Kronologi Rumor Ezra Miller Culik Anak di Bawah Umur
CNN Indonesia
Senin, 20 Jun 2022 08:39 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Catatan hukum Ezra Miller makin panjang setelah sejumlah orang tua meminta perlindungan pengadilan untuk anak mereka dari aktor tersebut. (AFP/ANGELA WEISS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktor Ezra Miller kembali jadi pembicaraan. Kali ini ia disebut sempat menculik anak di bawah umur, bahkan melakukan grooming alias pemikatan anak, yang membuat catatan kasus hukum aktor ini semakin panjang.
Rumor tersebut muncul setelah pada Rabu (15/6) waktu AS, seorang ibu dan remaja asal Massachusetts mendapatkan perintah pencegahan pelecehan sementara terhadap Ezra Miller dari pengadilan setempat.
Keputusan itu datang usai pada pekan sebelumnya orang tua dari remaja berusia 18 tahun yang bernama Tokata Iron Eyes meminta perlindungan pengadilan dari Miller.
Orang tua Tokata Iron Eyes mengatakan ke pengadilan bahwa perlindungan itu diajukan setelah anak mereka dan Ezra Miller bertemu enam tahun lalu, atau ketika Tokata berusia 12 tahun dan Ezra Miller berusia 23 tahun.
Kata orang tua Tokata, Ezra Miller "menggunakan kekerasan, intimidasi, ancaman kekerasan, ketakutan, paranoia, delusi, dan obat-obatan untuk menguasai Tokata remaja".
Bukan hanya itu, menurut laporan The Daily Beast pada Kamis (16/6), orang tua Tokata menyebut Ezra Miller adalah dalang di balik anak mereka yang mengaku sebagai transgender non-biner, alias tidak mengidentifikasi diri sebagai perempuan ataupun laki-laki.
Pihak pengadilan kemudian disebut tak bisa menemukan Ezra Miller untuk menanggapi gugatan tersebut.
Miller kemudian mengunggah sejumlah unggahan di Instagram miliknya berisi ledekan ke penegak hukum yang tak mampu menemukan dirinya. Akun Instagram tersebut kemudian dihapus oleh Ezra Miller.
Sementara itu, akun Instagram tak terverifikasi yang diduga sebagai Tokata Iron Eyes membantah klaim dalam permohonan ke pengadilan tersebut.
Catatan hukum Ezra Miller makin panjang setelah sejumlah orang tua meminta perlindungan hukum untuk anak mereka dari aktor tersebut.: (Getty Images via AFP/NEILSON BARNARD)
Akun diduga milik Tokata itu mengatakan bahwa Ezra Miller telah memberikan dukungan kepada dirinya di masa-masa pubertas yang sulit.
"Saya mengundurkan diri dari sekolah lima bulan lalu, teman dan rekan saya William wafat tidak lama kemudian, pikiran saya sangat terpengaruh dan saya membutuhkan ruang dan waktu untuk memproses duka ini," tulis Tokata lewat Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.
"Rekan saya Ezra Miller selama keseluruhan masa yang disebutkan di atas hanya memberikan dukungan penuh kasih dan perlindungan yang tak ternilai selama masa berkabung," sambungnya.
Kemudian, Tokata mengatakan bahwa ia tidak memerlukan konservatori selama hidupnya dan menuding ayahnya sebagai seorang transfobia. Ia juga berkata ayahnya merasa bahwa Tokata tidak mampu berpikir sendiri dan membuat orang-orang di sekelilingnya khawatir.
"Saya sekarang sadar betapa hebatnya manipulasi emosi dan psikologis yang saya dibuat untuk bertahan selama di rumah orang tua saya," ujar Tokata.
Tokata kini mengaku sedang mengikuti konseling dengan ahli untuk menangani kesehatan mental yang ia alami. Ia mengklaim memiliki gangguan kecemasan dan kemungkinan depresi.
Perlakuan orang tuanya, menurut Tokata, membuat hidupnya berubah dan membuatnya traumatis dan merasa malu. Sehingga, Tokata merasa ia perlu buka suara terhadap perilaku orang tuanya itu.
