorongnya untuk menjelajahi 'dunia baru tak dikenal' ketika remaja. Ia ingin melihat langit yang lebih luas daripada kampung halamannya.
Ia sempat bekerja di sebuah kafe internet di mana begitu banyak kepribadian dan emosi yang ia temukan dari pelanggannya, seperti mabuk, kebingungan, dan tanpa tujuan.
Di sana, Isayama juga sempat berhadapan dengan pelanggan yang tiba-tiba menarik kerahnya. Rasa takut itu kemudian ia tuangkan dalam karakter raksasa-raksasa Attack on Titan.
"Saya mengagumi kekuatan dan saya memiliki keinginan mendasar mengubah fisik saya," tutur Isayama.
"Saya merasa takut bertemu dengan orang yang tidak bisa saya ajak berkomunikasi," lanjut mangaka kelahiran 29 Agustus 1986 itu.
Lanjut ke sebelah...
Sementara itu, ide raksasa pemakan manusia muncul ketika Isayama menyaksikan satwa liar di pertanian keluarganya. Menurut Isayama, Attack on Titan hanya cerita upaya melepaskan diri dari belenggu seseorang, sama seperti yang ia cita-citakan.
Hal itu sejalan dengan karakter favoritnya dalam Attack on Titan. Pada 2012, Isayama pernah mengungkapkan karakter Jean Kirstein merupakan kesukaannya karena bisa mengatakan apa saja yang ia inginkan tanpa mengkhawatirkan pandangan orang lain.
Beberapa karakter lain yang terasa spesial baginya belakangan ini adalah Reiner Braun yang sangat ingin ia gambar. Lalu ada juga Historia Reiss karena perkembangan karakter melebihi ekspektasinya sendiri.
Hannes dari Pasukan Garnisun juga masuk daftar favoritnya. Ia berguyon merasa terhubung dengan Hannes karena kerap duduk dan menikmati alkohol.
Reiner Braunmenjadi salah satu karakter favorit Hajime Isayama dalamAttack on Titan.: (dok. Wit Studio/Production I.G./Mappa via IMDb)
Kesuksesan dan Asa Beristirahat
Rasa takut dan jalan panjang Isayama menerbitkan Attack on Titan tidak berakhir sia-sia. Sambutan hangat pembaca membuat Attack on Titan terus dikembangkan ke sejumlah medium yang lain.
Seri manga itu diadaptasi menjadi serial anime yang tayang perdana pada 7 April 2013 dan berlanjut hingga kini.
Judul itu juga pernah diangkat menjadi film live-action yang terbagi menjadi dua. Sayangnya, versi live-action tak begitu sukses secara rating maupun box office.
Kampung halaman Hajime Isayama pun mengapresiasi kesuksesan Attack on Titan dengan membangun museum tersebut di sana. Attack on Titan in HITA Museum memamerkan gambar original Isayama selama bertahun-tahun, dan banyak lagi.
Museum itu juga menjadi salah satu pusat destinasi wisata di Hita. Fan bisa masuk secara gratis ke museum tersebut.
Selain di Hita, negara tersebut juga mengapresiasi Isayama dengan mendirikan taman hiburan Attack on Titan: The Real di Universal Studios Jepang. Wisata itu dibuat berdasarkan musim ketiga anime ketika berjuang menutup kembali Tembok Maria.
Tahun lalu, Hajime Isayama telah menyelesaikan manga Attack on Titan. Sehingga, para penggemar kini tinggal menyaksikan hasil adaptasinya dalam anime.
Setelah melalui satu dekade yang sibuk, Hajime Isayama hanya memiliki satu resolusi pada 2022, yakni tak ingin bekerja. Hal itu terlihat dari hasil terjemahan yang disebarkan fan beberapa waktu lalu.
"Resolusi tahun barunya (Hajime Isayama) adalah tidak bekerja," cuit fan.
Dalam wawancara bersama media Jepang TBS dan dilansir ComicBook beberapa waktu lalu, Isayama telah mengungkapkan kisah yang ingin ia tulis untuk proyek setelah Attack on Titan.
