Penyebab Shinichi Kudo Menyusut Jadi Conan di Komik Detective Conan
CNN Indonesia
Jumat, 19 Jan 2024 16:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Berikut penjelasan penyebab tubuh Shinichi Kudo menyusut seperti anak kecil dan menjadi Conan Edogawa dalam komik Detective Conan. (Shogakukan-Shueisha Productions Co., Ltd. )
Gin melumpuhkan Shinichi dan memaksanya menelan APTX 4869, racun hasil eksperimen Black Organization. Racun itu diyakini bisa membunuh siapa pun yang meminumnya. Sehingga, mereka langsung meninggalkan Shinichi setelah itu.
Alih-alih meninggal, tubuh Shinichi malah menyusut dan tampak seperti bocah berusia enam tahun sebagai efek samping racun tersebut.
Di tengah rasa kebingungan, ia bertemu Profesor Agasa, tetangga sekaligus teman dekat keluarganya. Profesor Agasa percaya dengan cerita Shinichi dan memintanya merahasiakan identitas diri supaya tak jadi incaran Black Organization.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saran tersebut membuat Shinichi menyiapkan identitas untuk tubuh barunya. Ia memilih nama alias Conan Edogawa yang diambil dari Arthur Conan Doyle dan Edogawa Rampo, penulis dan kritikus yang memiliki peran besar dalam perkembangan misteri dan thriller fiksi di Jepang.
Sebagai Conan Edogawa, ia berpura-pura menjadi saudara jauh Agasa. Ia pun dijaga oleh Ran dan membuatnya tetap bisa mengungkapkan misteri pembunuhan karena ayah Ran, Kogori Mouri, memiliki detective agency.
Tak hanya itu, demi melindungi dan mendalami identitas barunya, Shinichi yang kini dikenal sebagai Conan terpaksa mendaftar sebagai siswa di SD Teitan.
Ia berteman dengan Ayumi, Genta, dan Mitsuhiko sehingga mereka menciptakan Detective Boys. Hal tersebut dilakukan untuk mencari cara mendapatkan kembali tubuh yang sesungguhnya dengan bantuan pencipta APTX 4869, Ai Haibara.
Di sepanjang seri komik, Shinichi sempat kembali ke tubuhnya sebagai remaja, seperti pada Volume 26. Conan kembali menjadi Shinichi sekitar 48 jam menggunakan antidote (prototipe) yang disintesis Ai Haibara.
(chri)
Jakarta, CNN Indonesia --
Detective Conan merupakan seri manga detektif yang begitu terkenal di dunia sejak terbit pada 1994. Manga karya Aoyama Gosho itu mengikuti kisah Shinichi Kudo, remaja yang tiba-tiba berubah menjadi anak kecil dan bernama Conan Edogawa.
Hal itu terjadi ketika ia menyelidiki sebuah organisasi misterius. Dengan tubuh seperti anak SD tersebut, Shinichi alias Conan tetap memecahkan banyak kasus misteri, terutama yang berhubungan dengan organisasi misterius itu.
Sebelum menyusut menjadi anak kecil, Shinichi Kudo adalah remaja 16 tahun, siswa SMA Teitan. Ia begitu populer karena kerap membantu polisi Tokyo memecahkan misteri pembunuhan.
Ia merupakan anak dari pasangan penulis misteri, Yusaku Kudo, dan mantan bintang film, Yukiko Kudo. Nama yang diberikan orang tuanya itu memiliki arti satu kebenaran; shi berarti kebenaran, ichi berarti satu.
Sehingga, kehidupannya pun sejalan dengan namanya sebagai detektif muda yang kerap mengungkap kebenaran, seperti ketika sedang jalan-jalan dengan teman masa kecilnya, Ran Mouri ke Tropical Land.
Momen tersebut yang kemudian mengubah kehidupannya. Pada suatu hari, ia mengajak Ran Mouri ke taman bermain untuk merayakan kemenangan ran dalam pertandingan Karate. Ketika di sana, ia malah berusaha mengungkap misteri pembunuhan.
Shinichi pun sempat terpisah dari Ran karena mengikuti Vodka, laki-laki berpakaian hitam yang tampil mencurigakan dan jadi salah satu tersangka kasus pembunuhan sebelumnya.
Ia kemudian menyaksikan pemerasan antara Vodka dan seorang presiden perusahaan di daerah terpencil. Akibat terlalu fokus melihat transaksi itu, Shinichi tak menyadari ada Gin selaku mitra Vodka yang menyelinap dari belakang.
Lanjut ke sebelah...
Kenapa Shinichi Kudo Berubah Jadi Conan Edogawa?
Berikut penjelasan penyebab tubuh Shinichi Kudo menyusut seperti anak kecil dan menjadi Conan Edogawa dalam komik Detective Conan. (dok. Meitantei Conan Production Committee/Polydor/Shogakukan Production via IMDb)
Gin melumpuhkan Shinichi dan memaksanya menelan APTX 4869, racun hasil eksperimen Black Organization. Racun itu diyakini bisa membunuh siapa pun yang meminumnya. Sehingga, mereka langsung meninggalkan Shinichi setelah itu.
Alih-alih meninggal, tubuh Shinichi malah menyusut dan tampak seperti bocah berusia enam tahun sebagai efek samping racun tersebut.
Di tengah rasa kebingungan, ia bertemu Profesor Agasa, tetangga sekaligus teman dekat keluarganya. Profesor Agasa percaya dengan cerita Shinichi dan memintanya merahasiakan identitas diri supaya tak jadi incaran Black Organization.
Saran tersebut membuat Shinichi menyiapkan identitas untuk tubuh barunya. Ia memilih nama alias Conan Edogawa yang diambil dari Arthur Conan Doyle dan Edogawa Rampo, penulis dan kritikus yang memiliki peran besar dalam perkembangan misteri dan thriller fiksi di Jepang.
Sebagai Conan Edogawa, ia berpura-pura menjadi saudara jauh Agasa. Ia pun dijaga oleh Ran dan membuatnya tetap bisa mengungkapkan misteri pembunuhan karena ayah Ran, Kogori Mouri, memiliki detective agency.
Tak hanya itu, demi melindungi dan mendalami identitas barunya, Shinichi yang kini dikenal sebagai Conan terpaksa mendaftar sebagai siswa di SD Teitan.
Ia berteman dengan Ayumi, Genta, dan Mitsuhiko sehingga mereka menciptakan Detective Boys. Hal tersebut dilakukan untuk mencari cara mendapatkan kembali tubuh yang sesungguhnya dengan bantuan pencipta APTX 4869, Ai Haibara.
Di sepanjang seri komik, Shinichi sempat kembali ke tubuhnya sebagai remaja, seperti pada Volume 26. Conan kembali menjadi Shinichi sekitar 48 jam menggunakan antidote (prototipe) yang disintesis Ai Haibara.