Jakarta, CNN Indonesia -- Pada akhir pekan lalu, akun Twitter Kanye West ditangguhkan setelah mengunggah simbol swastika dalam Bintang Daud. Namun lambang itu rupanya bukan merujuk pada Nazi dan anti-Semit.
Diberitakan New York Post, Senin (5/12), lambang kombinasi yang sensitif bagi masyarakat Yahudi dan Eropa tersebut rupanya berasal dari kelompok pemuja UFO.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok tersebut bernama Rael Movement alias Raelinisme yang sudah didirikan oleh Rael alias Claude Vorilhon sejak 19 September 1974 di Prancis. Kelompok pemuja UFO ini bahkan seringkali dianggap sebagai sekte, bahkan mereka dinilai sebagai penganut agama UFO.
Menurut laporan VICE pada 2020, penganut Raelinisme ini mengklaim sudah memiliki 50 ribu penganut di 85 negara di dunia.
"Semua kehidupan diciptakan oleh Elohim, makhluk luar angkasa yang mengunjungi bumi dari planet lain," kata Glen Carter, presiden Realian Inggris Raya kepada VICE.
[Gambas:Video CNN]
Kelompok Raelinisme percaya, Elohim menciptakan 40 manusia hibrida Elohim dalam sejarah yang bertindak sebagai nabi juga rasul bagi umat manusia.
Raelinisme ini memang memiliki simbol kombinasi antara swastika dan Bintang Daud. Swastika sejatinya adalah lambang suci dalam tradisi Hindu yang kemudian dimodif oleh Nazi sebagai lambang mereka.
Sementara Bintang Daud adalah lambang heksagram kombinasi dua segitiga sama sisi yang saling beradu. Biasanya lambang ini digunakan oleh umat Yahudi sebagai jati diri mereka.
"Jangan khawatir, lambang Realinisme tak ada kaitannya dengan Yahudi dan Nazi," kata anggota Realinisme, Houari kepada Newsweek pada 2020.
Houari menyebut, lambang itu menyimbolkan "ketakterbatasan" dan waktu. Lambang ketakterbatasan sendiri dalam matematika disimbolkan sebagai angka 8 horisontal. Namun kelompok ini memodifikasi swastika dengan simbol matematika tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Realinisme: Kecerdasan Tinggi Lahir Usai Seks
Lambang yang membuat akun Twitter Kanye West ditangguhkan rupanya berasal dari kelompok pemuja UFO. (AP/Mark J. Terrill)
Diberitakan New York Post, penganut Realinisme percaya bahwa teknologi canggih yang bisa menyelamatkan umat manusia hanya bisa diciptakan dengan kecerdasan tinggi yang muncul tepat setelah aktivitas seksual.
Dengan pemahaman tersebut, kelompok ini dilaporkan sangat memihak pada hubungan badan antar manusia, dan menyarankan melakukannya sesering mungkin atas nama umat manusia.
Bahkan, Playboy pada 2004 menulis sebuah laporan yang menyebut sekte ini memiliki orang "terpilih" yang kemudian disebut "pink angels". Orang-orang ini diharapkan menahan aktivitas seksual mereka dan menyerahkannya untuk makhluk luar angkasa.
Beragam laporan yang mencengangkan juga bermunculan berkaitan dengan kelompok ini.
Salah satunya seperti pada 2000, mereka dilaporkan menghabiskan US$500 ribu untuk usaha mengkloning manusia karena menganggap kloning adalah kunci menuju kehidupan abadi.
Kini Kanye West ditangguhkan di Twitter karena memamerkan lambang milik Realinisme. Aksi itu ia lakukan setelah berkali-kali tersandung kasus antisemit dan mengakui memuja Nazi.
"Saya mencoba yang terbaik. Meski begitu, dia kembali melanggar peraturan kami yang melarang penghasutan untuk kekerasan," kata bos Twitter, Elon Musk, mengonfirmasi penangguhan akun itu.
Ia kemudian berujar, "Akun [Kanye West] akan ditangguhkan."