5 Film Korea soal Kudeta Terinspirasi Kisah Nyata, 12.12 the Day
CNN Indonesia
Rabu, 04 Des 2024 21:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Berikut 5 rekomendasi film Korea soal kudeta yang terinspirasi kisah nyata, seperti 12.12: The Day hingga A Taxi Driver. (dok. Plus M Entertainment via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Korea Selatan kerap membuat film berdasarkan kisah nyata, termasuk kudeta atau upaya pemakzulan presiden. Salah satu yang terbaru adalah 12.12: The Day yang menjadi perwakilan Korea Selatan ke Piala Oscar 2025.
Film tersebut dibuat berdasarkan Pemberontakan Militer 12.12 atau peristiwa yang terjadi 12 Desember 1979 di Seoul ketika Mayor Jenderal Angkatan Darat Republik Korea Chun Doo-hwan, komandan Komando Keamanan Pertahanan, bertindak tanpa izin dari Penjabat Presiden Choi Kyu-hah.
Ia memerintahkan penangkapan Jenderal Jeong Seung-hwa, Kepala Staf Angkatan Darat ROK, atas tuduhan keterlibatan dalam pembunuhan mantan Presiden Park Chung-hee.
Selain itu, ada pula A Taxi Driver yang masuk 15 besar film Korea terlaris sepanjang masa dengan penjualan lebih dari 11,56 juta tiket di box office lokal.
Film yang dibintangi Song Kang-ho itu berpusat pada Pemberontakan Gwangju, 18 Mei 1980 hingga 27 Mei 1980, yang diperkirakan mengakibatkan 2.000 orang tewas. Alur cerita film mencerminkan latar belakang sejarah peristiwa itu.
Berikut 5 film Korea tentang kudeta terinspirasi kisah nyata.
12.12: The Day mengambil latar di Seoul pada akhir 1970-an, tepatnya ketika terjadi kudeta militer di Korea pada 12 Desember 1979.
Cerita berpusat tentang dua karakter yang menjadi figur penting di balik kudeta militer tersebut. Chun Doo-kwang (Hwang Jung-min) merupakan dalang di balik rencana kudeta pada 12 Desember 1979.
Chun Doo-kwang yang menjabat sebagai Kepala Komando Keamanan itu harus menghadapi suatu konfrontasi mencekam selama sembilan jam dengan Lee Tae-shin (Jung Woo-sung).
Tae-shin merupakan Komandan Pertahanan Ibu Kota yang dengan berani menentang kudeta itu meski harus menanggung risiko pribadi yang begitu besar.
12.12: The Day bisa disaksikan di iQIYI dan Vidio.
The Man Standing Next merupakan film yang mengadaptasi cerita pembunuhan Jenderal Park Chung-hee pada 1979. Film itu dibintangi sederet aktor ternama, mulai dari Lee Byung-hun, Kwak Dong-won, Lee Sung-min, serta Lee Hee-joon.
Pada 26 Oktober 1979, Direktur Badan Intelijen Pusat Korea Kim Kyu-Pyeong (Lee Byung-Hun) membunuh Presiden Korea Selatan Park (Lee Sung-Min).
40 hari sebelum pembunuhan tersebut, mantan direktur Badan Intelijen Pusat Korea yang diasingkan, Park Yong-Kak (Kwak Do-Won), bersaksi melawan pemerintah Korea Selatan di sidang pengadilan AS.
Kim Kyu-Pyeong dan Kwak Sang-Cheon (Lee Hee-Jun) menyusun rencana untuk menghentikannya.
The Man Standing Next dapat disaksikan di Prime Video.
Sedikit berbeda dari film-film sebelumnya, A Taxi Driver dibuat berdasarkan kisah nyata dan menggambarkan situasi kudeta dari sudut pandang seorang pengemudi taksi bernama Kim Man-sub (Song Kang-ho).
Film ini mengambil latar saat gejolak Gwangju di 1980. Kisah bermula dari seorang jurnalis Jerman yang ingin ke sana dan bersedia memberi bayaran tinggi untuk yang mengantarnya.
