Mendiang Matthew Perry Dituding Bohong Sudah Bersih dari Kecanduan
CNN Indonesia
Kamis, 11 Jan 2024 12:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pengakuan Matthew Perry sebelum meninggal yang menyebut ia tak lagi kecanduan narkoba dinilai temannya sendiri sebagai kebohongan. (AFP/Frederick M. Brown)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pengakuan Matthew Perry sebelum meninggal yang menyebut ia tak lagi kecanduan narkoba dinilai temannya sendiri sebagai kebohongan.
Tiga sumber yang mengenal Perry mengatakan kepada Us Weekly bahwa aktor tersebut telah berbohong mengatakan dirinya "bersih" di buku memoar yang rilis 2022.
"Dia ingin menjual buku," kata seorang sumber dalam artikel yang rilis Rabu (10/1). "Semuanya dikarang dan manipulasi, kenyataan tidaklah penting,"
"Bahkan, dia pernah menabrakkan mobil Aston Martin miliknya ketika lagi teler," lanjut sumber itu dan mengatakan kejadian itu terjadi saat Perry mengaku bersih.
"Dia cuma merusak mobil tersebut dan tak ada yang terluka, tapi dia tidak mempertimbangkan bahwa dirinya bisa membunuh seseorang," kata sumber itu.
Bukan cuma itu, sumber tersebut juga menuduh Matthew Perry menggunakan dating app Raya untuk bertemu perempuan muda yang bisa memberikan dirinya narkoba.
"Dia tidak lagi tampil di depan umum. Begitulah cara dia menyelinap melewati kerumunan. Pecandu itu pintar, dan Matthew itu brilian," lanjutnya.
Bukan cuma soal pernyataan tak lagi kecanduan. Sumber Us Weekly lainnya juga menuding bahwa Matthew Perry merupakan orang yang kasar, baik secara verbal, fisik, dan emosional.
"Dia bukan orang jahat. Cuma dia begitu terjerumus dalam kecanduan sehingga dia tidak menjadi dirinya sendiri dan menjadi yang semestinya," kata sumber itu.
Sumber itu merujuk pada kejadian Maret 2022, ketika Perry dituding menyerang teman lamanya, Morgan Moses yang dalam memoar disebut sebagai Erin, dalam percakapan konfrontasi soal dugaan penggunaan narkoba oleh Perry.
"Dia membanting Moses ke dinding dan melempari perempuan itu dan menyeretnya ke tempat tidur," kata sumber tersebut. "Dia bilang, 'kalau gue mau ngelukain lo, gue bisa saja',"
Diberitakan New York Post, Moses diam saja saat itu. Namun ketika akhirnya ia pergi meninggalkan Perry, aktor tersebut disebut "malu".
Lanjut ke sebelah...
"Perry panik karena orang yang selalu berada di sisinya telah meninggalkannya. Morgan adalah sahabatnya, dan dia merusak itu semua," kata sumber tersebut.
"Perry mendorong dia sampai ke titik puncak," lanjut sumber tersebut.
Tudingan serupa juga muncul dari sumber yang lain, bahwa Matthew pernah berperilaku kasar terhadap salah satu perawatnya.
"Dia kejam," kata sumber tersebut. "Dia harus membayar banyak perempuan untuk terapi. Dia meninggalkan banyak kerusakan,"
Sementara itu, Kepolisian Los Angeles menyebut penyelidikan kematian Matthew Perry resmi ditutup, 73 hari setelah bintang Friends tersebut ditemukan meninggal dunia pada 28 Oktober 2023.
Menurut pernyataan ke People seperti yang dirilis pada Selasa (9/1), pihak kepolisian merasa tidak perlu lagi mencari penyebab kematian Perry usai laporan autopsi dirilis.
Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles County juga mengonfirmasi di laman mereka bahwa kasus kematian Perry dianggap "ditutup".
Pada 16 Desember 2023, Hasil autopsi mengungkapkan aktor "Friends" Matthew Perry meninggal akibat efek akut ketamin dan kemudian tenggelam, menurut laporan otopsi.
Laporan yang dirilis Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles menunjukkan darah Perry dinyatakan positif mengandung ketamin dalam jumlah tinggi yang dipakai untuk mengobati depresi dan kecemasan.
