Diberitakan Reuters yang mengutip pernyataan Pentagon, Senin (22/6), gaji yang diterima para pejuang Suriah berkisar antara US$250 (Rp3,3 juta) hingga US$400 (Rp5,3 juta) per bulan, tergantung kemampuan, performa dan pangkat mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 6.000 warga Suriah yang tergabung dalam kelompok militan moderat mendaftar sukarela untuk ikut dalam pelatihan melawan ISIS. Namun pelatihan tersendat pekan lalu saat AS menemui kesulitan mengeluarkan para peserta latihan dari Suriah.
Juru bicara Gugus Tugas Gabungan Antarlembaga Suriah, Kapten AL Scott Rye, mengatakan sebuah tim sukarelawan mundur dari pelatihan secara serempak sekitar 10 hari lalu.
Alasan mereka mundur, menurut Rye, "mulai dari tidak punya kartu identitas, di bawah umur, hingga tidak sehat berlatih". Rye membantah mereka mundur karena menolak menandatangani kontrak untuk melawan pemerintah Bashar al-Assad.
Saat ini menurut Rye ada lebih dari 1.000 sukarelawan yang telah menandatangani keikutsertaan dalam program latihan tersebut.
Dia mengatakan, dalam program yang bertujuan untuk melawan ISIS itu satu-satunya dokumen yang ditandatangani peserta adalah komitmen untuk menghargai HAM dan penegakan hukum. (den/stu)