Di sisi lain, Kim Man-sub sangat butuh uang bayaran tersebut karena perlu membiayai kehidupan anaknya serta melunasi tagihan rumah sakit sepeninggal istrinya.
Saat tidak ada supir taxi yang mau mengantar jurnalis itu, Man-sub justru bersedia. Tapi keduanya tidak tahu bahwa kondisi Gwangju sangat 'panas' dan mengancam nyawa mereka.
Steel Rain menceritakan Eom Chul-soo (Jung Woo-sung), mantan agen top Korea Utara yang ditugaskan perwira militer berpangkat tinggi Ree Tae-han (Kim Kap-soo) untuk membunuh dua orang yang paling dekat dengan pemimpin mereka.
Eom Chul-woo diberi tahu bahwa kedua orang itu tengah merencanakan kudeta dan ia menerima tugas tersebut. Saat menunggu targetnya muncul selama penampilan publik oleh pemimpin mereka, bom tiba-tiba mendarat di kerumunan.
Tentara Korea Utara turun ke daerah itu dan menembak siapa pun yang masih bergerak. Selama kekacauan itu, Eom Chul-woo mempertaruhkan nyawa untuk membawa pemimpin Korea Utara yang terluka itu ke tempat yang aman.
Sementara itu, Kwak Chul-woo (Kwak Do-won) adalah kepala urusan keamanan luar negeri di Korea Selatan. Ia mendengar tentang kudeta yang terjadi di Korea Utara dan mengetahui bahwa pemimpin Korea Utara telah pergi ke Seoul.
1987: When the Day Comes berdasarkan kisah nyata tentang mahasiswa, sekaligus anggota gerakan pro-demokrasi Park Jong-chul (Yeo Jin-goo) ditangkap polisi dan disiksa hingga tewas pada 1987
Polisi dan pemerintahan di bawah Presiden Chun Doo-hwan berusaha menutupi kasus Park Jong-chul, tetapi media dan mahasiswa berusaha mengungkap kebenaran itu.
Korea Selatan kerap membuat film berdasarkan kisah nyata, termasuk kudeta atau upaya pemakzulan presiden. Salah satu yang terbaru adalah 12.12: The Day yang menjadi perwakilan Korea Selatan ke Piala Oscar 2025.
Film tersebut dibuat berdasarkan Pemberontakan Militer 12.12 atau peristiwa yang terjadi 12 Desember 1979 di Seoul ketika Mayor Jenderal Angkatan Darat Republik Korea Chun Doo-hwan, komandan Komando Keamanan Pertahanan, bertindak tanpa izin dari Penjabat Presiden Choi Kyu-hah.
Ia memerintahkan penangkapan Jenderal Jeong Seung-hwa, Kepala Staf Angkatan Darat ROK, atas tuduhan keterlibatan dalam pembunuhan mantan Presiden Park Chung-hee.
Selain itu, ada pula A Taxi Driver yang masuk 15 besar film Korea terlaris sepanjang masa dengan penjualan lebih dari 11,56 juta tiket di box office lokal.
Film yang dibintangi Song Kang-ho itu berpusat pada Pemberontakan Gwangju, 18 Mei 1980 hingga 27 Mei 1980, yang diperkirakan mengakibatkan 2.000 orang tewas. Alur cerita film mencerminkan latar belakang sejarah peristiwa itu.
Berikut 5 film Korea tentang kudeta terinspirasi kisah nyata.
12.12: The Day mengambil latar di Seoul pada akhir 1970-an, tepatnya ketika terjadi kudeta militer di Korea pada 12 Desember 1979.
Cerita berpusat tentang dua karakter yang menjadi figur penting di balik kudeta militer tersebut. Chun Doo-kwang (Hwang Jung-min) merupakan dalang di balik rencana kudeta pada 12 Desember 1979.
Chun Doo-kwang yang menjabat sebagai Kepala Komando Keamanan itu harus menghadapi suatu konfrontasi mencekam selama sembilan jam dengan Lee Tae-shin (Jung Woo-sung).
