Review Film: Hunt

Maulida Balqis | CNN Indonesia
Sabtu, 01 Okt 2022 20:43 WIB
Review film Hunt: Lee Jung-jae tampak memaksa penonton untuk terus berpikir sepanjang film, plus membombardir dengan beragam twist dan laga. Review film Hunt: Lee Jung-jae tampak memaksa penonton untuk terus berpikir sepanjang film, plus membombardir dengan beragam twist dan laga. (SANAI Pictures via KOFIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film spionase biasanya diharapkan bisa memicu adrenalin sekaligus memamerkan penyelesaian misi yang 'mind blowing', apalagi punya banyak rintangan yang dikemas fantastis.

Bayangan itu rasanya yang menjadi tolok ukur Lee Jung-jae dalam membuat dan membintangi filmnya, Hunt (2022). Aktor yang kini merambah kursi sutradara itu seolah berusaha keras membuat penonton tenggelam dalam adrenalin.

Lee Jung-jae membombardir penonton Hunt dengan beragam aksi laga, mulai dari ledakan bom, kejar-kejaran mobil, hingga tembak-tembakan. Belum lagi segala aksi itu dibalut polesan drama, tanpa jeda napas.

Sajian adegan yang sebenarnya lumrah ada itu berhasil dikemas Lee Jung-jae dengan sedemikian rupa hingga membuat saya terbengong. Alasannya? Hampir setiap scene dalam Hunt punya twist tersendiri.

Karena memiliki plot yang kompleks, saya rasa otak penonton dipaksa terus mencerna dan menebak-nebak apa yang sedang terjadi di hadapan mereka, dan apa yang akan terjadi berikutnya.

Lee Jung-jae, dalam film panjang debutnya sebagai sutradara, mengajak penonton bersama-sama menemukan siapa musuh sejati dari kisah ini.

Namun, apakah itu perkara mudah? Bisa iya, bisa tidak. Terbilang mudah karena sejak awal penonton disuapi sedikit demi sedikit bocoran cerita yang menjadi plot awal. Namun ini juga bisa jadi sulit karena misi itu bukan satu-satunya cerita.

Film Korea Hunt (2022)Review film Hunt: Lee Jung-jae tampak memaksa penonton untuk terus berpikir sepanjang film, plus membombardir dengan beragam twist dan laga. (SANAI Pictures via KOFIC)

Lee Jung-jae bisa dibilang terlalu naif bila berharap twist di dalam twist bisa menjual film karyanya itu. Karena sesungguhnya hal itu membuat Hunt terkesan too much dan bertele-tele.

Film aksi memang banyak yang memiliki alur slow burn, tapi itu tidak cukup bisa diselesaikan dengan baik oleh Lee Jung-jae. Hanya peran ciamik para aktor yang mampu menyelamatkan kekacauan alur cerita Hunt.

Penampilan Lee Jung-jae berhasil menjadi nyawa untuk Hunt. Pemenang Emmy Awards itu seolah jadi pemandu aktor lain untuk sama-sama menampilkan adegan yang memukau.

Antara Jung-jae dan Jung Woo-sung juga terjalin chemistry yang luar biasa. Love-hate situation di antara mereka jadi penyokong utama, tapi bukan satu-satunya dalam film ini.

Akting Jeon Hye-jin sebagai tangan kanan Park Pyong-ho (Lee Jung-jae) juga layak diacungi jempol. Meski tak begitu kentara, Jeon Hye-jin mampu membawakan sosok tangan kanan idaman bagi seluruh atasan.

Sementara itu, Go Yoon-jung juga cukup piawai memerankan karakter mahasiswi lugu sekaligus nakal. Perannya yang abu-abu menjadi daya tarik tersendiri untuk karakter Jo Yoo-jeong.

Film yang mengangkat peristiwa politik di Korea pada 1980-an ini pada dasarnya tidak begitu buruk. Meski merupakan karya debutan sutradara baru, film Hunt masih sangat bisa dinikmati para pecinta action yang mendambakan adegan laga.

Setidaknya, untuk ukuran sutradara baru, Lee Jung-jae cukup sukses menyajikan adegan tersebut.

[Gambas:Youtube]

Gif banner Allo Bank
(end/end)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER