Pendiri WikiLeaks Minta Suaka ke Perancis

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2015 18:31 WIB
Setelah merilis bocoran soal tindakan spionase yang dilakukan oleh AS terhadap presiden dan menteri Perancis, Assange meminta suaka ke negara itu. Assange tinggal di Kedutaan Ekuador di London sejak 2012 karena takut diekstradisi ke AS di mana ia bisa terancam hukuman mati. (Getty Images/Dan Kitwood)
Jakarta, CNN Indonesia -- Julian Assange, pendiri WikiLeaks yang dikenai tuduhan pelecehan seksual dan saat ini berlindung di Kedutaan Ekuador di London, Inggris, meminta suaka kepada Perancis. Permohonan ini langsung ditolak oleh Presiden Perancis Francois Hollande.

"Perancis telah menerima surat dari Assange. Sebuah kajian mendalam menunjukkan bahwa dalam pandangan elemen hukum dan material terhadap situasi Assange, Perancis tidak dapat mengabulkan permintaannya,” bunyi pernyataan dari kantor Hollande pada Jumat (3/7), dikutip dari Reuters.

Permohonan suaka Assange diterbitkan oleh koran Perancis Le Monde pada Jumat, tepat di hari ulang tahun Assange.


Assange, yang berkewarganegaraan Australia, telah berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London sejak 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, lalu ke Amerika Serikat.

Akhir bulan ini, jaksa Swedia dijadwalkan akan mewawancarai Assange di London, setelah sebelumnya permohonan Assange untuk melangsungkan wawancara di London ditolak.

Assange membuat permohonan ke Perancis setelah WikiLeaks menerbitkan bocoran mengejutkan tentang program mata-mata NSA Amerika Serikat yang menyadap tiga presiden Perancis, begitu pula para menteri, sekaligus transaksi bisnis di Perancis sejak tahun 2006 sampai dengan 2012.

Surat panjang dari Assange yang diberi judul "Mr Hollande, Sambut Saya di Perancis" ini, dimulai dengan Assange memperkenalkan dirinya sebagai "Julian Paul Assange, lahir pada 3 Juli, 1971 di Townsville.”

Kemudian dia mulai menulis rincian tentang cerita hidupnya dan mengemukakan bahaya yang sedang mengelilinginya.

"Saya adalah seorang jurnalis yang terancam mati dan dikejar oleh otoritas Amerika Serikat karena aktivitas profesional saya," tulisnya.

Di dalam surat ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah secara resmi didakwa atas pelanggaran atau kejahatan biasa dimanapun, termasuk di Swedia dan Inggris.

Assange mengatakan ia terdorong untuk pergi ke Perancis oleh kemarahan politik di sana karena isu spionase AS, disusul langkah anggota parlemen Perancis untuk memperkenalkan undang-undang untuk melindungi whistleblower.

Skandal spionase yang dilakukan AS membuat banyak politisi Perancis meminta Hollande memberikan suaka pada Assange.

Assange mengatakan kepada Hollande bahwa konstitusi Perancis mewajibkan negara "untuk melindungi orang-orang yang berjuang demi kebebasan dan yang hidupnya terancam".

"Dengan menyambut saya, hal itu akan menjadi sebuah isyarat kemanusiaan bagi Perancis," tutur Assange.

Sebelumnya, dia mengatakan bahwa ia tak mau meninggalkan kedutaan Ekuador di London karena takut akan diekstradisi ke AS. Di AS, investigasi soal rilis yang dimuat di Wikileaks pada 2010 terkait dokumen rahasia militer AS pada perang di Afghanistan dan Irak serta 250 ribu pesan rahasia antara AS dengan negara lainnya, sedang berlangsung.

Pada Agustus 2010, jaksa penuntut Swedia mengeluarkan perintah penahanan terhadap Assange atas tuduhan penyerangan seksual kepada dua orang sukarelawan WikiLeaks.

Juni 2012, ia melarikan diri ke Kedutaan Ekuador di London untuk mencari suaka, dan tinggal di sana sejak saat itu. (stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK