Penjelasan Akhir Alice in Borderland Season 2 dan Musim Lanjutan
CNN Indonesia
Sabtu, 31 Des 2022 19:52 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Berikut penjelasan ending (akhir) Alice in Borderland season 2, termasuk peluang season 3 atau spin-off berdasarkan manga karya Haro Aso. (Netflix/Kumiko Tsuchiya)
Jakarta, CNN Indonesia --
Artikel ini mengandung spoiler/beberan.
Alice in Borderland season 2 menjadi salah satu serial yang amat dinantikan fan dan akhirnya tayang jelang 2022 berakhir. Serial tersebut masih menggambarkan usaha sekelompok orang bertahan hidup di tengah gim mematikan.
Alice in Borderland season 2 menceritakan Arisu (Kento Yamazaki) bersama Usagi (Tao Tsuchiya) dan beberapa orang yang berhasil keluar dari Beach karena telah menyelesaikan permainan numbered cards.
Mereka kini melanjutkan permainan dan berhadapan dengan face cards. Penjelasan mengenai numbered cards di sini, sedangkan face cards di sini.
Arisu, Usagi, dan beberapa lainnya, seperti Chishiya (Nijiro Murakami), Kuina (Aya Asahina), dan Ann (Ayaka Miyoshi) terpisah, tak lama setelah keluar dari Beach.
Sehingga, mereka memainkan permainan face cards yang berbeda-beda, seperti King of Clubs, Jack of Hearts, Queen of Spades, hingga yang paling sulit ditaklukkan, King of Spades.
King of Spades menghabiskan sebagian besar peserta lewat tembakan brutal sejak episode awal. Ia pun akhirnya takluk berkat kerja sama epik dari Arisu Cs. Namun, hampir semua anggota tim terluka parah, termasuk Aguni (Sho Aoyagi) dan Heiya (Yuri Tsunematsu).
Kondisi itu membuat Arisu hanya bersama Usagi untuk masuk ke pertandingan akhir, yakni melawan Queen of Hearts di mana Mira menjadi game master. Hearts selalu dikenal sebagai permainan yang paling sulit karena memainkan perasaan pemainnya.
Namun, Mira kala itu hanya mengusulkan permainan croquet sederhana. Arisu kala itu hanya perlu menyelesaikan tiga permainan tanpa peduli menang atau kalah. Ia harus bertahan sampai akhir, tidak keluar di tengah jalan.
Mira (Riisa Naka) sebagai Queen of Hearts sekaligus game master Alice in Borderland yang kembali muncul sebagai pertandingan akhir dalam season 2. (Netflix)
Saat diliput kebingungan, Mira sempat menawarkan Arisu dan Usagi minum teh bersama. Di sana lah permainan yang sesungguhnya dimulai. Mira mulai memanipulasi dan meyakinkan Arisu dunia yang dijalani saat ini hanya ilusi.
Kondisi itu pula yang membuat Arisu lemah hingga hampir mengaku kalah dan berpotensi tak melanjutkan permainan croquet. Namun, Usagi melakukan hal ekstrem untuk buat Arisu sadar Borderland dan permainan gila itu nyata.
Langkah ekstrem Usagi membuat Arisu terbangun. Tak hanya itu, Mira pun menyadari situasi itu adalah kekalahan baginya. Sehingga, Arisu dan Mira melanjutkan babak terakhir croquet.
Arisu menyelesaikan tiga babak croquet sehingga secara resmi semua face cards telah dikalahkan. Sama seperti para pemain kalah lainnya, Mira ditembak dengan laser dari langit.
Lanjut ke sebelah...
Sementara itu, para peserta yang masih bertahan, seperti tim Arisu, diberi dua pilihan. Pilihan pertama adalah kembali ke dunia asal. Sedangkan pilihan kedua adalah menetap di Borderland dan bisa jadi citizen, seperti para face cards.
Tim Arisu memilih keluar dari Borderland. Sedangkan dua peserta yang ditemui Chishiya, yakni Yaba dan Banda, memilih tinggal di Borderland.
Setelah keputusan itu dibuat, penonton akan melihat jawaban dari semua pertanyaan yang muncul sejak musim pertama.
Mereka yang memilih kembali akan terbangun di rumah sakit. Mereka sesungguhnya orang-orang yang jadi korban tragedi meteor. Di episode akhir ditampilkan, para pemain berada di pusat kota Tokyo yang sama saat meteor jatuh.
Sehingga, Arisu cs dan banyak orang lainnya berada di Borderland saat mereka dalam kondisi kritis di dunia nyata. Sehingga, pemain yang tewas dalam permainan, juga meninggal di dunia nyata.
Menariknya, semua permainan yang berlangsung di Borderland dengan masa visa yang terus diperpanjang itu setara dengan kondisi 1 menit henti jantung dari para pemain di dunia nyata.
Ketika sadar di dunia nyata, para pemain tidak memiliki ingatan sama sekali mengenai hal yang terjadi di Borderland atau orang-orang yang mereka temui di sana.
Secara garis besar, akhir dari serial Alice in Borderland season 2 sama seperti yang ditampilkan dalam manga, termasuk kemunculan kartu Joker di akhir.
Oleh sebab itu, jika merujuk pada karya originalnya, semua kisah utama ditutup dengan kemunculan Joker.
Namun, Haro Aso memiliki dua manga spin-off Alice in Borderland, yakni Alice on Border Road dan Alice in Borderland: Retry. Keduanya tak memiliki keterkaitan langsung dengan kisah utama di Alice in Borderland.
Alice on Border Road mengisahkan seorang anak sekolah yang tiba-tiba terbangun di kawasan Kyoto dengan kartu Queen of Clubs di tangannya.
Sedangkan Alice in Borderland: Retry mengisahkan kehidupan Arisu beberapa tahun setelah Alice in Borderland. Ia mengalami musibah yang membuatnya kembali ke Borderland.
Hingga kini, belum terdapat kabar mengenai kelanjutkan serial live-action Alice in Borderland. Musim pertama Alice in Borderland dan season 2 masing-masing memiliki delapan episode yang bisa ditonton di Netflix.
Alice in Borderland season 2 menjadi salah satu serial yang amat dinantikan fan dan akhirnya tayang jelang 2022 berakhir. Serial tersebut masih menggambarkan usaha sekelompok orang bertahan hidup di tengah gim mematikan.
Alice in Borderland season 2 menceritakan Arisu (Kento Yamazaki) bersama Usagi (Tao Tsuchiya) dan beberapa orang yang berhasil keluar dari Beach karena telah menyelesaikan permainan numbered cards.
Mereka kini melanjutkan permainan dan berhadapan dengan face cards. Penjelasan mengenai numbered cards di sini, sedangkan face cards di sini.
Arisu, Usagi, dan beberapa lainnya, seperti Chishiya (Nijiro Murakami), Kuina (Aya Asahina), dan Ann (Ayaka Miyoshi) terpisah, tak lama setelah keluar dari Beach.
Sehingga, mereka memainkan permainan face cards yang berbeda-beda, seperti King of Clubs, Jack of Hearts, Queen of Spades, hingga yang paling sulit ditaklukkan, King of Spades.
King of Spades menghabiskan sebagian besar peserta lewat tembakan brutal sejak episode awal. Ia pun akhirnya takluk berkat kerja sama epik dari Arisu Cs. Namun, hampir semua anggota tim terluka parah, termasuk Aguni (Sho Aoyagi) dan Heiya (Yuri Tsunematsu).
Kondisi itu membuat Arisu hanya bersama Usagi untuk masuk ke pertandingan akhir, yakni melawan Queen of Hearts di mana Mira menjadi game master. Hearts selalu dikenal sebagai permainan yang paling sulit karena memainkan perasaan pemainnya.
Namun, Mira kala itu hanya mengusulkan permainan croquet sederhana. Arisu kala itu hanya perlu menyelesaikan tiga permainan tanpa peduli menang atau kalah. Ia harus bertahan sampai akhir, tidak keluar di tengah jalan.
Mira (Riisa Naka) sebagai Queen of Hearts sekaligus game master Alice in Borderland yang kembali muncul sebagai pertandingan akhir dalam season 2. (Netflix)
Saat diliput kebingungan, Mira sempat menawarkan Arisu dan Usagi minum teh bersama. Di sana lah permainan yang sesungguhnya dimulai. Mira mulai memanipulasi dan meyakinkan Arisu dunia yang dijalani saat ini hanya ilusi.
Kondisi itu pula yang membuat Arisu lemah hingga hampir mengaku kalah dan berpotensi tak melanjutkan permainan croquet. Namun, Usagi melakukan hal ekstrem untuk buat Arisu sadar Borderland dan permainan gila itu nyata.
Langkah ekstrem Usagi membuat Arisu terbangun. Tak hanya itu, Mira pun menyadari situasi itu adalah kekalahan baginya. Sehingga, Arisu dan Mira melanjutkan babak terakhir croquet.
Arisu menyelesaikan tiga babak croquet sehingga secara resmi semua face cards telah dikalahkan. Sama seperti para pemain kalah lainnya, Mira ditembak dengan laser dari langit.
Lanjut ke sebelah...
Peluang Season 3 Usai Alice in Borderland 2
Berikut penjelasan ending (akhir) Alice in Borderland season 2, termasuk peluang season 3 atau spin-off berdasarkan manga karya Haro Aso. (Netflix/Kumiko Tsuchiya)
Sementara itu, para peserta yang masih bertahan, seperti tim Arisu, diberi dua pilihan. Pilihan pertama adalah kembali ke dunia asal. Sedangkan pilihan kedua adalah menetap di Borderland dan bisa jadi citizen, seperti para face cards.
Tim Arisu memilih keluar dari Borderland. Sedangkan dua peserta yang ditemui Chishiya, yakni Yaba dan Banda, memilih tinggal di Borderland.
Setelah keputusan itu dibuat, penonton akan melihat jawaban dari semua pertanyaan yang muncul sejak musim pertama.
Mereka yang memilih kembali akan terbangun di rumah sakit. Mereka sesungguhnya orang-orang yang jadi korban tragedi meteor. Di episode akhir ditampilkan, para pemain berada di pusat kota Tokyo yang sama saat meteor jatuh.
Sehingga, Arisu cs dan banyak orang lainnya berada di Borderland saat mereka dalam kondisi kritis di dunia nyata. Sehingga, pemain yang tewas dalam permainan, juga meninggal di dunia nyata.
Menariknya, semua permainan yang berlangsung di Borderland dengan masa visa yang terus diperpanjang itu setara dengan kondisi 1 menit henti jantung dari para pemain di dunia nyata.
Ketika sadar di dunia nyata, para pemain tidak memiliki ingatan sama sekali mengenai hal yang terjadi di Borderland atau orang-orang yang mereka temui di sana.
Secara garis besar, akhir dari serial Alice in Borderland season 2 sama seperti yang ditampilkan dalam manga, termasuk kemunculan kartu Joker di akhir.
Oleh sebab itu, jika merujuk pada karya originalnya, semua kisah utama ditutup dengan kemunculan Joker.
Namun, Haro Aso memiliki dua manga spin-off Alice in Borderland, yakni Alice on Border Road dan Alice in Borderland: Retry. Keduanya tak memiliki keterkaitan langsung dengan kisah utama di Alice in Borderland.
Alice on Border Road mengisahkan seorang anak sekolah yang tiba-tiba terbangun di kawasan Kyoto dengan kartu Queen of Clubs di tangannya.
Sedangkan Alice in Borderland: Retry mengisahkan kehidupan Arisu beberapa tahun setelah Alice in Borderland. Ia mengalami musibah yang membuatnya kembali ke Borderland.
Hingga kini, belum terdapat kabar mengenai kelanjutkan serial live-action Alice in Borderland. Musim pertama Alice in Borderland dan season 2 masing-masing memiliki delapan episode yang bisa ditonton di Netflix.