Perundingan Damai Afghanistan-Taliban Dimulai di Pakistan

Denny Armandhanu/Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2015 15:04 WIB
Perundingan Damai Afghanistan-Taliban Dimulai di Pakistan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan perundingan damai akan memakan waktu lama. (Reuters/Stringer)
Islamabad, CNN Indonesia -- Perwakilan pemerintah Afghanistan dan kelompok militan Taliban melakukan pembicaraan langkah-langkah perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada Rabu (8/7).

Diberitakan Reuters, pertemuan ini akan menjadi langkah pertama dalam negosiasi damai untuk menghentikan perang selama 13 tahun. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Qazi Khalilullah mengatakan, turut menghadiri pertemuan tersebut adalah delegasi dari Amerika Serikat dan China.

Pakistan menjadi penyelenggara pertemuan itu sebagai "bagian dari komitmen proses perdamaian dan rekonsiliasi yang dipimpin Afghanistan.


Perdana Menteri Nawaz Sharif mengatakan pertemuan itu adalah terobosan. Dia juga menegaskan bahwa "proses ini harus sukses."

Sharif yang tengah dalam kunjungan negara ke Norwegia memperingatkan bahwa proses ini akan sulit, panjang dan berliku. Dia mengatakan, negara tetangga dan komunitas internasional harug memastikan "tidak ada yang mencoba merusak proses ini," ujar Sharif.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa AS mendukung pembicaraan itu, menyebutnya sebagai "langkah penting terhadap peluang perdamaian yang kredibel."

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mendorong proses perdamaian dan hubungan yang baik dengan Pakistan untuk mencapai impian tersebut.

Namun banyak warga Afghanistan yang khawatir dan menyalahkan Pakistan karena telah membantu Taliban berkuasa pada pertengahan 1990-an serta mendukung para militan setelah penggulingan pemimpin.

Sebelumnya Ghanis telah memperingatkan bahwa proses perdamaian akan memakan waktu bertahun-tahun. Sebelumnya, sejarah menunjukkan, kekerasan akan meningkat seiring berlangsungnya pembicaraan dua pihak.

Ini adalah pertemuan pertama yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah Afghanistan. Sebelumnya pertemuan dengan Taliban telah dilakukan beberapa kali dengan pejabat pemerintah.

Masih ada sekitar 9.800 tentara AS di Afganistan, turun dari puncaknya yang mencapai 100 ribu orang pada 2001. (den)