Review konser: Pestapora 2023 kurang siap menyeimbangkan ambisi dan antusiasme besar penonton, sehingga pengalaman festival musik tidak semeriah janjinya. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
2
Pestapora 2023 kurang siap menyeimbangkan ambisi dan antusiasme besar penonton, sehingga pengalaman festival musik tidak semeriah janjinya.
Di sana, para penampil memang bukan penarik massa. Namun interaksi antara penonton dan mereka justru tercipta secara nyata. Mereka lahir dari embrio kolektif Microgram Entertainment asal Bandung, Yes No Wave Music asal Yogyakarta, serta Paguyuban Crowdsurfing asal Jakarta.
Akan menyenangkan apabila Boss Creator dapat berkolaborasi jangka panjang dengan ketiga kolektif di atas, untuk menggelar event berskala medium yang digelar secara reguler.
Sebenarnya, jika dilaksanakan dengan konsisten, ambisi besar Boss Creator akan lebih tersalurkan. Benih-benih tersebut dapat cepat tumbuh jadi ajang yang lebih monumental, sekaligus memberikan standar tersendiri bagi penyelenggara lain ketika ingin membuat ajang sejenis.
Sementara itu, dalam amatan saya, panggung-panggung lain di Pestapora 2023 tak lebih dari momen gagah-gagahan panggung dengan para penampil mewah.
Lagipula, rasanya hanya 4-5 jam yang bisa digunakan secara efektif untuk berpesta pora, yang sayangnya, terasa sedikit porak-poranda. Dalam durasi seperti itu, penonton paling hanya bisa menyaksikan empat band dari puluhan yang tampil tiap harinya di panggung yang berbeda-beda.
Namun bila ingin menyaksikan band raksasa macam S07, Dewa 19, atau Burgerkill X Seringai, penonton setidaknya harus menyisakan waktu 30 menit lebih awal agar mendapatkan spot menonton sesuai keinginan.
Dengan tiga hari bejubel di antara kerumunan massa, Pestapora 2023 memberikan banyak pembelajaran berharga. Salah satunya, untuk menjadi penyelenggara acara berskala besar sejatinya tak melulu soal kompetisi jumlah penonton.
Hal itu lantaran pada akhirnya, pengalaman menikmati pertunjukan musik adalah hal yang akan dibawa pulang secara nyata dalam tiap benak penonton. Apalah arti berpesta besar-besaran bila penontonnya tak bisa menikmati pesta itu karena harus melawan gelombang arus manusia.
Pestapora 2023 seakan kurang siap menyeimbangkan ambisi pribadi dan antusiasme besar penonton, sehingga menjadikan pengalaman festival musik tidak semeriah janji yang ditawarkan.
Terlepas dari fisik yang makin menua, akses air minum di Pestapora 2023 juga tidak semudah melihat para selebriti berseliweran. Toh, melihat selebriti tak mungkin menghilangkan dahaga usai menyusup di antara kerumunan.
Sehingga, bersosialisasi dengan beberapa rekan lama di balik panggung adalah pilihan bijaksana dibanding harus berdesakan dan merelakan set lengkap si musisi setiap tiba di panggung tujuan.
Meski sangat mengundang perhatian lewat gimik-gimik sopan, Pestapora 2023 bagi saya bukanlah rangkaian pertunjukan yang bisa memberikan banyak bekas di kenangan.
(end)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bila mengambil standar jumlah pengunjung dan mengira-ngira besaran perputaran uang yang terjadi dalam Pestapora 2023 kemarin, bisa dibilang acara itu memang sukses besar.
Selama tiga hari, 22-24 September 2023, acara festival musik tersebut sukses menjejalkan nyaris 100 ribu orang ke kawasan Gambir Expo dan JIExpo Kemayoran Jakarta.
Puluhan ribu orang itu datang setiap harinya dengan maksud sesuai dengan nama acara tersebut, berpesta pora. Apalagi kesuksesan gelaran pertama tahun lalu juga jadi daya tarik mereka yang ingin datang ke festival musik.
Tahun ini pula, acara itu menawarkan berbagai ragam aktivasi, jenis panggung, hingga daftar penampil yang menunjukkan ambisi jauh lebih tinggi dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Namun, hadir dengan ambisi tinggi nampaknya memang membuat Boss Creator selaku promotor harus berkompromi dengan banyak hal.
Salah satu yang mungkin jadi 'korban' dari Pestapora 2023 ini adalah kenyamanan dan alur penonton. Hal itu terlihat dari bagaimana seorang pengunjung keluar dari kawasan festival itu.
Mungkin terlihat maklum, tapi menghabiskan 90 menit mengeluarkan mobil dari tempat parkir tentu bukan hal yang nyaman. Apalagi dengan bayangan betapa penuh sesak puluhan ribu penonton harian yang hilir-mudik tak keruan imbas pemetaan panggung yang minim presisi.
