Dijaga Ketat Tentara dan Milisi Syiah, ISIS Gempur Samarra

Ike Agestu/Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 01/03/2015 13:05 WIB
Dijaga Ketat Tentara dan Milisi Syiah, ISIS Gempur Samarra Milisi Syiah yang disebut Hashid Shaabi menjaga ketat daerah Irak yang berbatasan dengan Iran. (Reuters/Alaa Al-Marjani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku bom bunuh diri dan pejuang ISIS menyerang kota Samarra di Irak utara, yang menjadi lokasi berkumpulnya pasukan kemanan Irak dan milisi Syiah.

Sumber-sumber keamanan dan warga mengatakan serangan terhadap Samarra diluncurkan pada Sabtu (28/2) pukul 05.30 waktu setempat ketika dua pembom bunuh diri ISIS meledakkan mobil mereka di wilayah utara Sur Shnas.

Pada saat yang sama seorang pria mengendarai Humvee dengan bahan peledak ke selatan kota dan meledakkannya, sementara pejuang ISIS lain menyerang pasukan keamanan di sebelah barat dengan tembakan jitu, mortir dan granat berpeluncur roket.


Sumber-sumber medis mengatakan rumah sakit Samarra menerima 14 jenazah pejuang milisi Syiah dan polisi.

Warga melaporkan melihat asap hitam di bagian kota dan mendengar ledakan kuat. Setelah bentrokan parah di pagi hari, pertempuran itu mereda pada siang hari.

Ribuan tentara dan pejuang milisi Syiah yang dikenal sebagai Hashid Shaabi (Mobilisasi Populer) telah berkumpul di sekitar Samarra dalam usaha untuk mengusir ISIS dari benteng terdekat di Sungai Tigris, termasuk kota Tikrit yang berjarak 50 km ke utara.

Tentara menembaki distrik utara dan barat Tikrit pada Sabtu, tetapi tidak mengirim pasukan ke kota itu. Helikopter militer juga telah menembakkan roket milik ISIS di sekitar Sur Shnas, kata mereka.

Di kota Ishaaqi, sekitar 20 km tenggara dari Samarra, penembak jitu menembak mati dua anggota Hashid Shaabi ketika mereka mencoba untuk membuat sebuah penghalang pasir di jalan raya utama yang menghubungkan Samarra ke ibukota Baghdad.

Di provinsi Diyala, 11 orang tewas dalam serangan bom mobil ganda di kota Balad Roz, pada Sabtu. Salah satu dari mereka yang tewas adalah seorang hakim.

Tentara dan milisi Syiah telah mendorong ISIS dari hampir semua daerah di provinsi Diyala, yang terletak di utara-timur Baghdad, di perbatasan dengan Iran.

Namun ledakan pada Sabtu menunjukkan bahwa ISIS masih bisa melancarkan serangan di sana, sama seperti yang mereka lakukan secara teratur di ibu kota Irak, Baghdad. (stu)