Perahu yang membawa sekitar 550 imigran itu terbalik sekitar 24 jam setelah meninggalkan Libya, menurut korban yang berhasil diselamatkan dan dibawa ke pelabuhan Italia pada Selasa (14/4) pagi, menurut lembaga Save the Children.
Tidak jelas kapan kapal itu terbalik, namun mereka yang selamat sebagian besar berasal dari wilayah sub-Sahara Afrika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Save the Children, IOM dan organisasi kemanusiaan lainnya telah menyerukan Uni Eropa untuk meningkatkan operasi penyelamatan laut sebelum arus migran melambung seperti yang biasanya mereka lakukan di musim panas.
Pada Senin, 2.851 migran yang diselmatkan dalam operasi penyelamatan di Mediterania, setidaknya sembilan meninggal dan 5629 yang diselamatkan selama akhir pekan, kata penjaga pantai Italia.
Italia, yang menangani jumlah terbesar kedatangan imigran ke Uni Eropa, berada dalam kondisi waspada saat situasi di Libya menjadi semakin tak terkendali seperti saat ini.
Secara terpisah, lembaga pengawasan perbatasan Uni Eropa, Frontex, mengatakan pada Selasa bahwa penyelundup imigran telah melepaskan tembakan untuk mencegah perahu kayu mereka disita setelah penyelamat menyelamatkan 250 orang dari lepas pantai Libya.
Setelah migran telah dipindahkan, sebuah speedboat mendekati dan awaknya menembakkan beberapa tembakan ke udara lalu melesat jauh dengan membawa kembali perahu kosong kata Frontex. (stu)