Setelah kesepakatan nuklir Iran dengan enam negara adidaya terjadi pada Selasa (14/7), salah satu orang yang merasa lega tentu saja Helmi. Karena atas kesepakatan tersebut, Helmi bisa kembali mengimpor karpet-karpet Persia nan cantik dari Iran ke AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karpet-karpet yang dijual Helmi berharga mulai dari US$5.000 dan yang paling mahal sekitar US$200.000. Harga tersebut, diakui Helmi, sempat menjulang saat sanksi perdagangan dijatuhkan kepada Iran, karena semakin ketersediaan karpet semakin jarang.
Bagi Arash Yaraghi, bisnis penjualan karpet memang menjadi warisan turun temurun dari keluarganya. Bersama saudara laki-lakinya, bos dari toko karpet dan furnitur Safavieh ini sudah menjual perbotan khas Persia sejak 1978.
Saat Iran mendapat sanksi perdagangan, karpet-karpet yang dijual di toko Yaraghi berasal dari India, China dan Pakistan. Dikatakan Yaraghi, harga karpet-karpet tersebut memang lebih murah dari karpet Persia, tapi kualitasnya tidak terlalu bagus.
Setelah sanksi Iran dicabut, Yaraghi berharap dapat segera mengimpor karpet-karpet Persia untuk pelanggannya di AS.
"Saya sudah tidak sabar. Sudah lama kami tidak menjual karpet Persia yang kualitasnya tidak terbantahkan," ujar Yaraghi.
Ekspor karpet Persia mencapai nilai US$635 juta pada 2005, seperti yang dikutip dari data perusahaan Iran Carpet Company. Itu belum termasuk ekspor karpet Persia dari toko-toko di luar Iran. (ard/ard)