Diberitakan Reuters, Selasa (23/6), laporan penyadapan ini pertama kali disampaikan oleh harian Perancis Liberation dan situs berita Mediapart. Disebutkan, NSA telah memata-matai tiga presiden Perancis itu dari 2006 hingga Mei 2012, saat Hollande terpilih menggantikan Sarkozy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Termasuk dalam dokumen WikiLeaks, sadapan percakapan antara pemimpin Perancis dengan beberapa pejabat dan diplomat asing soal masalah-masalah penting. Salah satunya membahas soal krisis utang Yunani dan hubungan pemerintahan Holande dan Angela Merkel di Jerman.
WikiLeaks mengatakan, bocoran kali ini lebih mendalam jika dibandingkan dokumen yang dibeberkan Edward Snowden soal penyadapan ponsel Merkel.
[Gambas:Twitter]
"Bocoran soal Jerman fokus pada penyadapan terhadap pejabat senior negara oleh intelijen AS, sementara yang dipublikasikan WikiLeaks hari ini menghadirkan pandangan mendalam soal aksi mata-mata AS terhadap para sekutunya," ujar WikiLeaks.
Belum ada komentar dari pemerintah Perancis terkait bocoran kali ini.
WikiLeaks mengatakan bahwa mereka akan segera merilis bocoran yang lebih penting dalam waktu dekat. Sebelumnya pekan lalu, WikiLeaks merilis lebih dari 60 ribu kabel diplomat Arab Saudi. (den)