Viral Lagu Helo Kuala Lumpur Diduga Jiplak Halo-Halo Bandung

CNN Indonesia
Selasa, 12 Sep 2023 10:30 WIB
Viral Lagu Helo Kuala Lumpur Diduga Jiplak Halo-Halo Bandung
Lagu Halo-Halo Bandung selama ini dikenal merupakan karya Ismail Marzuki. (Arsip Taman Ismail Marzuki)

Meski dikenal sebagai karya Ismail Marzuki, lagu Halo-Halo Bandung sebenarnya masih memiliki kontroversi terkait siapa pencipta sesungguhnya lagu ikonik tersebut.

Bandung memang punya keistimewaan bagi Ismail Marzuki. Ia menghasilkan sejumlah lagu yang terinspirasi dari kota itu, yaitu Lenggang Bandung, Saputangan dari Bandung Selatan, Bandung Selatan di Waktu Malam, dan Ole! Ole! Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut katalog lagu yang dilampirkan Ninok Leksono dalam bukunya Seabad Ismail Marzuki Senandung Melintas Zaman (2014), Halo-Halo Bandung masuk dalam kategori lagu ciptaan Ismail Marzuki dan dibuat pada 1945.

Namun Ninok memberikan catatan pada lagu tersebut lantaran masih menimbulkan perdebatan akan keaslian karya Ismail Marzuki.

Dikisahkan Ninok, lagu Halo-Halo Bandung disebut akademisi Remy Silado dalam seminar sehari 'Para Tokoh Sejarah Betawi Abad XIX-XX' pada 2013 merupakan karangan Lumban Tobing.



Lumban merupakan prajurit Siliwangi yang pergi ke Yogyakarta bersama peletonnya dan menyanyikan lagu ini. Ia disebut menggunakan ketenaran lagu Hallo Bandoeng karangan Willy Derby yang telah terkenal sebelumnya pada 1923.

Kontroversi ini pernah ditanggapi oleh Eulis Zuraida, istri mendiang Ismail Marzuki, kala masih hidup. Eulis mengatakan lagu Halo-Halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki.

Perempuan asal Bandung tersebut mengaku kepada anaknya, Rachmi, bahwa Ismail membuat lagu itu ketika dalam masa pacaran dengannya. Kala itu bersamaan dengan meletusnya Bandung Lautan Api.

"Kontroversi itu sudah lama saya dengar. Waktu itu ibu masih ada, saya tanya, 'Ibu, ini lagu ada di koran katanya bukan ciptaan Aa [panggilan akrab Ismail Marzuki]'," kata Rachmi Ismail kepada CNNIndonesia.com pada Mei 2018.

"Kata ibu, 'Itu ciptaan Aa, suruh ke sini orangnya ngomong ke gue, enak aja. Orang itu [lagu dibuat] Aa sama Uu [ketika] lagi pacaran, setelah itu ada huru-hara Bandung Lautan Api'. Begitu katanya," paparnya.



Namun ketika CNNIndonesia.com menelusuri keberadaan partitur Halo-Halo Bandung di Taman Ismail Marzuki dan Perpustakaan Nasional pada 2018, dokumen bersejarah itu tidak ditemukan.

Di sisi lain, wartawan senior yang pernah bertemu secara langsung oleh Ismail Marzuki, mendiang Alwi Shahab punya keyakinannya sendiri soal polemik ini.

"Hal itu [kontroversi Halo-Halo Bandung] hal biasa," kata Alwi ketika CNNIndonesia.com menjenguknya di kediamannya di Condet, Jakarta Timur, Mei 2018.

"Saya yakin [Halo-Halo Bandung] itu lagunya pak Ismail, sebab cara-cara dia ngomong [penggunaan lirik] seperti gerakan ketika dia masih muda," lanjutnya.

(end)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kanal YouTube dengan konten berbahasa Melayu Malaysia bernama Lagu Kanak TV viral jadi pergunjingan netizen, setelah salah satu lagunya dituding menjiplak lagu Halo-Halo Bandung.

Lagu bertajuk Helo Kuala Lumpur yang diunggah kanal YouTube tersebut pada 27 Mei 2020 jadi perbincangan di Twitter sejak Senin (11/9) karena bermelodi sama dengan Halo-Halo Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, lagu Helo Kuala Lumpur hanya mengubah kata sapaan dan beberapa kata lain dari lirik asli Halo-Halo Bandung yang selama ini dikenal karya Ismail Marzuki.

"Hello Kuala Lumpur, Ibu kota keriangan// Hello Kuala Lumpur, kota kenang-kenangan// Sudah lama aku, tidak berjumpa denganmu, sekarang sudah semakin maju, aku suka sekali//" begitu lirik Helo Kuala Lumpur.

Sementara itu, Halo-Halo Bandung memiliki kata sapaan "beta" untuk mengganti "saya" dan mengisahkan peristiwa Bandung Lautan Api pada 23-24 Maret 1946.

"Halo-halo Bandung, Ibu kota Periangan// Halo-halo Bandung, kota kenang-kenangan// Sudah lama beta, tidak berjumpa dengan kau, sekarang telah menjadi lautan api, mari bung rebut kembali//" begitu lirik Halo-Halo Bandung.

[Gambas:Video CNN]



Netizen pun kesal, tapi tampak sudah terbiasa, dengan beragam musik hingga tarian Indonesia yang seringkali kena klaim dari negara tetangga.

