Dilaporkan media Turki, Hurriyet Daily Mail pada Minggu (8/2), Gonul menyatakan bertemu suaminya, Osman T, 67 tahun, di Provinsi Isparta, Turki pada September lalu. Gonul kemudian menikahi Osman karena dijanjikan hidup bahagia bersama.
Selama dua hingga tiga bulan, semuanya tampak baik-baik saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gonul, yang telah memiliki anak laki-laki berusia 12 tahun dari hasil pernikahan sebelumnya, menyatakan dia kerap dipukuli dan dihina oleh Osman, setiap kali dia menolak mengikutu adegan seperti di dalam film porno.
Cekcok rumah tangga pasangan ini terakhir kali terjadi pada tanggal Jumat (30/1) lalu, ketika anak Gonul mencoba melindungi ibunya yang sedang dipukuli oleh ayah tirinya. Sang anak kemudian memukul sang ayah tiri dengan antena.
"Dia masih tidak sadar, ketika anak saya takut setengah mati dan langsung berlari ke ruangan lain. Ketika Osman bangkit dan mencekik leher saya, saya menjatuhkannya ke lantai dan menggorok lehernya dari belakang hingga saya dengar dia kesakitan," kata Gonul yang menyandang sabuk biru dalam Taekwondo ini.
Gonul, yang kini menjalani masa tahanan sebelum pengadilan, mengaku menyesal melakukan tindakan tersebut.
Sementara, pihak berwenang Turki mengakui bahwa negara itu memiliki masalah besar soal kekerasan dalam rumah tangga, menyebabkan ratusan wanita tewas setiap tahun. Kasus seperti Gonul, di mana kekerasan rumah tangga berakhir dengan sang istri membunuh suaminya, termasuk jarang terjadi. (ama/stu)