Serangan Bom Berlanjut di Baghdad, 15 Orang Tewas

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Senin, 09/02/2015 15:24 WIB
Serangan Bom Berlanjut di Baghdad, 15 Orang Tewas Serangkaian bom bunuh diri di Irak sejak Sabtu (7/2) diperkirakan terkait dengan keputusan pencabutan jam malam. (Ilustrasi/REUTERS/ Kareem Raheem)
Baghdad, CNN Indonesia -- Setidaknya 15 orang tewas dalam dua serangan pengeboman di Baghdad dan sekitarnya pada hari Senin (9/2). Serangan merupakan insiden terbaru memukul ibukota Irak dalam dua minggu terakhir.

Dilaporkan Reuters, sebuah bom bunuh diri terjadi di pos pemeriksaan keamanan di lingkungan Syiah, Kadhimiya, menewaskan 13 warga sipil dan melukai lebih dari 30 lainnya

Kadhimiya merupakan lingkungan adalah yang menjadi lokasi salah satu kuil paling suci bagi umat Syiah. Diduga, serangan bom tersebut memang menargetkan kuil suci ini.


Di lokasi berbeda, yaitu di pinggiran utara Baghdad, bom meledak di sebuah jalan protokol, menewaskan setidaknya dua orang.

Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan bom tersebut. Terdapat dugaan, serangan bom ini dilakukan oleh kelompok militan ISIS yang hingga saat ini menguasai sebagai besar wilayah utara dan barat Irak sejak tahun lalu.

ISIS memang kerap kali menargetkan sejumlah wilayah Syiah di ibu kota Baghdad.

Sebelumnya, dalam gelombang pengeboman yang terjadi pada Sabtu (7/2), setidaknya 37 orang tewas.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Brigadir Jenderal Saad Maan menepis tiga serangan bom itu terkait dengan keputusan untuk mencabut jam malam, dalam upaya menormalisasi kehidupan kota yang dilanda perang.

Pemerintah Irak mengumumkan pada Kamis bahwa kebijakan pemberlakuan jam malam yang telah berumur satu dekade di Baghdad akan berakhir pada Sabtu tengah malam. Pemerintah melalui Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi juga menyebut empat wilayah akan demiliterisasi.

Pencabutan jam malam juga ditujukan untuk mengondisikan warga Baghdad agar tidak lagi merasa di bawah ancaman kelompok militan yang menguasai sebagian besar daerah Irak utara dan barat sejak tahun lalu.

Penerapan jam malam sudah terjadi sejak invasi Amerika Serikat untuk menggulingkan Saddam Hussein pada 2003. Selama ini pemberlakuan jam malam sangat menghambat aktivitas masyarakat dan perekonomian. (ama/ama)