“Saya bagaikan manusia bubuk mesiu…hanya menunggu waktu untuk meledak,” bunyi faks yang dikirim oleh Bryce Williams, nama yang dipakai oleh Vester L. Flanagan, 41, ketika ia siaran di WDBJ7.
Dua wartawan WDBJ7, Alison Parker, 24, dan juru kamera Adam Ward, 27, tewas ia tembak saat sedang melakukan siaran langsung pada pukul 6.54 pagi waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini investigasi atas insiden nahas ini masih dilakukan pihak berwenang.
Menurut ABC di New York, faks sebanyak 23 halaman diterima mereka hampir dua jam setelah penembakan, dari seseorang bernama Bryce Williams.
Otoritas mengatakan faks yang dikirimkan ke ABC ini bisa jadi merupakan kunci untuk mencari tahu apa yang menyebabkan Flanagan melakukan penembakan.
"Banyak dari Anda mendapatkan banyak korespondensi, email yang dikirim keluar. Hal ini jelas bahwa ... pria ini terganggu dalam beberapa hal,” dan bahwa "di beberapa titik dalam hidupnya, beberapa hal jadi tak terkendali,” kata Sheriff Bill Overton dari Franklin County, dikutip dari CNN.
Dalam faks, menurut ABC, Flanagan juga mengatakan bahwa penembakan gereja Charleston di Carolina Selatan Juni lalu membuatnya marah. Ia juga mengaku megalami diskriminasi dan pelecehan seksual, namun klaim ini belum bisa dibuktikan.
Ia juga menyatakan kekaguman kepada pelaku penembakan di SMU Columbine—yang menewaskan 12 orang.
“Soal Dylann Roof? Kalian ingin perang rasial? Mari perang kulit putih!” tulis dokumen faks Flanagan. Dylann Roof adalah pelaku penembakan gereja warga kulit hitam Charleston. Ia menembak mati sembilan jemaat gereja pada Juni lalu. (Baca juga: Mudahnya Membeli Senjata Api di Amerika)
(stu)