Diberitakan CNN yang mengutip kantor berita Korut KCNA mengatakan bahwa situasi yang dialami Iran dan Korut berbeda. Korut, kata dia, adalah "negara pemilik senjata nuklir, sesuai dengan nama dan kenyataan" berbeda dengan Iran yang membantah mengembangkan bom atom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nuklir bukanlah mainan yang bisa diletakkan di meja perundingan, karena sangat penting untuk melindungi kedaulatan dan hak-hak vital kami dari ancaman nuklir Amerika dan kebijakan merugikan mereka yang telah berlangsung lebih dari setengah abad," ujar juru bicara Korut lagi.
Perundingan antara Iran dan Barat telah menghasilkan kesepakatan. Iran akan mengurangi fasilitas nuklir mereka sementara Barat berjanji menghapuskan sanksi dan embargo. Sebelumnya Iran telah membantah nuklir mereka akan dibuat senjata.
Program nuklir Korut jauh lebih maju dibanding Iran. Pemerintah Pyongyang telah melakukan tiga kali pengujian senjata nuklir di bawah tanah dan para ahli meyakini Korut telah memiliki senjata nuklir dalam bentuk tertentu.
Salah satu juru runding AS untuk nuklir Iran, Wendy Sherman, pekan lalu berharap kesepakatan yang sama bisa dilakukan untuk Korut. Menurut dia, dengan perundingan Korut bisa keluar dari isolasi dan sanksi serta menjadi bagian dari komunitas dunia dengan damai.
Perundingan program nuklir Korut mandek pada tahun 2008. Rezim Kim Jong Un tetap melakukan pengembangan dan pengujian nuklir, membuat negara itu kian dihujani sanksi ekonomi.
AS memberikan syarat dilanjutkannya kembali perundingan itu, yaitu komitmen dari Korut untuk denuklirisasi.
"Sejauh ini, mereka sama sekali tidak memperlihatkan niat untuk melanjutkan proses itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby, pekan lalu. (den)