Dari Batu Akik Hingga Kujang untuk Buah Tangan KAA

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 22/04/2015 19:14 WIB
Ridwan Kamil membeberkan buah tangan bagi delegasi negara peserta napak tilas peringatan 60 tahun berupa batu akik hingga kujang dan buku investasi. Ridwan Kamil membeberkan buah tangan bagi delegasi negara peserta napak tilas peringatan 60 tahun berupa batu akik hingga kujang dan buku investasi. (Antara/Widodo S. Jusuf)
Bandung, CNN Indonesia -- Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, membeberkan buah tangan yang akan diberikan kepada para delegasi negara peserta napak tilas peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika pada Jumat (24/4).

"Ada kerudung Asia Afrika, ada keramik, ada kujang dari Kabupaten Bandung, ada buku investasi, batu akik," ujar Emil, demikian Ridwan akrab disapa, kepada awak media saat meninjau persiapan peringatan KAA di Bandung, Rabu (22/4).

Dari keseluruhan oleh-oleh tersebut, ada satu yang menarik perhatian beberapa orang, yaitu buku investasi. Menjawab pertanyaan khalayak, Emil berkata, "Saya mau jualan Bandung."


Emil lantas menjabarkan bahwa buku tersebut merupakan panduan untuk berinvestasi di Bandung. "Nanti pas di pesawat para delegasi ini kan mungkin bosan di pesawat, ada suvenir dari Bandung dibuka, dibaca, ada panduan. Siapa tahu ada yang nyangkut," katanya diiringi tawa.

Emil mengaku bahwa ide tersebut merupakan buah pikirnya sendiri. "Saya kan dulunya wirausaha, jadi saya tahu bagaimana caranya mencari kesempatan," ucapnya.

Menurut Emil, ini adalah kesempatan emas. "Ada presiden dari puluhan negara. Ada 1.300 wartawan yang meliput. Kapan lagi? Tidak ada event yang bisa membawa wartawan sebanyak itu," ujarnya.

Rangkaian acara peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika ini dihelat pada 19-24 April. Pertemuan tingkat pejabat tinggi sendiri diselenggarakan di Jakarta pada 19-23 April. Pada 24 April seluruh perwakilan negara akan bertolak ke Bandung untuk melakukan prosesi napak tilas KAA.

Konferensi Asia Afrika pertama kali diselenggarakan pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung. Pertemuan ini diadakan dengan tujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, dan negara imperialis lainnya. (stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK