Sinopsis Pengkhiatanan G 30 S PKI, Bioskop Trans TV 26 September 2022

CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 18:50 WIB
Sinopsis Pengkhiatanan G 30 S PKI, Bioskop Trans TV 26 September 2022
Bioskop Trans TV hari ini, Senin (26/9) akan menayangkan film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI. (Foto: ANTARA FOTO/Rahmad)

Sementara itu, Kepala Jaksa Militer Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen Siswondo Parman, dan Letnan Jenderal Soeprapto ditangkap paksa dan dibawa menuju ke tempat yang tak diketahui.

Brigjen D.I Pandjaitan juga sempat menuruti perintah para tentara PKI. Ia rela mengikuti perintah anak buah Untung yang ingin menculiknya.

D.I Pandjaitan meminta untuk berdoa terlebih dahulu. Karena terlalu lama, Pandjaitan ditembak sebelum diseret masuk ke dalam truk tentara PKI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai menjemput para jenderal, baik dalam keadaan hidup atau mati, mereka yang menjadi korban itu dibawa ke kamp G30S/PKI di Lubang Buaya.

Di situ, para korban diceritakan disiksa, dibunuh, dan kemudian dibuang mayatnya ke dalam sumur Lubang Buaya.

Penumpasan Pengkhiatanan G 30 S PKI diproduksi oleh Perum Perusahaan Film Nasional (PPFN) dan dibiayai oleh Pemerintahan Soeharto alias Orde Baru.

Sutradara Arifin C Noer ditunjuk sebagai pengarah film ini. Jika merujuk pada pembukaan film ini, naskahnya ditulis "berdasarkan ide dan garis besar cerita yang disusun oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto".

Ia merupakan Brigjen Angkatan Darat-akademisi yang juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pembangunan V.

Diproduksi oleh PPFN, Pengkhianatan G30S/PKI menjadi film komersial pertama yang berani bercerita soal peristiwa 1965. Di tahun rilisnya, film itu dinominasikan memperoleh tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia dan membawa pulang satu piala.

Piala Citra kali itu untuk Arifin C. Noer yang diganjar Skenario Terbaik.

Setahun setelahnya, pada 1985, film itu masih mendapat penghargaan di FFI, kategori Film Unggulan Terlaris 1984-1985 dengan membawa pulang Piala Antemas.

Usai mengetahui sinopsis Penumpasan Pengkhiatanan G 30 S PKI, saksikan film ini hanya di Bioskop Trans TV malam ini pukul 21.45 WIB. Setelah itu, Bioskop Trans TV juga akan menayangkan Angel Has Fallen pada pukul 23.45 WIB.

(far/pra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bioskop Trans TV hari ini, Senin (26/9) akan menayangkan film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI.

Penumpasan Pengkhiatanan G 30 S PKI atau lebih dikenal secara luas sebagai Pengkhianatan G 30 S adalah sebuah film dokumenter sejarah propaganda asal Indonesia yang tayang perdana pada 1984.

Berikut sinopsis Pengkhianatan G 30 S PKI yang dibintangi oleh Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah dalam film ini berusaha untuk menggambarkan secara detail atas sebuah tragedi yang terjadi pada 30 September 1965, saat tujuh perwira tinggi milter Indonesia bersama beberapa orang terdekatnya dibunuh atas dasar kudeta pemerintahan Indonesia.

Film ini dibuka dengan adegan sekelompok orang yang digambarkan sebagai anggota PKI, melalui shoot lambang palu arit dan buku soal DN Aidit.

Sekelompok orang itu kemudian mengambil golok dan celurit untuk menyerang sekelompok orang yang tengah melakukan ibadah salat jemaah di masjid.

Melalui aktivitas gerilya tersebut, adegan berpindah ke persiapan kudeta pemerintahan Indonesia yang dipimpin oleh Komandan Batalyon Cakrabirawa Kolonel Untung Syamsuri. Kolonel Untung diketahui memiliki afiliasi kuat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada 30 September hingga 1 Oktober 1965, Kolonel Untung dan sekelompok personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) membentuk sebuah kelompok revolusi yang dikenal sebagai Gerakan 30 September.

Gerakan ini mendatangi satu per satu rumah para Jenderal TNI AD saat itu yang dianggap sebagai gerakan anti-revolusioner atau disebut dengan "Dewan Jenderal".

Sebanyak tujuh unit dikirim untuk menculik para jenderal tersebut. Jenderal Abdul Haris Nasution (Rudt Sukma) berhasil meloloskan diri dengan melompati tembok rumahnya. Namun, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution (Keke Tumbuan), justru tertembak.

Ketika para tentara PKI mencari keberadaan A.H Nasution, ajudannya yang bernama Pierre Tendean (Wawan Wanisar) mengaku sebagai Jenderal Nasution. Ia pun tewas dan jasadnya diseret ke dalam truk.

Rumah kedua yang menjadi target adalah Jenderal A. Yani. Karena melawan, A. Yani diceritakan tewas diberondong tembakan senapan. Hal yang sama juga terjadi kepada Mayor Jenderal MT Haryono di rumahnya.

Gif banner Allo Bank

Lanjut ke sebelah...

Sinopsis Pengkhiatanan G 30 S PKI, Bioskop Trans TV 26 September 2022

Bioskop Trans TV hari ini, Senin (26/9) akan menayangkan film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI. (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Sementara itu, Kepala Jaksa Militer Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen Siswondo Parman, dan Letnan Jenderal Soeprapto ditangkap paksa dan dibawa menuju ke tempat yang tak diketahui.

Brigjen D.I Pandjaitan juga sempat menuruti perintah para tentara PKI. Ia rela mengikuti perintah anak buah Untung yang ingin menculiknya.

D.I Pandjaitan meminta untuk berdoa terlebih dahulu. Karena terlalu lama, Pandjaitan ditembak sebelum diseret masuk ke dalam truk tentara PKI.

Usai menjemput para jenderal, baik dalam keadaan hidup atau mati, mereka yang menjadi korban itu dibawa ke kamp G30S/PKI di Lubang Buaya.

Di situ, para korban diceritakan disiksa, dibunuh, dan kemudian dibuang mayatnya ke dalam sumur Lubang Buaya.

Penumpasan Pengkhiatanan G 30 S PKI diproduksi oleh Perum Perusahaan Film Nasional (PPFN) dan dibiayai oleh Pemerintahan Soeharto alias Orde Baru.

Sutradara Arifin C Noer ditunjuk sebagai pengarah film ini. Jika merujuk pada pembukaan film ini, naskahnya ditulis "berdasarkan ide dan garis besar cerita yang disusun oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto".

Ia merupakan Brigjen Angkatan Darat-akademisi yang juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pembangunan V.

Diproduksi oleh PPFN, Pengkhianatan G30S/PKI menjadi film komersial pertama yang berani bercerita soal peristiwa 1965. Di tahun rilisnya, film itu dinominasikan memperoleh tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia dan membawa pulang satu piala.

Piala Citra kali itu untuk Arifin C. Noer yang diganjar Skenario Terbaik.

Setahun setelahnya, pada 1985, film itu masih mendapat penghargaan di FFI, kategori Film Unggulan Terlaris 1984-1985 dengan membawa pulang Piala Antemas.

Usai mengetahui sinopsis Penumpasan Pengkhiatanan G 30 S PKI, saksikan film ini hanya di Bioskop Trans TV malam ini pukul 21.45 WIB. Setelah itu, Bioskop Trans TV juga akan menayangkan Angel Has Fallen pada pukul 23.45 WIB.


HALAMAN:
1 2