Sementara itu, di kanal Lagu Kanak TV, lagu Helo Kuala Lumpur ini sudah disaksikan lebih dari 166 ribu kali. Namun kolom komentar sudah dimatikan.

"MARI BUNG REBUT KEMBALI. bukan ini aja loh yang diklaim mereka. bisa bisanya ini dibilang lagu nasional juga disana. Tadi aku denger ini di sebelah ada keponakan,dia langsung bilang "IH SALAH BUKAN GITU LAGUNYA" kata seorang netizen.

"liriknya jelek banget, maksa. mending kalo nyontek digubah jadi lebih bagus, lah ini udah nyontek, jelek lagi." kata yang lain.

"DARI SEGI LIRIK GA ENAK DI DENGAR TERLALU MAKSA LAHHHH, APA SI" imbuh lainnya.

Lihat Juga :
LAPORAN INTERAKTIF
Dramaturgi Slamet Rahardjo

"Negara tetangga ini ndak punya ciri khas bisanya cuma curi identitas negara kita, harusnya ada tindakan sihh," kata yang lain.

Dalam deskripsi kanal, saluran Lagu Kanak TV yang sudah online sejak 27 September 2016 ini berisi konten lagu yang didedikasikan khusus untuk anak-anak berusia 2-9 tahun.

Selain itu, kanal Lagu Kanak TV ini diketahui menjadi bagian dari Infinitum Network yang berkantor pusat di Hyderabad, Telangana, India, seperti dikutip dari laman jaringan tersebut.

Jaringan konten tersebut juga punya saluran khusus penonton Indonesia di YouTube, seperti Lagu Anak Indonesia Balita, Kastari sentra, Lagu Anak TV, Lagu Anak Indonesia, Indonesian Fairy Tales.





Lanjut ke sebelah...

Misteri Pencipta Halo-Halo Bandung

Ismail Marzuki dengan istrinya, Eulis Zuraida. (Arsip Taman Ismail Marzuki)

Meski dikenal sebagai karya Ismail Marzuki, lagu Halo-Halo Bandung sebenarnya masih memiliki kontroversi terkait siapa pencipta sesungguhnya lagu ikonik tersebut.

Bandung memang punya keistimewaan bagi Ismail Marzuki. Ia menghasilkan sejumlah lagu yang terinspirasi dari kota itu, yaitu Lenggang Bandung, Saputangan dari Bandung Selatan, Bandung Selatan di Waktu Malam, dan Ole! Ole! Bandung.

Menurut katalog lagu yang dilampirkan Ninok Leksono dalam bukunya Seabad Ismail Marzuki Senandung Melintas Zaman (2014), Halo-Halo Bandung masuk dalam kategori lagu ciptaan Ismail Marzuki dan dibuat pada 1945.

Namun Ninok memberikan catatan pada lagu tersebut lantaran masih menimbulkan perdebatan akan keaslian karya Ismail Marzuki.

Dikisahkan Ninok, lagu Halo-Halo Bandung disebut akademisi Remy Silado dalam seminar sehari 'Para Tokoh Sejarah Betawi Abad XIX-XX' pada 2013 merupakan karangan Lumban Tobing.

[Gambas:Video CNN]



Lumban merupakan prajurit Siliwangi yang pergi ke Yogyakarta bersama peletonnya dan menyanyikan lagu ini. Ia disebut menggunakan ketenaran lagu Hallo Bandoeng karangan Willy Derby yang telah terkenal sebelumnya pada 1923.

Kontroversi ini pernah ditanggapi oleh Eulis Zuraida, istri mendiang Ismail Marzuki, kala masih hidup. Eulis mengatakan lagu Halo-Halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki.

Perempuan asal Bandung tersebut mengaku kepada anaknya, Rachmi, bahwa Ismail membuat lagu itu ketika dalam masa pacaran dengannya. Kala itu bersamaan dengan meletusnya Bandung Lautan Api.

"Kontroversi itu sudah lama saya dengar. Waktu itu ibu masih ada, saya tanya, 'Ibu, ini lagu ada di koran katanya bukan ciptaan Aa [panggilan akrab Ismail Marzuki]'," kata Rachmi Ismail kepada CNNIndonesia.com pada Mei 2018.

"Kata ibu, 'Itu ciptaan Aa, suruh ke sini orangnya ngomong ke gue, enak aja. Orang itu [lagu dibuat] Aa sama Uu [ketika] lagi pacaran, setelah itu ada huru-hara Bandung Lautan Api'. Begitu katanya," paparnya.

[Gambas:Infografis CNN]



Namun ketika CNNIndonesia.com menelusuri keberadaan partitur Halo-Halo Bandung di Taman Ismail Marzuki dan Perpustakaan Nasional pada 2018, dokumen bersejarah itu tidak ditemukan.

Di sisi lain, wartawan senior yang pernah bertemu secara langsung oleh Ismail Marzuki, mendiang Alwi Shahab punya keyakinannya sendiri soal polemik ini.

"Hal itu [kontroversi Halo-Halo Bandung] hal biasa," kata Alwi ketika CNNIndonesia.com menjenguknya di kediamannya di Condet, Jakarta Timur, Mei 2018.

"Saya yakin [Halo-Halo Bandung] itu lagunya pak Ismail, sebab cara-cara dia ngomong [penggunaan lirik] seperti gerakan ketika dia masih muda," lanjutnya.


HALAMAN:
1 2