Nkoana-Mashabane mengatakan, Zuma sebenarnya ingin memenuhi undangan KAA, namun terhalang situasi sosial politik yang tak menentu di Afrika Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nkoana-Mashabane menjabarkan bahwa dia sudah berkordinasi dengan pemerintah, sejumlah diplomat, dan dubes Afrika Selatan untuk mengabarkan situasi di negaranya saat ini sudah berada dalam kendali.
"Tapi, presiden tetap di dalam negeri guna mendampingi rakyat dan memberikan rasa aman. Juga mencari pemecahan masalah dalam jangka panjang," kata Nkoana-Mashabane.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, memaklumi ketidakhadiran Zuma. Retno juga mengungkapkan bahwa Indonesia bersama dengan Afrika Selatan akan memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Asia-Afrika yang akan diselenggarakan besok, Senin (20/4).
Dalam kesempatan tersebut, Retno juga menyatakan, Indonesia dan Afrika Selatan sepakat memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di sektor ekonomi, dan juga dalam konteks Reinvigorating The New Asian-African Strategic Partnership (NAASP).
"Kami sangat bangga menghadiri peringatan 60 tahun KAA yang sangat bersejarah ini. Sepuluh tahun lalu, Indonesia dan Afrika Selata menginisiasi NAASP untuk kali pertama di KAA," kata Nkoana-Mashabane.
Dalam perhelatan ini, Nkoana-Mashabane mengungkapkan bahwa Afrika Selatan membawa 20 pebisnis untuk berpartisipasi dalam Konferensi Bisnis Asia-Afrika (AABS). Sejumlah menteri dari Afrika Selatan juga sudah hadir di Indonesia.
"Kami akan menjelajahi kesempatan hubungan bilateral yang lebih erat. Afrika Selatan dan Indonesia akan maju bersama-sama," ujar Nkoana-Mashabane.
Nkoana-Mashabane juga memastikan pada undangan bilateral berikutnya Zuma akan datang ke Indonesia. "Dia sudah pasti akan datang mengunjungi Indonesia. Karena saya mengatakan bahwa makanan Indonesia sangat enak," ucapnya. (har/har)