Sementara itu, 'jualan' line-up yang terdiri ratusan pengisi lintas genre dan generasi juga sebenarnya tidak membedakan acara ini dengan festival-festival lain yang sudah ada sebelumnya.
Meski dipenuhi oleh sejumlah line-up semacam Sheila on 7, Dewa 19 ft. Ello hingga Inul Daratista, Pestapora 2023 tidak mampu menawarkan kelebihan khusus yang membuatnya layak untuk masuk ke dalam kategori festival musik terbaik 2023.
Seperti contoh, Sheila on 7 sebagai salah satu puncak penampil di hari terakhir sebenarnya bukanlah pengalaman yang menyenangkan untuk penonton.
Mood penonton yang kelelahan menghadapi ribuan sesama penonton dan penampilan lainnya menjadi fenomena utama saat Duta cs menyanyikan nomor-nomor hits mereka di atas panggung.
Pejantan Tangguh nampaknya sengaja dipilih dimainkan di awal set agar puluhan ribu penonton dapat termotivasi mengikuti penampilan S07 dengan khusyu.
Memang, catatan nyaris 100 ribu penonton sepanjang akhir pekan memang tak bisa dicapai semua penyelenggara. Namun tak jelas sebenarnya apa yang dicari oleh festival musik ini, apakah murni sekadar menjual konser massal atau jadi kesegaran festival musik seperti yang dikampanyekan.
Meski begitu, Pestapora 2023 setidaknya masih merangkul banyak pihak untuk bisa berkompromi. Hal itu terlihat dari area Microgram Alternative Stage dan Yes No Klub yang jadi oase dari panggung-panggung raksasa tanpa arti.
Lanjut ke sebelah...
Review Konser: Pestapora 2023
Review konser: Pestapora 2023 kurang siap menyeimbangkan ambisi dan antusiasme besar penonton, sehingga pengalaman festival musik tidak semeriah janjinya. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Di sana, para penampil memang bukan penarik massa. Namun interaksi antara penonton dan mereka justru tercipta secara nyata. Mereka lahir dari embrio kolektif Microgram Entertainment asal Bandung, Yes No Wave Music asal Yogyakarta, serta Paguyuban Crowdsurfing asal Jakarta.
Akan menyenangkan apabila Boss Creator dapat berkolaborasi jangka panjang dengan ketiga kolektif di atas, untuk menggelar event berskala medium yang digelar secara reguler.
Sebenarnya, jika dilaksanakan dengan konsisten, ambisi besar Boss Creator akan lebih tersalurkan. Benih-benih tersebut dapat cepat tumbuh jadi ajang yang lebih monumental, sekaligus memberikan standar tersendiri bagi penyelenggara lain ketika ingin membuat ajang sejenis.
Sementara itu, dalam amatan saya, panggung-panggung lain di Pestapora 2023 tak lebih dari momen gagah-gagahan panggung dengan para penampil mewah.
Lagipula, rasanya hanya 4-5 jam yang bisa digunakan secara efektif untuk berpesta pora, yang sayangnya, terasa sedikit porak-poranda. Dalam durasi seperti itu, penonton paling hanya bisa menyaksikan empat band dari puluhan yang tampil tiap harinya di panggung yang berbeda-beda.
Namun bila ingin menyaksikan band raksasa macam S07, Dewa 19, atau Burgerkill X Seringai, penonton setidaknya harus menyisakan waktu 30 menit lebih awal agar mendapatkan spot menonton sesuai keinginan.
Dengan tiga hari bejubel di antara kerumunan massa, Pestapora 2023 memberikan banyak pembelajaran berharga. Salah satunya, untuk menjadi penyelenggara acara berskala besar sejatinya tak melulu soal kompetisi jumlah penonton.
Hal itu lantaran pada akhirnya, pengalaman menikmati pertunjukan musik adalah hal yang akan dibawa pulang secara nyata dalam tiap benak penonton. Apalah arti berpesta besar-besaran bila penontonnya tak bisa menikmati pesta itu karena harus melawan gelombang arus manusia.
Pestapora 2023 seakan kurang siap menyeimbangkan ambisi pribadi dan antusiasme besar penonton, sehingga menjadikan pengalaman festival musik tidak semeriah janji yang ditawarkan.
Terlepas dari fisik yang makin menua, akses air minum di Pestapora 2023 juga tidak semudah melihat para selebriti berseliweran. Toh, melihat selebriti tak mungkin menghilangkan dahaga usai menyusup di antara kerumunan.
Sehingga, bersosialisasi dengan beberapa rekan lama di balik panggung adalah pilihan bijaksana dibanding harus berdesakan dan merelakan set lengkap si musisi setiap tiba di panggung tujuan.
Meski sangat mengundang perhatian lewat gimik-gimik sopan, Pestapora 2023 bagi saya bukanlah rangkaian pertunjukan yang bisa memberikan banyak bekas di kenangan.