Kontroversi Ayat Ayat Setan dan Kehidupan Penuh Teror Salman Rushdie

Tim | CNN Indonesia
Minggu, 14 Agu 2022 18:16 WIB
Salman Rushdie sudah menjadi sasaran amarah dan kebencian sejak dekade '90-an, gara-gara novelnya, The Satanic Verses alias Ayat Ayat Setan. Salman Rushdie sudah menjadi sasaran amarah dan kebencian sejak dekade '90-an, gara-gara novelnya, The Satanic Verses alias Ayat Ayat Setan. (REUTERS/Luke MacGregor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salman Rushdie sudah menjadi bahan gunjingan sejak dekade '90-an, terutama di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Apalagi kalau bukan novel kontroversialnya, The Satanic Verses alias Ayat Ayat Setan yang rilis pada 1988.

Novel tersebut begitu kontroversial dan mengundang amuk amarah umat muslim. The Satanic Verses dianggap menghina umat muslim dan Nabi Muhammad.

Novel yang mendapatkan penghargaan Whitbread Award pada 1988 dan populer di Inggris tersebut membuahkan berbagai kecaman hingga ancaman pembunuhan untuk Rushdie.

Apa itu The Satanic Verses (Ayat Ayat Setan)?

The Satanic Verses berisi perjalanan dua aktor muslim India yang secara ajaib selamat dari pembajakan pesawat. Ketika mereka jatuh dari langit, salah satu aktor berubah menjadi malaikat Jibril. Sementara yang lain, berubah menjadi Iblis.

Novel realisme magis ini kemudian membahas soal dislokasi, sifat baik dan jahat, keraguan, dan kehilangan keyakinan akan agama.

The Satanic Verses disebut terinspirasi dari kehidupan Nabi Muhammad, yang kemudian tokoh itu oleh Rushdie disebut sebagai "Mahound" dalam novel ini.

Nama itu sendiri sejatinya adalah ejekan yang digunakan oleh orang Inggris semasa Perang Salib kepada umat muslim. Nama itu berarti "idola, atau Tuhan yang salah".

Picture dated 19 July 1989 of the book of Salman Rushdie, Novel The Satanic Verses versi Prancis karya Salman Rushdie pada 19 Juli 1989. (AFP/MARCEL MOCHET)

Sementara judul novel ini, The Satanic Verses, dikisahkan mengacu pada kumpulan ayat-ayat ilahiah yang disalahartikan oleh Mahound dan dianggap sebagai wahyu Tuhan.

Ayat-ayat tersebut mengizinkan doa kepada tiga Dewi Makkah era sebelum Islam. Hal ini merupakan pelanggaran berat bagi Islam yang menganut "tauhid" atau monoteisme.

Kumpulan ayat-ayat itu kemudian ditarik dengan alasan Iblis telah memperdaya Mahound dan membuat dirinya mengira wahyu-wahyu tersebut datang dari Tuhan yang sesungguhnya.

Sementara itu, dalam novel, muslim yang taat menyangkal bahwasanya ayat-ayat ini pernah ada.

[Gambas:Video CNN]



Boikot dan Ancaman Pembunuhan

Novel The Satanic Verses langsung jadi bumerang Salman Rushdie begitu dirilis pada 1988. Buku ini menuai kontroversi besar dan memicu amarah umat muslim.

India menjadi negara pertama yang melarang keberadaan buku ini, sembilan hari saat dirilis pertama di Inggris. Negara-negara berpenduduk muslim lainnya pun menyusul, seperti Pakistan, Arab Saudi, hingga Afrika Selatan.

Sementara di negara-negara Barat seperti Inggris, ribuan muslim turun ke jalan, memprotes, dan menyebut Salman Rushdie telah melakukan penistaan agama.

Pada 14 Januari 1989, demonstran muslim di Bradford, Inggris, membakar buku The Satanic Verses di jalanan.

Lanjut ke sebelah...

Seruan Buru Salman Rushdie

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER