Direktur Korean Air Marahi Puterinya Karena Insiden Kacang

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 30/01/2015 16:49 WIB
Direktur Korean Air mengaku telah memarahi anaknya karena tidak bisa kendalikan emosi ketika memerintahkan pesawat kembali berputar ke pintu terminal bandara. Heather Cho dituduh membentak-bentak awak kabin yang berlutut di lantai pesawat sebelum memerintahkan pesawat kembali ke pintu terminal karena masalah penyajian kacang. (Reuters/Han Jong-chan)
Seoul, CNN Indonesia -- Direktur Utama Korean Air Cho Yang-ho mengatakan telah memarahi puterinya karena mengusir seorang awak kabin dari dalam pesawat terbang karena masalah penyuguhan kacang di kelas satu.

“Tindakan mengusir awak kabin itu satu kesalahan apapun alasannya,” ujar Cho di depan persidangan kasus Heather Cho, putrinya yang saat itu menjabat salah satu direktur perusahaan tersebut.

“Saya memarahi dia karena tidak bisa mengendalikan emosi dan mengusir awak kabin itu,” ujarnya, sementara puterinya terlihat menyeka air mata di ruang sidang.


Insiden kemarahan karena kacang ini membuat publik Korea Selatan marah dan menjadi bahan ejekan, dan menimbulkan pertanyaan terkait kekuasaan konglomerat atau “chaebol” di negara ini.

Heather Cho, mantan direktur layanan di dalam pesawat, diadili karena melanggar peraturan penerbangan dan bersekongkol dengan sejumlah eksekutif lain perusahaan itu memaksa para awak kabin berbohong terkait insiden yang terjadi pada 5 Desember tersebut.

Cho, sang ayah, sendiri telah meminta maaf pada kepala awak kabin penerbangan dari New York ke Seoul yang dipaksa turun itu, dan berjanji dia tidak akan mendapat pembalasan dari perusahaan.

Heather Cho menuntut kepala awak kabin diturunkan dari pesawat yang sedang melaju ke landasan pacu di bandara John F. Kennedy di New York, setelah seorang pramugari menyajikan kacang dalam plastik, bukan di atas piring.

Akibat kemarahan ini, pesawat itu harus kembali ke pintu terminal.

Setelah insiden ini menjadi pembicaraan besar dan membuat marah publik Korea Selatan, Heather Cho mengundurkan diri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaannya.

Dalam kesaksian di pengadilan, seorang awak kabin bernama Kim Do-hee mengatakan bahwa Cho menjadi kasar ketika dia menanyakan awak kabin terkait layanan di dalam pesawat.

Menurutnya , Cho berteriak dengan marah sementara para awak kabin berlutut di lantai pesawat.

Tidak lama kemudian, sejumlah pejabat perusahaan penerbangan ini berusaha menekan dia dan kepala awak kabin untuk berbohong kepaa penyelidik pemerintah , dan mereka memaksanya menerima permintaan maaf Cho dengan imbalan posisi sebagai pengajar di sekolah milik penerbangan ini.

“Saya tidak mau menerima permintaan maaf itu. Saya tidak pulang ke rumah selama empat hari untuk menghindari Cho,” ujar Kim.

Dalam persidangan sebelumnya, para pengacara Cho mengaatakan bahwa kliennya mengaku salah dan tidak pantas mendapatkan hukuman dari pengadilan.

Heather Cho adalah puteri tertua dari Cho Yang-ho yang memiliki tiga anak. Kedua adiknya juga bekerja sebagai petinggi perusahaan itu. (yns)