Identitas WNI Penyelundup Heroin di Malaysia Belum Diketahui

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 28/01/2015 11:40 WIB
Identitas WNI Penyelundup Heroin di Malaysia Belum Diketahui KBRI Malaysia belum dapat memastikan identitas WNI penyelundup heroin seberat 56 kg senilai lebih dari Rp29 miliar. (Ilustrasi/Thinkstock)
Semenyih, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia belum dapat memastikan identitas empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh Kepolisian Malaysia terkait penyelundupan heroin senilai puluhan miliar dari Pakistan pada Selasa (27/1) lalu.

Guna mendapatkan informasi lebih lanjut, pihak KBRI Malaysia mengaku telah mengirim perwakilan untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian Malaysia.

"Kami belum dapat memastikan, tapi kami sudah kirim perwakilan untuk berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia," ujar Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono, saat dihubungi CNN Indonesia pada Selasa (28/1).


Hingga saat ini, pihak KBRI belum mendapatkan akses kekonsuleran. Namun, Hermono menuturkan bahwa biasanya identitas baru bisa didapatkan setelah tujuh hari proses pemeriksaan.

"Semua identitas orang yang ditahan biasanya baru bisa diketahui setelah tujuh hari proses penyidikan karena akan berkaitan juga dengan keterlibatan orang itu, apakah kasusnya akan diproses lebih lanjut atau tidak," papar Hermono.

Keempat WNI tersebut tertangkap bersama sembilan orang lainnya di Semenyih, Selangor. Dari Malaysia, heroin tersebut tadinya akan dikirim pula ke Indonesia lewat laut.

Diberitakan kantor berita Malaysia, Bernama, Selasa (27/1), Wakil Inspektur Jenderal Polisi Noor Rashid Ibrahim mengatakan bahwa heroin seberat 56 kg senilai RM8,4 juta atau lebih dari Rp29 miliar itu ditemukan di kotak khusus dalam mebel yang dirakit di Pakistan. Melalui prosedur ekspor resmi, akhirnya mebel itu sampai di Malaysia.

Praktik ini terbongkar dalam penyerbuan polisi ke dua tempat di Semenyih. Dalam operasi pertama di sebuah toko, polisi menemukan heroin yang disembunyikan di 72 titik dalam lemari kayu. Sebanyak sebelas orang yang terdiri dari empat pria Pakistan, empat pria Indonesia, dua pria dan satu Malaysia dibekuk.

Dalam penggerebekan kedua di daerah Bandar Sri Tanjung, polisi berhasil menangkap dua pria Pakistan. Di sana, polisi menemukan paket berisi katinon, narkoba dari daun khat. Para tersangka menjalani proses penyelidikan lebih lanjut sementara polisi memburu beberapa anggota sindikat narkoba terkait kasus ini. (den/stu)