Hanggar Kapal Jepang dari PD II Ditemukan di Dasar Laut

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 05/05/2015 16:19 WIB
Hanggar Kapal Jepang dari PD II Ditemukan di Dasar Laut Peneliti Hawaii menemukan hanggar dari kapal perang tercanggih Jepang saat masa PD II. Hanggar tersebut dapat menampung tiga kapal amfibi sayap lipat. (Dok. NHK/University of Hawaii Manoa via CNN.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laut Pasifik sekali lagi menguak sejarah Perang Dunia II. Para peneliti dari Universitas Hawaii dan Badan Nasional Laut dan Atmosfer Hawaii (NOAA) mengumumkan bahwa mereka menemukan bagian penting dari kapal selam Jepang yang dikaramkan setelah perang berakhir.

Seperti dilansir CNN, Selasa (5/5), salah satu bagian kapal perang Angkatan Laut I-400 tersebut sudah ditemukan di kedalaman 2.300 kaki di perairan barat daya Pantai Oahu pada akhir 2013. Namun, saat itu para peneliti melewatkan satu bagian penting, yaitu hanggar kapal yang besarnya dapat memuat tiga amfibi sayap lipat.

Gelombang rasa penasaran para awak media pemerintah, NHK, mendorong mereka untuk meminta para peneliti melakukan misi penyelaman untuk mencari hanggar tersebut.


Para peneliti menganggap misi tersebut penuh pertaruhan. Pasalnya, mereka tidak dapat memastikan di mana hanggar tersebut berada jika sudah terpisah dari badan kapal.

"Jika kami salah menebak, kami dapat menghabiskan seluruh waktu penyelaman hanya melihat dasar laut yang hampa," ujar kepala operasi penyelaman, Terry Kerby.

Tak disangka, ternyata perkiraan mereka tepat. "Kami menebak dengan benar dan hal paling pertama yang kami lihat dari kegelapan adalah pintu hanggar yang sangat besar. Lalu menara komando sangat jelas terlihat, terbentang di sisi dengan tiga periskop menempel tanpa lekukan," tutur Kerby.

Kapal I-400 dan dua kapal saudaranya adalah kapal selam terbesar yang pernah dibuat sebelum era nuklir.

Pertama kali dibangun sebagai senjata untuk menyerang wilayah Amerika Serikat dan dapat mencapai semua titik di bumi tanpa mengisi ulang bahan bakar, kapal ini dipersenjatai dengan tiga sayap lipat dan dapat membawa 816 kilogram bom.

Namun, kapal tersebut tidak pernah digunakan untuk menggempur wilayah kekuasaan AS dan hanya dipakai untuk beberapa operasi kecil sebelum Jepang akhirnya menyerah pada sekutu pada 1945. I-400 ini adalah satu dari lima kapal selam Jepang yang ditangkap oleh Angkatan Laut AS dan dikirim ke Hawaii untuk pemeriksaan pasca perang.

Ketika AS dan Soviet berseteru setelah perang, Angkatan Laut mengaramkan kapal tersebut agar musuh tidak dapat mempelajari teknologi mutakhirnya.

Empat dari lima kapal tersebut kini telah ditemukan.

"Perairan Hawaii adalah sebuah museum dari masa lalu maritim kita. Sebagai badan ilmu perairan Amerika, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan rekan seperti (Laboratorium Penelitian Bawah Laut Hawaii) dan NHK untuk belajar lebih banyak dan untuk berbagi lebih banyak apa yang tersembunyi di balik ombak," kata Kepala Program Sejarah Maritim NOAA, James Delgado. (stu)