"Mengenai intervensi polisi dalam 'kasus' saya, itu hal yang tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu dan sumber daya," ujar Tokata.
"Perilaku ini tidak dapat diterima dan perlu disinggung," tutupnya.
Sementara itu, pada kasus Massachusetts yang baru-baru ini mencuat, The Daily Beast menyebut latar belakang permintaan perlindungan dari Ezra Miller terjadi karena insiden pada 2 Februari lalu.
The Daily Beast mendapatkan informasi tersebut dari dokumen pengadilan yang ditandatangani oleh hakim, serta wawancara kepada sang anak berusia 12 tahun, orang tuanya, dan tetangga mereka.
Lanjut ke sebelah..
Pada 2 Februari, ketiganya mengatakan bahwa Ezra Miller muncul di kawasan rumah seorang tetangga mereka di Greenfield, 64 kilometer dari peternakan milik sang aktor di Stamford, Vermont.
Sang tetangga yang identitasnya dirahasiakan itu tergabung dalam sebuah band bersama Whitney Suters, musisi yang dekat dengan Ezra Miller.
"Miller mengenakan rompi antipeluru, dan saya tak tahu sampai kemudian sadar bahwa mereka bersenjata," kata tetangga yang diwawancara The Daily Beast.
Pembicaraan mereka kemudian mulai berisi ketegangan ketika pembahasan mulai berkaitan dengan suku dan sejumlah hal soal budaya, seperti permainan Parcheesi dan produk kebudayaan Rastafarian.
Pembahasan yang membuahkan adu argumen tersebut ternyata membuat Ezra Miller emosi. Sang tetangga menyebut Ezra Miller meneriakinya tepat di depan wajahnya.
Setelah itu, si tetangga ini menyebut Ezra Miller membuka rompinya dan menunjukkan senjata yang ia bawa. Bukan hanya itu, Miller juga disebut mengancam mereka bahwa adu argumen tersebut bisa "ke arah yang serius".
Kemudian, Miller disebut terfokus pada sang anak 12 tahun yang saat itu masih 11 tahun. Miller mengatakan kepada orang tua bocah itu bahwa dirinya sudah berkomunikasi "secara luas" dengan anak tersebut.
"Saya telah bicara secara luas dengan anak kalian, dan mereka memiliki banyak kekuatan dalam dirinya. Pada satu titik, kalian akan menyadari bahwa kalian tak akan lagi memiliki kendali atas mereka. Mereka adalah makhluk yang dimuliakan, dan mereka akan beruntung punya orang seperti saya yang membimbing mereka," kata Ezra Miller, menurut pengakuan sang orang tua si bocah.
Miller bahkan disebut mengatakan kepada ibu si bocah yang mengenakan gaun malam Goth sebagai "penyihir dan vampir" karena pakaian tersebut. "Kau ingin menghisap darah kan?" kata Miller sambil meneriaki ibu dari bocah tersebut, menurut pengakuan narasumber The Daily Beast.
Namun sikap Ezra Miller kemudian berubah drastis saat mendekati anak tersebut. Sang aktor disebut terus memuji-muji anak itu, meminta berteman di Instagram, dan menyarankan anak itu untuk mendalami mode.
"Dia secara otomatis tertarik pada saya dan terus berbicara soal bagaimana dia menyukai pakaian dan gaya saya, dan terus berbicara soal betapa hebatnya hal itu," kata bocah tersebut.
"Itu benar-benar tidak nyaman. Saya benar-benar gugup. Saya takut berada di dekatnya setelah dia meneriaki ibuku dan ibuku menangis." lanjut si bocah.
Kasus ini semakin memperpanjang catatan hukum Ezra Miller. Ia pernah dilaporkan ke polisi oleh orang tua yang merasa anak mereka dikenalkan ke narkoba oleh Miller.
Selain itu, sebelumnya Miller juga sempat ditahan polisi Hawaii setelah dituding melakukan kekerasan dan pengancaman terhadap warga lokal di sana.
