PM Jepang Kecam Pembantaian Pilot Yordania

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 04/02/2015 10:59 WIB
PM Jepang Kecam Pembantaian Pilot Yordania Video yang memuat seorang pria yang diklaim sebagai pilot Yordania yang disandera ISIS dibakar hidup-hidup diunggah di internet. (Reuters/social media)
Tokyo, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan marah besar dengan pembunuhan “biadab” pilot Yordania oleh ISIS.

Abe kembali menegaskan sikap Jepang untuk tidak menyerah pada terorisme.

“Saya merasa geram dan marah ketika mendengar pilot Yordania Mouath al-Kasaesbeh dibakar hingga tewas,” kata Abe di parlemen Jepang pada Rabu (4/2).


“Ini kekerasan biadab dan saya mengecamnya dengan keras.”

Pada Selasa (3/2) kelompok militan ISIS merilis rekaman video yang memperlihatkan pembakaran pilot yang disandera setelah pesawat jetnya jatuh itu hidup-hidup di dalam kerangkeng besi.

Jepang masih berduka dengan pembantaian dua warganya yang disandera oleh ISIS.

Pada Minggu (1/1) ISIS mengatakan telah memenggal kepala wartawan Jepang Kenji Goto setelah upaya internasional membebaskannya melalui pertukaran tahanan dengan Yordania gagal.

Seminggu sebelumnya mereka membunuh sandera Jepang lainnya, Haruna Yukawa.

Abe mengatakan bersimpati dengan Yordania dan menawarkan solidaritas dengan pemerintah dan rakyat negara itu.

Dia mengatakan pemerintahnya akan menambah bantuan kemanusiaan Jepang ke wilayah.

“Jepang tidak akan menyerah pada terorisme. Saya bertekad untuk memenuhi komitmen saya memerangi terorisme melalui kerja sama internasional dan menambah bantuan kemanusiaan,” kata Abe.

Pembunuhan dua warga Jepang ini semakin memicu dorongan agar militer negara ini yang gerakannya dibatasi oleh UUD, diijinkan untuk melakukan misi penyelamatan di luar negeri. Dan ini merupakan bagian dari upaya Abe untuk meningkatkan kekuatan pasukan keamanan Jepang.

Akan tetapi, meskipun perubahan hukum agar bisa melaksanakan misi di luar negeri ini bisa dilakukan, militer Jepang menghadapi masalah besar dalam kapasitas pelaksanaannya.

Di lain pihak, kubu yang menolak upaya ini mengatakan mengirim tentara ke luar negeri malah meningkatkan risiko kematian tentara Jepang. (yns)