Dalam wawancara itu, Isayama mengungkapkan sangat tertarik mengembangkan genre black comedy, sesuatu yang berbeda dari Attack on Titan.
Pada akhirnya, Hajime Isayama merupakan kreator yang melebihi Attack on Titan. Sejumlah penghargaan ia telah raih sebelum karya legendarisnya itu lahir. Tak hanya itu, fan juga akan selalu menantikan karya-karya terbaru dari mangaka tersebut.
Jakarta, CNN Indonesia --
Attack on Titan menjadi salah satu manga terlaris saat ini. Berdasarkan data Oricon jelang akhir 2021, Attack on Titan menempati posisi keempat manga terlaris dengan penjualan lebih dari 7,33 juta kopi pada tahun itu.
Oricon merupakan organisasi di Jepang yang mendata penjualan manga. Lantas, angka tersebut menambah kesuksesan Attack on Titan yang telah menembus penjualan secara global lebih dari 100 juta kopi sejak 2019, seperti diberitakan ComicBook.
Attack on Titan merupakan karya goresan mangaka Hajime Isayama. Bagi Isayama, manga sudah menjadi bagian dari kehidupannya sejak remaja. Ia sudah memulai mengikuti lomba membuat manga sejak SMA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, manga pertama Hajime Isayama yang diakui lewat penghargaan bukanlah seri Attack on Titan, melainkan versi one-shot yang mendapatkan penghargaan dari Magazine Grand Prix (MGP) pada 2006.
One-shot Attack on Titan ia buat ketika berusia 19 tahun dan memiliki 65 halaman bertajuk Humanity vs. Titans. Manga itu fokus pada perlindungan planet. Titan tercipta untuk mengakhiri deforestasi dan polusi.
Namun, one-shot itu tidak menampilkan satu pun karakter utama yang muncul dalam seri manga Attack on Titan yang diketahui saat ini.
Penghargaan lainnya adalah Special Encouragement Award dari Weekly Shonen Magazine Freshman Manga Awards pada 2008. Penghargaan tersebut ia raih lewat manga lain, yakni Heart Break One, kemudian menyusul Orz yang menjadi Selected Work pada tahun selanjutnya.
Hingga kemudian perjalanan menuju kesuksesan bersama seri manga Attack on Titan dimulai pada 2009. Serial Attack on Titan mulai terbit bulanan dalam Bessatsu Shōnen Magazine.
Hanya dalam dua tahun, ia memenangkan Kodansha Manga Award kategori Shōnen.
Attack on Titan mengisahkan sebuah daerah yang dikelilingi tembok dan kemunculan makhluk raksasa yang disebut Titan. Tanpa pengetahuan yang cukup, warga dalam tembok berlindung dan melawan Titan.
Kisah tembok dan Titan itu ternyata terinspirasi dari kehidupan Hajime Isayama di dunia nyata. Seperti dilansir ScreenRant beberapa waktu lalu, tembok-tembok itu terinspirasi dari lanskap pegunungan kampung halaman sang kreator di Oyama, Hita, Jepang.
Isayama kemudian merasakan frustrasi mendalam saat tumbuh dewasa. Ia juga merasakan kekalahan saat mengikuti turnamen sumo anak-anak.
"Saya sadar saya inferior," kata Isayama seperti diberitakan The Asahi Shimbun pada 2013.
Banyak hal yang mendorongnya untuk menjelajahi 'dunia baru tak dikenal' ketika remaja. Ia ingin melihat langit yang lebih luas daripada kampung halamannya.
Ia sempat bekerja di sebuah kafe internet di mana begitu banyak kepribadian dan emosi yang ia temukan dari pelanggannya, seperti mabuk, kebingungan, dan tanpa tujuan.
Di sana, Isayama juga sempat berhadapan dengan pelanggan yang tiba-tiba menarik kerahnya. Rasa takut itu kemudian ia tuangkan dalam karakter raksasa-raksasa Attack on Titan.
"Saya mengagumi kekuatan dan saya memiliki keinginan mendasar mengubah fisik saya," tutur Isayama.
