"Kami menyesalkan adanya korban warga sipil dalam serangan ini," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Christiawan Nasir, sesaat setelah menggelar rapat di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (1/4).
Seperti diberitakan sebelumnya, serangan udara Arab Saudi diduga telah menewaskan sedikitnya 40 orang di kamp pengungsi di Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal ini, Tata, demikian Arrmanatha akrab disapa, mengimbau semua pihak yang bertikai untuk lebih memperhatikan keselamatan warga sipil.
Kendati demikian, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNIBHI) Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, memastikan bahwa pemerintah sudah berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi.
"Setelah ada pengumuman serangan itu, kami langsung kirim titik-titik koordinat di mana konsentrasi WNI agar diperhatikan oleh koalisi serangan udara Saudi," katanya.
Pemerintah sendiri kini sedang berkonsentrasi untuk mengintensifkan evakuasi WNI yang ada di Yaman.
"Yang penting sekarang adalah melakukan evakuasi cepat, aman, dan efisien," ucap Tata.
Untuk mempercepat langkah evakuasi WNI di Yaman, pemerintah akan mengirimkan dua tim intensifikasi pada tengah malam ini dan Kamis (2/4).
Yaman semakin berkobar saat koalisi serangan udara di bawah komando Arab Saudi melancarkan serangan guna memukul mundur pemberontak Syiah Houthi yang mulai menguasai Aden, benteng terakhir Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi.
Saudi memulai serangan para Rabu (25/3) malam dan Hadi telah angkat kaki dari negaranya pada Kamis. Ia kini berada di Riyadh. (ama/ama)