ISIS Ikat dan Gantung Dua Remaja yang Batal Puasa
Denny Armandhanu | CNN Indonesia
Selasa, 23 Jun 2015 15:19 WIB
Mayadeen, CNN Indonesia -- Kelompok militan ISIS mengikat dan menggantung dua remaja di Suriah karena batal puasa di siang hari.
Menurut laporan lembaga Syrian Observatory of Human Rights yang dikutip The Guardian, insiden ini terjadi di Kota Mayadeen, provinsi Deir Ezzor, pada Senin (22/6).
Kedua pemuda di bawah usia 18 tahun itu diikat pergelangan tangannya dan digantung di sebuah tiang dari siang hingga malam hari. Mereka kedapatan makan pada siang hari di bulan Ramadan.
"Remaja itu digantung dengan tali dari siang, dan mereka masih ada di sana hingga malam hari," kata kepala Observatory Rami Abdel Rahman.
Keduanya digantung dekat markas Hisbah atau polisi Syariah. Di tubuh mereka tertempel poster bertuliskan: "Mereka membatalkan puasa tanpa alasan yang diperbolehkan agama."
ISIS yang mendeklarasikan kekhalifahan tahun lalu dan menguasai sebagian Suriah dan sepertiga wilayah Irak. Mereka menerapkan hukum Syariah yang ketat di wilayah-wilayah kekuasaan. (stu)
Menurut laporan lembaga Syrian Observatory of Human Rights yang dikutip The Guardian, insiden ini terjadi di Kota Mayadeen, provinsi Deir Ezzor, pada Senin (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keduanya digantung dekat markas Hisbah atau polisi Syariah. Di tubuh mereka tertempel poster bertuliskan: "Mereka membatalkan puasa tanpa alasan yang diperbolehkan agama."
ISIS yang mendeklarasikan kekhalifahan tahun lalu dan menguasai sebagian Suriah dan sepertiga wilayah Irak. Mereka menerapkan hukum Syariah yang ketat di wilayah-wilayah kekuasaan. (stu)