Tae-shin merupakan Komandan Pertahanan Ibu Kota yang dengan berani menentang kudeta itu meski harus menanggung risiko pribadi yang begitu besar.
12.12: The Day bisa disaksikan di iQIYI dan Vidio.
The Man Standing Next merupakan film yang mengadaptasi cerita pembunuhan Jenderal Park Chung-hee pada 1979. Film itu dibintangi sederet aktor ternama, mulai dari Lee Byung-hun, Kwak Dong-won, Lee Sung-min, serta Lee Hee-joon.
Pada 26 Oktober 1979, Direktur Badan Intelijen Pusat Korea Kim Kyu-Pyeong (Lee Byung-Hun) membunuh Presiden Korea Selatan Park (Lee Sung-Min).
40 hari sebelum pembunuhan tersebut, mantan direktur Badan Intelijen Pusat Korea yang diasingkan, Park Yong-Kak (Kwak Do-Won), bersaksi melawan pemerintah Korea Selatan di sidang pengadilan AS.
Kim Kyu-Pyeong dan Kwak Sang-Cheon (Lee Hee-Jun) menyusun rencana untuk menghentikannya.
The Man Standing Next dapat disaksikan di Prime Video.
5 Rekomendasi Film Korea tentang Kudeta, Terinspirasi Kisah Nyata
Berikut 5 rekomendasi film Korea soal kudeta yang terinspirasi kisah nyata, seperti 12.12: The Day hingga A Taxi Driver. (via IMDb)
A Taxi Driver
Sedikit berbeda dari film-film sebelumnya, A Taxi Driver dibuat berdasarkan kisah nyata dan menggambarkan situasi kudeta dari sudut pandang seorang pengemudi taksi bernama Kim Man-sub (Song Kang-ho).
Film ini mengambil latar saat gejolak Gwangju di 1980. Kisah bermula dari seorang jurnalis Jerman yang ingin ke sana dan bersedia memberi bayaran tinggi untuk yang mengantarnya.
Di sisi lain, Kim Man-sub sangat butuh uang bayaran tersebut karena perlu membiayai kehidupan anaknya serta melunasi tagihan rumah sakit sepeninggal istrinya.
Saat tidak ada supir taxi yang mau mengantar jurnalis itu, Man-sub justru bersedia. Tapi keduanya tidak tahu bahwa kondisi Gwangju sangat 'panas' dan mengancam nyawa mereka.
Steel Rain menceritakan Eom Chul-soo (Jung Woo-sung), mantan agen top Korea Utara yang ditugaskan perwira militer berpangkat tinggi Ree Tae-han (Kim Kap-soo) untuk membunuh dua orang yang paling dekat dengan pemimpin mereka.
Eom Chul-woo diberi tahu bahwa kedua orang itu tengah merencanakan kudeta dan ia menerima tugas tersebut. Saat menunggu targetnya muncul selama penampilan publik oleh pemimpin mereka, bom tiba-tiba mendarat di kerumunan.
Tentara Korea Utara turun ke daerah itu dan menembak siapa pun yang masih bergerak. Selama kekacauan itu, Eom Chul-woo mempertaruhkan nyawa untuk membawa pemimpin Korea Utara yang terluka itu ke tempat yang aman.
Sementara itu, Kwak Chul-woo (Kwak Do-won) adalah kepala urusan keamanan luar negeri di Korea Selatan. Ia mendengar tentang kudeta yang terjadi di Korea Utara dan mengetahui bahwa pemimpin Korea Utara telah pergi ke Seoul.
1987: When the Day Comes berdasarkan kisah nyata tentang mahasiswa, sekaligus anggota gerakan pro-demokrasi Park Jong-chul (Yeo Jin-goo) ditangkap polisi dan disiksa hingga tewas pada 1987
Polisi dan pemerintahan di bawah Presiden Chun Doo-hwan berusaha menutupi kasus Park Jong-chul, tetapi media dan mahasiswa berusaha mengungkap kebenaran itu.