Enam Rekening Terkait Tuduhan Korupsi PM Malaysia Dibekukan

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2015 18:50 WIB
Enam Rekening Terkait Tuduhan Korupsi PM Malaysia Dibekukan Enam rekening yang terkait dengan lembaga investasi 1MDB dibekukan selama proses penyelidikan yang menyeret nama PM Najib Razak masih berlangsung. (Reuters/Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satgas khusus yang dibentuk pemerintah Malaysia untuk menyelidiki kasus korupsi di tubuh lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad, atau 1MDB, membekukan enam rekening yang diduga terkait dalam skandal tersebut, pada Selasa (7/7).

Pekan lalu, Wall Street Journal melaporkan bahwa dokumen hasil penyelidikan terhadap 1MDB menemukan adanya aliran dana sebesar US$700 juta, atau sekitar Rp9,3 triliun dari badan investasi tersebut ke rekening pribadi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

(Baca juga: Hampir Rp9,3 T Dana 1MDB Mengalir ke Rekening PM Malaysia)


Aliran dana ini dikonfirmasi oleh Jaksa Agung Tan Sri Abdul Gani Patail namun Najib segera membantah tuduhan korupsi terhadapnya, dan berencana menuntut Wall Street Journal.

Dalam pernyataan bersama, satgas khusus yang terdiri dari Jaksa Agung, Bank Negara, Kepolisian Diraja Malaysia dan Komisi Anti-Korupsi Malaysia itu memerintahkan pembekuan terhadap enam rekening yang terkait dalam skandal itu. Meski demikian, satgas tersebut tidak merinci pemilik rekening yang dibekukan.

Satgas ini juga menyita dokumen dari 17 rekening di dua bank untuk membantu penyelidikan. Selain itu, dokumen bank yang tidak patuh terhadap peraturan Bank Negara juga disita.

Najib kini menghadapi tekanan untuk cuti dari pemerintahan sembari menunggu hasil investigasi. Tekanan datang utamanya dari anggota parlemen oposisi dan kelompok masyarakat sipil, yang mengadakan pertemuan darurat pada Selasa di Kuala Lumpur.

Beberapa Anggota oposisi parlemen memperdebatkan tuduhan korupsi terhadap Najib. Pendukung Partai Aksi Demokrat, Lim Kit Siang menyerukan Komisi Penyelidikan Kerajaan segera memberikan penjelasan tentang masalah ini, sementara tokoh oposisi Lim Guan Eng menuntut 1MDB dan aset Najib segera dibekukan.

Desakan juga datang dari para mahasiswa Universitas Islam Internasional Malaysia agar Wakil Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menggantikan posisi Najib sementara penyelidikan masih dilakukan.

Sementara Najib menyebut laporan yang pertama kali dipublikasikan oleh Wall Street Journal itu sebagai "sabotase politik."

Lembaga 1MDB tengah menghadapi badai kritik atas utang sebesar US$11,6 miliar. Berbagai tudingan soal salah urus keuangan juga ramai diberitakan terkait 1MDB. 

Tak ayal, Najib, yang menjabat sebagai salah satu dewan penasehat lembaga ini, juga menerima kritikan, utamanya dari tokoh senior yang mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.  (ama/stu)