Hasil penyelidikan ini telah ditunggu oleh sejumlah pemerintah negara terkait dan keluarga korban, dengan harapan dapat menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas insiden yang terjadi pada Juli tahun lalu, yang menewaskan 298 penumpang dan awak pesawat dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.
Dewan Keamanan Belanda menyebutkan bahwa sebelum hasil penyelidikan dirilis untuk publik, keluarga korban akan diberitahu terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia menampik tuduhan tersebut dan menuduh pesawat tempur Ukraina yang meluncurkan rudal tersebut. Sementara, Belanda menolak berspekulasi.
Belanda memimpin investigasi ini karena dua pertiga dari keseluruhan korban merupakan warga Belanda.
Rusia bulan lalu memveto upaya yang diajukan Belanda, Malaysia dan sejumlah negara lain yang terkena dampak kecelakaan untuk membentuk pengadilan internasional demi menemukan dan mengadili pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat jenis Boeing 777 itu.
Belanda dan Malaysia berupaya membentuk pengadilan internasional yang didukung PBB karena meyakini pengadilan ini membolehkan ekstradisi bagi pihak manapun yang bertanggung jawab atas insiden ini.
Meski Rusia memveto upaya tersebut, Belanda bersama sejumlah negara lain menyatakan akan mencoba mencari cara lain untuk mengupayakan pengadilan. (ama/ama)