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktor Ezra Miller kembali jadi pembicaraan. Kali ini ia disebut sempat menculik anak di bawah umur, bahkan melakukan grooming alias pemikatan anak, yang membuat catatan kasus hukum aktor ini semakin panjang.
Rumor tersebut muncul setelah pada Rabu (15/6) waktu AS, seorang ibu dan remaja asal Massachusetts mendapatkan perintah pencegahan pelecehan sementara terhadap Ezra Miller dari pengadilan setempat.
Keputusan itu datang usai pada pekan sebelumnya orang tua dari remaja berusia 18 tahun yang bernama Tokata Iron Eyes meminta perlindungan pengadilan dari Miller.
Orang tua Tokata Iron Eyes mengatakan ke pengadilan bahwa perlindungan itu diajukan setelah anak mereka dan Ezra Miller bertemu enam tahun lalu, atau ketika Tokata berusia 12 tahun dan Ezra Miller berusia 23 tahun.
Kata orang tua Tokata, Ezra Miller "menggunakan kekerasan, intimidasi, ancaman kekerasan, ketakutan, paranoia, delusi, dan obat-obatan untuk menguasai Tokata remaja".
Bukan hanya itu, menurut laporan The Daily Beast pada Kamis (16/6), orang tua Tokata menyebut Ezra Miller adalah dalang di balik anak mereka yang mengaku sebagai transgender non-biner, alias tidak mengidentifikasi diri sebagai perempuan ataupun laki-laki.
Pihak pengadilan kemudian disebut tak bisa menemukan Ezra Miller untuk menanggapi gugatan tersebut.
Miller kemudian mengunggah sejumlah unggahan di Instagram miliknya berisi ledekan ke penegak hukum yang tak mampu menemukan dirinya. Akun Instagram tersebut kemudian dihapus oleh Ezra Miller.
Sementara itu, akun Instagram tak terverifikasi yang diduga sebagai Tokata Iron Eyes membantah klaim dalam permohonan ke pengadilan tersebut.
Catatan hukum Ezra Miller makin panjang setelah sejumlah orang tua meminta perlindungan hukum untuk anak mereka dari aktor tersebut.: (Getty Images via AFP/NEILSON BARNARD)
Akun diduga milik Tokata itu mengatakan bahwa Ezra Miller telah memberikan dukungan kepada dirinya di masa-masa pubertas yang sulit.
"Saya mengundurkan diri dari sekolah lima bulan lalu, teman dan rekan saya William wafat tidak lama kemudian, pikiran saya sangat terpengaruh dan saya membutuhkan ruang dan waktu untuk memproses duka ini," tulis Tokata lewat Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.
"Rekan saya Ezra Miller selama keseluruhan masa yang disebutkan di atas hanya memberikan dukungan penuh kasih dan perlindungan yang tak ternilai selama masa berkabung," sambungnya.
Kemudian, Tokata mengatakan bahwa ia tidak memerlukan konservatori selama hidupnya dan menuding ayahnya sebagai seorang transfobia. Ia juga berkata ayahnya merasa bahwa Tokata tidak mampu berpikir sendiri dan membuat orang-orang di sekelilingnya khawatir.
"Saya sekarang sadar betapa hebatnya manipulasi emosi dan psikologis yang saya dibuat untuk bertahan selama di rumah orang tua saya," ujar Tokata.
Tokata kini mengaku sedang mengikuti konseling dengan ahli untuk menangani kesehatan mental yang ia alami. Ia mengklaim memiliki gangguan kecemasan dan kemungkinan depresi.
Perlakuan orang tuanya, menurut Tokata, membuat hidupnya berubah dan membuatnya traumatis dan merasa malu. Sehingga, Tokata merasa ia perlu buka suara terhadap perilaku orang tuanya itu.
"Mengenai intervensi polisi dalam 'kasus' saya, itu hal yang tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu dan sumber daya," ujar Tokata.
"Perilaku ini tidak dapat diterima dan perlu disinggung," tutupnya.