"Saya merasa takut bertemu dengan orang yang tidak bisa saya ajak berkomunikasi," lanjut mangaka kelahiran 29 Agustus 1986 itu.
Lanjut ke sebelah...
Hajime Isayama, Kreator Attack on Titan yang Rindukan Istirahat
Hajime Isayama hanya punya satu resolusi setelah Attack on Titan tamat. Foto: (Blog Hajime Isayama)
Sementara itu, ide raksasa pemakan manusia muncul ketika Isayama menyaksikan satwa liar di pertanian keluarganya. Menurut Isayama, Attack on Titan hanya cerita upaya melepaskan diri dari belenggu seseorang, sama seperti yang ia cita-citakan.
Hal itu sejalan dengan karakter favoritnya dalam Attack on Titan. Pada 2012, Isayama pernah mengungkapkan karakter Jean Kirstein merupakan kesukaannya karena bisa mengatakan apa saja yang ia inginkan tanpa mengkhawatirkan pandangan orang lain.
Beberapa karakter lain yang terasa spesial baginya belakangan ini adalah Reiner Braun yang sangat ingin ia gambar. Lalu ada juga Historia Reiss karena perkembangan karakter melebihi ekspektasinya sendiri.
Hannes dari Pasukan Garnisun juga masuk daftar favoritnya. Ia berguyon merasa terhubung dengan Hannes karena kerap duduk dan menikmati alkohol.
Reiner Braunmenjadi salah satu karakter favorit Hajime Isayama dalamAttack on Titan.: (dok. Wit Studio/Production I.G./Mappa via IMDb)
Kesuksesan dan Asa Beristirahat
Rasa takut dan jalan panjang Isayama menerbitkan Attack on Titan tidak berakhir sia-sia. Sambutan hangat pembaca membuat Attack on Titan terus dikembangkan ke sejumlah medium yang lain.
Seri manga itu diadaptasi menjadi serial anime yang tayang perdana pada 7 April 2013 dan berlanjut hingga kini.
Judul itu juga pernah diangkat menjadi film live-action yang terbagi menjadi dua. Sayangnya, versi live-action tak begitu sukses secara rating maupun box office.
Kampung halaman Hajime Isayama pun mengapresiasi kesuksesan Attack on Titan dengan membangun museum tersebut di sana. Attack on Titan in HITA Museum memamerkan gambar original Isayama selama bertahun-tahun, dan banyak lagi.
Museum itu juga menjadi salah satu pusat destinasi wisata di Hita. Fan bisa masuk secara gratis ke museum tersebut.
Selain di Hita, negara tersebut juga mengapresiasi Isayama dengan mendirikan taman hiburan Attack on Titan: The Real di Universal Studios Jepang. Wisata itu dibuat berdasarkan musim ketiga anime ketika berjuang menutup kembali Tembok Maria.
Tahun lalu, Hajime Isayama telah menyelesaikan manga Attack on Titan. Sehingga, para penggemar kini tinggal menyaksikan hasil adaptasinya dalam anime.
Setelah melalui satu dekade yang sibuk, Hajime Isayama hanya memiliki satu resolusi pada 2022, yakni tak ingin bekerja. Hal itu terlihat dari hasil terjemahan yang disebarkan fan beberapa waktu lalu.
"Resolusi tahun barunya (Hajime Isayama) adalah tidak bekerja," cuit fan.
Dalam wawancara bersama media Jepang TBS dan dilansir ComicBook beberapa waktu lalu, Isayama telah mengungkapkan kisah yang ingin ia tulis untuk proyek setelah Attack on Titan.
Dalam wawancara itu, Isayama mengungkapkan sangat tertarik mengembangkan genre black comedy, sesuatu yang berbeda dari Attack on Titan.
Pada akhirnya, Hajime Isayama merupakan kreator yang melebihi Attack on Titan. Sejumlah penghargaan ia telah raih sebelum karya legendarisnya itu lahir. Tak hanya itu, fan juga akan selalu menantikan karya-karya terbaru dari mangaka tersebut.