Menurut keterangan dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir, negara Timur Tengah siap berkomitmen dalam membantu masalah imigran.
"Ketika Bu Menteri (Retno Marsudi) mengadakan kunjungan ke negara Timur Tengah, Indonesia mendapatkan penghargaan berupa pujian-pujian dari negara Timur Tengah atas tindakan Indonesia terhadap imigran, dan mereka berkomitmen untuk membantu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, pada Kamis (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Bantu Rohingya, Qatar Janji Berikan Rp658 Miliar untuk RI)
Pemerintah Indonesia bersedia menampung para imigran selama satu tahun, yang akan terhitung sejak dicapainya kesepakatan antara Indonesia, Malaysia dan sejumlah lembaga internasional terkait rencana ke depan untuk mengatasi masalah ini.
"Negara-negara timur tengah menunggu work plan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia untuk setahun kedepan. Jadi nanti kalau sudah selesai baru ketahuan kita membutuhkan dana berapa selama setahun dan mereka baru akan bantu," kata Andy Rachmianto, Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata, Kemenlu RI.
Selain negara Timur Tengah, kucuran dana juga dijanjikan oleh Amerika Serikat dan Australia untuk membantu masalah imigran di Indonesia. Amerika Serikat memberikan dana sebesar US$3 juta, Rp39,6 miliar. Sementara, Australia memberikan dana sebesar US$5 juta, atau sekitar Rp66 miliar.
Menurut catatan UNHCR, saat ini ada 1.974 pengungsi asal Rohingya dan Bangladesh yang ditampung di Aceh. Mereka diselamatkan nelayan Aceh dari kapal nelayan yang terkatung di lautan selama berbulan-bulan, dalam keadaan dehidrasi dan kelaparan. (ama/stu)