Setelah tersiksa menantikan volume 2 tayang, Stranger Things 4 ditutup dengan cukup memuaskan. (Foto: Courtesy of Netflix/Courtesy of Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penggemar setia Stranger Things dibuat tersiksa karena akhir dari musim keempat volume 1 dibuat menggantung ketika lagi di puncak-puncaknya. Penyiksaan itu semakin besar karena penonton mesti disuruh menunggu selama satu bulan untuk mencari tahu kelanjutannya.
Meski demikian, penantian "panjang" itu akhirnya terbayarkan dengan cukup memuaskan.
Meskipun dibagi menjadi dua bagian, menjalankan proses syuting dalam satu waktu untuk musim keempat merupakan keputusan yang baik. Karena dengan demikian, alur cerita, kontinuitas, hingga performa akting para aktor terlihat konsisten dari awal hingga akhir musim.
Volume pertama memberikan penonton gempuran horor dan adegan-adegan mengganggu tanpa henti. Namun, ketika memasuki volume kedua, Matt dan Ross Duffer yang merupakan penulis dan sutradara Stranger Things memberikan penonton sedikit waktu untuk bernapas.
Episode 8 yang berjudul Papa memiliki alur yang lebih lambat dibanding episode-episode pendahulunya di volume pertama. Sesuai judulnya, episode tersebut lebih menceritakan dinamika Eleven (Millie Bobby Brown) dengan Dr. Brenner (Matthew Modine) alias Papa yang memiliki hubungan rumit.
Setelah tarik-ulur untuk menemukan jalan keluar dari silo tempat Eleven berusaha untuk mengembalikan kekuatannya, adegan penuh aksi dan ledakan baru terjadi jelang akhir.
Sedangkan, untuk episode terakhir yang berjudul Piggyback itu berhasil menjadi episode klimaks untuk menutup musim keempat.
Setiap geng Hawkins yang berpencar mampu menyelesaikan problemanya masing-masing: Eleven dijemput oleh geng California yang kemudian membantunya berhadapan dengan Vecna, Joyce (Winona Ryder) bersatu kembai dengan Hopper (David Harbour) dan pulang ke Amerika, dan geng Hawkins "mengalahkan" Vecna.
Duffer bersaudara tidak sungkan untuk lagi-lagi membunuh karakter yang disayang oleh penonton. Dan, kali ini, itu terjadi pada Eddie Munson yang diperankan oleh Joseph Quinn.
Selama penantian volume kedua ini muncul, penonton setia Stranger Things menebak-nebak karakter mana yang bakal mati di volume 2. Duffer bersaudara pun juga sempat membenarkan bahwa mereka akan mematikan salah satu karakter dalam volume kedua.
Beberapa nama yang santer disebut-sebut oleh penggemar adalah Steve (Joe Keery), Nancy (Natalia Dyer), dan juga Max (Sadie Sink).
Lanjut ke sebelah...
Tapi nyatanya, Duffer bersaudara kembali membunuh tokoh baru yang hanya diberikan kesempatan untuk muncul di satu musim.
Hal ini sudah sering terjadi di musim-musim Stranger Things sebelumnya, seperti Barbara di musim pertama dan Bob di musim kedua.
Ketika Eddie mati akibat kalah melawan Demobat, ada sedikit rasa kekecewaan. Quinn berhasil mencuri hati penonton lewat aktingnya sebagai Eddie, meskipun hanya tampil sebanyak 9 episode.
Kritik pun datang dari para penggemar yang mengatakan bahwa Duffer bersaudara tidak sampai hati untuk membunuh karakter kunci Stranger Things.
Buktinya, tidak ada satu pun karakter kunci serial tersebut yang mati sejak musim pertama. Semua masih hidup dan selamat dari segala ancaman dari Upside Down.
Volume pertama lebih menyajikan kisah yang lebih menegangkan dibandingkan volume kedua karena setiap geng Hawkins yang berpencar itu mesti mandiri dan menggunakan kekuatannya sendiri untuk melawan ancaman dari Upside Down tanpa bantuan Eleven.
Namun, ketika Eleven sudah memiliki kekuatannya kembali di volume 2, geng Hawkins yang lain malah menjadi tak berdaya.
Peran Steve, Nancy, dan Robin (Maya Hawke) yang menjadi sangat minim di episode 9 sebelum akhirnya "mengalahkan" Vecna. Padahal, trio ini terlihat sangat keren sepanjang musim keempat.
Will (Noah Schnapp) juga tidak memiliki peran penting dalam musim ini dan terpinggirkan. Penonton lebih fokus ke orientasi seksual Will yang akhirnya terungkap di episode terakhir.
Mike (Finn Wolfhard) dan Jonathan (Charlie Heaton) juga tidak bermanfaat dan hanya menjadi pembantu Eleven untuk terhubung kembali ke Hawkins dan menyelamatkan Max.
Meski demikian, Stranger Things musim kelima masih patut dinantikan lantaran perang geng Hawkins melawan Vecna masih belum selesai.
Stranger Things 4 Volume 1 menjadi salah satu serial paruh pertama tahun terbaik versi CNNIndonesia.com.
Penggemar setia Stranger Things dibuat tersiksa karena akhir dari musim keempat volume 1 dibuat menggantung ketika lagi di puncak-puncaknya. Penyiksaan itu semakin besar karena penonton mesti disuruh menunggu selama satu bulan untuk mencari tahu kelanjutannya.
Meski demikian, penantian "panjang" itu akhirnya terbayarkan dengan cukup memuaskan.
Meskipun dibagi menjadi dua bagian, menjalankan proses syuting dalam satu waktu untuk musim keempat merupakan keputusan yang baik. Karena dengan demikian, alur cerita, kontinuitas, hingga performa akting para aktor terlihat konsisten dari awal hingga akhir musim.
Volume pertama memberikan penonton gempuran horor dan adegan-adegan mengganggu tanpa henti. Namun, ketika memasuki volume kedua, Matt dan Ross Duffer yang merupakan penulis dan sutradara Stranger Things memberikan penonton sedikit waktu untuk bernapas.
Episode 8 yang berjudul Papa memiliki alur yang lebih lambat dibanding episode-episode pendahulunya di volume pertama. Sesuai judulnya, episode tersebut lebih menceritakan dinamika Eleven (Millie Bobby Brown) dengan Dr. Brenner (Matthew Modine) alias Papa yang memiliki hubungan rumit.
Setelah tarik-ulur untuk menemukan jalan keluar dari silo tempat Eleven berusaha untuk mengembalikan kekuatannya, adegan penuh aksi dan ledakan baru terjadi jelang akhir.
Sedangkan, untuk episode terakhir yang berjudul Piggyback itu berhasil menjadi episode klimaks untuk menutup musim keempat.
Setiap geng Hawkins yang berpencar mampu menyelesaikan problemanya masing-masing: Eleven dijemput oleh geng California yang kemudian membantunya berhadapan dengan Vecna, Joyce (Winona Ryder) bersatu kembai dengan Hopper (David Harbour) dan pulang ke Amerika, dan geng Hawkins "mengalahkan" Vecna.
Duffer bersaudara tidak sungkan untuk lagi-lagi membunuh karakter yang disayang oleh penonton. Dan, kali ini, itu terjadi pada Eddie Munson yang diperankan oleh Joseph Quinn.
Selama penantian volume kedua ini muncul, penonton setia Stranger Things menebak-nebak karakter mana yang bakal mati di volume 2. Duffer bersaudara pun juga sempat membenarkan bahwa mereka akan mematikan salah satu karakter dalam volume kedua.
Beberapa nama yang santer disebut-sebut oleh penggemar adalah Steve (Joe Keery), Nancy (Natalia Dyer), dan juga Max (Sadie Sink).
Lanjut ke sebelah...
Eleven Kembali, Geng Hawkins Tidak Berdaya
Setelah tersiksa menantikan volume 2 tayang, Stranger Things 4 ditutup dengan cukup memuaskan. (Foto: Courtesy of Netflix/Courtesy of Netflix)
Tapi nyatanya, Duffer bersaudara kembali membunuh tokoh baru yang hanya diberikan kesempatan untuk muncul di satu musim.
Hal ini sudah sering terjadi di musim-musim Stranger Things sebelumnya, seperti Barbara di musim pertama dan Bob di musim kedua.
Ketika Eddie mati akibat kalah melawan Demobat, ada sedikit rasa kekecewaan. Quinn berhasil mencuri hati penonton lewat aktingnya sebagai Eddie, meskipun hanya tampil sebanyak 9 episode.
Kritik pun datang dari para penggemar yang mengatakan bahwa Duffer bersaudara tidak sampai hati untuk membunuh karakter kunci Stranger Things.
Buktinya, tidak ada satu pun karakter kunci serial tersebut yang mati sejak musim pertama. Semua masih hidup dan selamat dari segala ancaman dari Upside Down.
Volume pertama lebih menyajikan kisah yang lebih menegangkan dibandingkan volume kedua karena setiap geng Hawkins yang berpencar itu mesti mandiri dan menggunakan kekuatannya sendiri untuk melawan ancaman dari Upside Down tanpa bantuan Eleven.
Namun, ketika Eleven sudah memiliki kekuatannya kembali di volume 2, geng Hawkins yang lain malah menjadi tak berdaya.
Peran Steve, Nancy, dan Robin (Maya Hawke) yang menjadi sangat minim di episode 9 sebelum akhirnya "mengalahkan" Vecna. Padahal, trio ini terlihat sangat keren sepanjang musim keempat.
Will (Noah Schnapp) juga tidak memiliki peran penting dalam musim ini dan terpinggirkan. Penonton lebih fokus ke orientasi seksual Will yang akhirnya terungkap di episode terakhir.
Mike (Finn Wolfhard) dan Jonathan (Charlie Heaton) juga tidak bermanfaat dan hanya menjadi pembantu Eleven untuk terhubung kembali ke Hawkins dan menyelamatkan Max.
Meski demikian, Stranger Things musim kelima masih patut dinantikan lantaran perang geng Hawkins melawan Vecna masih belum selesai.
Stranger Things 4 Volume 1 menjadi salah satu serial paruh pertama tahun terbaik versi CNNIndonesia.com.