Sementara itu, pada kasus Massachusetts yang baru-baru ini mencuat, The Daily Beast menyebut latar belakang permintaan perlindungan dari Ezra Miller terjadi karena insiden pada 2 Februari lalu.
The Daily Beast mendapatkan informasi tersebut dari dokumen pengadilan yang ditandatangani oleh hakim, serta wawancara kepada sang anak berusia 12 tahun, orang tuanya, dan tetangga mereka.
Lanjut ke sebelah..
Bocah 12 Tahun: Saya Takut Dekat Ezra Miller
Catatan hukum Ezra Miller makin panjang setelah sejumlah orang tua meminta perlindungan pengadilan untuk anak mereka dari aktor tersebut. (Getty Images via AFP/JAMIE MCCARTHY)
Pada 2 Februari, ketiganya mengatakan bahwa Ezra Miller muncul di kawasan rumah seorang tetangga mereka di Greenfield, 64 kilometer dari peternakan milik sang aktor di Stamford, Vermont.
Sang tetangga yang identitasnya dirahasiakan itu tergabung dalam sebuah band bersama Whitney Suters, musisi yang dekat dengan Ezra Miller.
"Miller mengenakan rompi antipeluru, dan saya tak tahu sampai kemudian sadar bahwa mereka bersenjata," kata tetangga yang diwawancara The Daily Beast.
Pembicaraan mereka kemudian mulai berisi ketegangan ketika pembahasan mulai berkaitan dengan suku dan sejumlah hal soal budaya, seperti permainan Parcheesi dan produk kebudayaan Rastafarian.
Pembahasan yang membuahkan adu argumen tersebut ternyata membuat Ezra Miller emosi. Sang tetangga menyebut Ezra Miller meneriakinya tepat di depan wajahnya.
Setelah itu, si tetangga ini menyebut Ezra Miller membuka rompinya dan menunjukkan senjata yang ia bawa. Bukan hanya itu, Miller juga disebut mengancam mereka bahwa adu argumen tersebut bisa "ke arah yang serius".
Kemudian, Miller disebut terfokus pada sang anak 12 tahun yang saat itu masih 11 tahun. Miller mengatakan kepada orang tua bocah itu bahwa dirinya sudah berkomunikasi "secara luas" dengan anak tersebut.
"Saya telah bicara secara luas dengan anak kalian, dan mereka memiliki banyak kekuatan dalam dirinya. Pada satu titik, kalian akan menyadari bahwa kalian tak akan lagi memiliki kendali atas mereka. Mereka adalah makhluk yang dimuliakan, dan mereka akan beruntung punya orang seperti saya yang membimbing mereka," kata Ezra Miller, menurut pengakuan sang orang tua si bocah.
Miller bahkan disebut mengatakan kepada ibu si bocah yang mengenakan gaun malam Goth sebagai "penyihir dan vampir" karena pakaian tersebut. "Kau ingin menghisap darah kan?" kata Miller sambil meneriaki ibu dari bocah tersebut, menurut pengakuan narasumber The Daily Beast.
Namun sikap Ezra Miller kemudian berubah drastis saat mendekati anak tersebut. Sang aktor disebut terus memuji-muji anak itu, meminta berteman di Instagram, dan menyarankan anak itu untuk mendalami mode.
"Dia secara otomatis tertarik pada saya dan terus berbicara soal bagaimana dia menyukai pakaian dan gaya saya, dan terus berbicara soal betapa hebatnya hal itu," kata bocah tersebut.
"Itu benar-benar tidak nyaman. Saya benar-benar gugup. Saya takut berada di dekatnya setelah dia meneriaki ibuku dan ibuku menangis." lanjut si bocah.
Kasus ini semakin memperpanjang catatan hukum Ezra Miller. Ia pernah dilaporkan ke polisi oleh orang tua yang merasa anak mereka dikenalkan ke narkoba oleh Miller.
Selain itu, sebelumnya Miller juga sempat ditahan polisi Hawaii setelah dituding melakukan kekerasan dan pengancaman terhadap warga lokal di sana.