"Tingkat ketamin yang tinggi ditemukan dalam spesimen darah posmortemnya. Efek paling mematikan bisa disebabkan oleh stimulasi berlebihan pada kardiovaskular dan penurunan pernapasan," kata laporan tersebut.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pengakuan Matthew Perry sebelum meninggal yang menyebut ia tak lagi kecanduan narkoba dinilai temannya sendiri sebagai kebohongan.
Tiga sumber yang mengenal Perry mengatakan kepada Us Weekly bahwa aktor tersebut telah berbohong mengatakan dirinya "bersih" di buku memoar yang rilis 2022.
"Dia ingin menjual buku," kata seorang sumber dalam artikel yang rilis Rabu (10/1). "Semuanya dikarang dan manipulasi, kenyataan tidaklah penting,"
"Bahkan, dia pernah menabrakkan mobil Aston Martin miliknya ketika lagi teler," lanjut sumber itu dan mengatakan kejadian itu terjadi saat Perry mengaku bersih.
"Dia cuma merusak mobil tersebut dan tak ada yang terluka, tapi dia tidak mempertimbangkan bahwa dirinya bisa membunuh seseorang," kata sumber itu.
Bukan cuma itu, sumber tersebut juga menuduh Matthew Perry menggunakan dating app Raya untuk bertemu perempuan muda yang bisa memberikan dirinya narkoba.
"Dia tidak lagi tampil di depan umum. Begitulah cara dia menyelinap melewati kerumunan. Pecandu itu pintar, dan Matthew itu brilian," lanjutnya.
Bukan cuma soal pernyataan tak lagi kecanduan. Sumber Us Weekly lainnya juga menuding bahwa Matthew Perry merupakan orang yang kasar, baik secara verbal, fisik, dan emosional.
"Dia bukan orang jahat. Cuma dia begitu terjerumus dalam kecanduan sehingga dia tidak menjadi dirinya sendiri dan menjadi yang semestinya," kata sumber itu.
Sumber itu merujuk pada kejadian Maret 2022, ketika Perry dituding menyerang teman lamanya, Morgan Moses yang dalam memoar disebut sebagai Erin, dalam percakapan konfrontasi soal dugaan penggunaan narkoba oleh Perry.
"Dia membanting Moses ke dinding dan melempari perempuan itu dan menyeretnya ke tempat tidur," kata sumber tersebut. "Dia bilang, 'kalau gue mau ngelukain lo, gue bisa saja',"
Diberitakan New York Post, Moses diam saja saat itu. Namun ketika akhirnya ia pergi meninggalkan Perry, aktor tersebut disebut "malu".
Lanjut ke sebelah...
Tudingan Kasar ke Perempuan
Pengakuan Matthew Perry sebelum meninggal yang menyebut ia tak lagi kecanduan narkoba dinilai temannya sendiri sebagai kebohongan. (Getty Images via AFP/JASON KEMPIN)
"Perry panik karena orang yang selalu berada di sisinya telah meninggalkannya. Morgan adalah sahabatnya, dan dia merusak itu semua," kata sumber tersebut.
"Perry mendorong dia sampai ke titik puncak," lanjut sumber tersebut.
Tudingan serupa juga muncul dari sumber yang lain, bahwa Matthew pernah berperilaku kasar terhadap salah satu perawatnya.
"Dia kejam," kata sumber tersebut. "Dia harus membayar banyak perempuan untuk terapi. Dia meninggalkan banyak kerusakan,"
Sementara itu, Kepolisian Los Angeles menyebut penyelidikan kematian Matthew Perry resmi ditutup, 73 hari setelah bintang Friends tersebut ditemukan meninggal dunia pada 28 Oktober 2023.
Menurut pernyataan ke People seperti yang dirilis pada Selasa (9/1), pihak kepolisian merasa tidak perlu lagi mencari penyebab kematian Perry usai laporan autopsi dirilis.
Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles County juga mengonfirmasi di laman mereka bahwa kasus kematian Perry dianggap "ditutup".
Pada 16 Desember 2023, Hasil autopsi mengungkapkan aktor "Friends" Matthew Perry meninggal akibat efek akut ketamin dan kemudian tenggelam, menurut laporan otopsi.
Laporan yang dirilis Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles menunjukkan darah Perry dinyatakan positif mengandung ketamin dalam jumlah tinggi yang dipakai untuk mengobati depresi dan kecemasan.
"Tingkat ketamin yang tinggi ditemukan dalam spesimen darah posmortemnya. Efek paling mematikan bisa disebabkan oleh stimulasi berlebihan pada kardiovaskular dan penurunan pernapasan," kata laporan tersebut.