KOLOM
Pengakuan Napi Soal Pedihnya Siksaan di Guantanamo
CNN Indonesia
Kamis, 11 Des 2014 22:00 WIB
Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNNIndonesia.com
Guantanamo, Kuba, CNN Indonesia -- Samir Naji (Dok. Kemhan AS) |
Saya mendengar laporan Senat soal penyiksaan CIA setebal 6.000 halaman. Cerita saya, terjadi di tempat lain: di Guantanamo, jauh dari program CIA yang terekam dalam laporan itu. Enam Ribu halaman laporan Senat hanyalah awal yang harus diterima rakyat Amerika atas perlakuan buruk yang mengatasnamakan mereka.
Peristiwa itu dimulai dan berakhir di sel kecil yang dingin lagi membekukan, sendirian. Saat itu kau harus bertahan dan melawan kebingungan atas apa yang terjadi pada dirimu, dan rasa takut atas apa yang akan terjadi selanjutnya. Atau rasa takut yang muncul saat kau sadar bahwa tidak ada yang akan menolong; bahwa kehidupan, keluarga dan teman-teman yang kau kenal berada sangat, sangat jauh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap sesinya dimulai dengan teriakan, untuk membangunkan saya. Lalu mereka memukul saya di wajah dan punggung. Saya sangat ingin tidur, pikiran saya melayang.
Ada foto-foto wajah orang yang ditempel di tembok ruangan tersebut. Mereka menuntut saya menyebutkan identitas orang-orang di foto itu, tapi saya tidak bisa fokus untuk melihat dengan jelas siapa mereka.
Teriakan dan penghinaan semakin keras, lalu mereka menganggukkan kepala pada seorang pria di pojok ruangan. Dia lalu menyuntik saya dua kali di lengan dengan cairan entah apa. Itulah hal terakhir yang saya tahu.
Sel yang dingin lagi membekukan. Pintu sel terbuka. Kali ini para penjaga masuk, membuat suara berisik, seperti binatang liar.
Saya mencoba menolak memakan sedikit makanan yang mereka bawakan, sebagai protes atas perlakuan yang saya terima. Tapi penginterogasi menertawai saya, lalu dia marah, mengumpat dengan keras dan menumpahkan makanan ransum militer itu di kepala saya.
Dia memerintahkan seorang pria di pojok untuk mulai memberi saya makan dari dalam. Dia memasukkan selang di dua tempat di lengan saya dan membuatnya berdarah.
Sel yang dingin lagi membekukan. Pintu sel terbuka. Kali ini para penjaga mendorong saya ke lantai dan bergantian menginjaki punggung saya.
Saya katakan pada mereka bahwa saya tidak sanggup untuk tidak makan lagi. Lalu mereka melemparkan makanan ke lantai dan menyuruh saya memakannya seperti babi.
Mereka melemparkan makanan ke lantai dan menyuruh saya memakannya seperti babi. Samir Naji |
Sel yang dingin lagi membekukan. Pintu sel terbuka. Mereka memaksa saya berdiri dan memberi hormat pada bendera Amerika.
Saya berada di semacam ruang sinema, tempat saya harus melihat video tahanan lainnya yang disiksa. Lalu mereka memerintahkan saya untuk berdansa bersama mereka, dan meminta saya berlari melingkar sementara mereka menarik rantai yang mengikat saya. Setiap kali saya menolak, mereka menyentuh saya di bagian paling pribadi di tubuh saya.
Sel yang dingin lagi membekukan. Pintu sel terbuka. Di luar hujan, dan kubangan lumpur dimana-mana. Saya terikat dan tidak bisa jalan. Mereka menyeret saya melalui kubangan lumpur.
Sekarang saya dibawa ke ruang pornografi. Gambar menjijikkan ada dimana-mana. Ada sebuah gambar pria dan keledai. Saya ditelanjangi dan jenggot saya dicukur, sebuah penghinaan besar terhadap agama saya.
Saya diperlihatkan gambar porno wanita. Saya diminta membuat suara-suara binatang, saya menolak, mereka memukul saya. Sesi ini diakhiri dengan air dingin yang disirami ke seluruh tubuh saya.
Saya ditelanjangi dan jenggot saya dicukur, sebuah penghinaan besar terhadap agama saya. Samir Naji |
Dalam beberapa jam, mereka memeriksa saya selagi saya dihangatkan. Mereka menunggu saat-saat mereka bisa kembali membawa saya untuk diinterogasi.
Empat tahun lalu, enam bagan keamanan pemerintah AS duduk bersama dan meninjau kasus saya. Kesimpulan mereka? Saya tidak bersalah atas kejahatan apapun dan harus dibebaskan.
Metode sadis dan kotor yang saya terima--yang dilakukan juga di Abu Ghraib-- tidak menghasilkan apa-apa, kecuali rasa malu yang didapat oleh bendera Amerika yang tergantung di koridor penjara, yang saya harus beri hormat.
Seratus tiga puluh enam tahanan masih berada di Guantanamo, sementara politisi berdebat bagaimana cara menutupi laporan Senat. Amerika tidak bisa bersembunyi dari masa lalunya, dan maka kini, seperti ini.
Cerita kami, dan penahanan kami yang terus terjadi, tidak bisa dihilangkan.
Sumber: CNN
Baca juga:
13 Metode Penyiksaan Fisik dan Mental CIA
Apa Kabar Hambali di Guantanamo?
Reaksi Dunia Terhadap Laporan Intelijen Senat AS
Samir Naji (Dok. Kemhan AS)