Dalam wawancara dengan CNN Indonesia, Horta memaparkan bahwa hubungan kedua negara mulai terjalin baik sejak dipimpin oleh mantan presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Hubungan keduanya terus membaik dalam kepemimpinan presiden selanjutnya hingga masa pemerintahan Jokowi saat ini.
"Tak lama setelah merdeka, Indonesia berbesar hati menerima negara yang memutuskan untuk memisahkan diri dari RI. Ini merupakan contoh kedewasaan. Tidak banyak negara yang dapat menunjukkan kedewasaan semacam ini," ujar Horta, ketika ditemui di Jakarta, Selasa (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ribuan polisi kami dilatih di Indonesia. Perusahaan Indonesia, seperti Telkomsel, Bank Mandiri, Garuda, Sriwijaya Airlines, sangat berkembang di negara kami, dengan penerbangan dari dan ke Indonesia ada setiap hari," tutur Horta.
Pentingnya negara tetangga
Horta menilai peran negara tetangga sangat penting dalam membantu menciptakan perdamaian regional. Timor Leste, menurut Horta, sangat beruntung memiliki sejumlah negara tetangga yang mampu menjalin kerja sama yang baik.
Horta mengenang bahwa berkat bantuan sejumlah negara tetanggalah Timor Leste dapat melalui konflik bersaudara berbau etnis di Timor Leste pada 2006-2007 lalu.
Horta, yang merupakan peraih penghargaan Nobel Perdamaian pada 1996 silam, memaparkan bahwa hubungan RI dan Timor Leste patut dijadikan contoh bagi negara lainnya di Asia Tenggara dan dunia.
"Sepertinya tidak ada dua negara yang memiliki hubungan harmonis seperi RI dan Timor Leste, mengingat sejarah keduanya," tutur Horta. (ama)