Jakarta, CNN Indonesia -- Netflix membela The Crown musim kelima setelah mendapat seruan boikot dari sejumlah pihak yang berada di lingkungan terdekat Istana Buckingham. Menurut Netflix, plot cerita dalam serial tersebut adalah bentuk dramatisasi dari kisah nyata.
"The Crown selalu disajikan sebagai drama berdasarkan peristiwa sejarah," kata perwakilan dari Netflix, seperti dilansir dari CNN, pada Senin (17/10).
"Musim ke-5 adalah dramatisasi fiksi, membayangkan apa yang bisa terjadi di balik pintu tertutup selama satu dekade penting bagi keluarga kerajaan - yang telah diteliti dan didokumentasikan dengan baik oleh jurnalis, penulis biografi, dan sejarawan," tambah perwakilan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang memprotes plot cerita The Crown musim kelima adalah mantan Perdana Menteri Inggris John Major.
Dalam serial itu, karakter Charles (Dominic West) yang saat itu masih berstatus pangeran mengatakan kepada John Major (Jonny Lee Miller) bahwa ia menginginkan dukungan Major untuk menurunkan takhta ibunya, tak lain dan tak bukan Ratu Elizabeth II.
Selain itu, Major juga tidak terima dengan penggambaran The Crown terhadap dirinya dan istrinya, Norma, yang dikatakan meremehkan Ratu Elizabeth beserta keluarga kerajaan.
[Gambas:Video CNN]
Terkait plot-plot tersebut, perwakilan John Major membantah kebenarannya dan menyebutnya sebagai "banyak omong kosong yang dijajakan tanpa alasan lain selain untuk memberikan dampak dramatis yang maksimal - dan sepenuhnya salah.".
Pihak Major juga mengatakan mantan perdana menteri itu tidak pernah didekati oleh Netflix untuk mengecek fakta sejarah. Mereka menegaskan isi pembicaraan antara dirinya dengan Charles yang sekarang kini menjadi Raja Inggris itu bersifat pribadi.
Lanjut ke sebelah...
The Crown 5 Dinilai Tak Akurat
Netflix membela The Crown musim kelima setelah mendapat seruan dari mantan Perdana Menteri Inggris John Major. (Foto: Arsip Netflix)
"Tidak satu pun dari adegan yang Anda gambarkan akurat--dengan cara apa pun. Mereka fiksi secara murni dan sederhana," tambah perwakilan itu.
Mereka juga membantah pernah adanya kemungkinan soal menurunkan takhta mendiang Ratu Elizabeth II. "Juga tidak ada subjek yang tidak mungkin dan tidak pantas yang pernah diangkat oleh mantan Pangeran Wales (atau Sir John) saat itu."
Selain John Major, ejumlah pihak yang berada di lingkungan terdekat Istana Buckingham itu menuding plot yang tersedia dalam musim terbaru tidak sesuai kenyataan.
"Semua dialognya sungguh dibuat-buat. Semua percakapan yang ada dalam layar adalah fiksi," ungkap salah seorang sumber terdekat dari Istana kepada Daily Mail, Minggu (16/10).
"Beberapa adegannya dibuat semata-mata untuk tujuan dramatis dan komersial tanpa sedikitpun memperhatikan kebenarannya. Orang-orang harus memboikot ini" tuturnya.
The Crown musim kelima mengundang aktor-aktor baru untuk musim terbaru serial Netflix itu. Dominic West dipercaya sebagai Pangeran Charles dan Imelda Staunton sebagai Ratu Elizabeth II.
Selain itu, Jonathan Pryce berperan sebagai Pangeran Philip, sedangkan Elizabeth Debicki berperan sebagai Putri Diana.
The Crown Season 5 bakal membahas drama keluarga Kerajaan Inggris pada dekade '90-an, babak baru pernikahan Charles dan Diana yang sudah bermasalah sejak awal.
Musim terbaru The Crown juga akan berfokus pada perayaan ke-40 tahun masa kekuasaan Ratu Elizabeth II.
The Crown musim kelima dijadwalkan tayang 9 November di Netflix.
[Gambas:Video CNN]