Belanda Akan Rilis Hasil Penyidikan MH17 pada Oktober

Amanda Puspita Sari/Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2015 02:53 WIB
Belanda Akan Rilis Hasil Penyidikan MH17 pada Oktober Pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh di Ukraina timur pada Juli tahun lalu, menewaskan 298 penumpang dan awak pesawat dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. (Reuters/Maxim Zmeyev)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Keamanan Belanda pada Kamis (27/8) mengumumkan bahwa hasil akhir penyelidikan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina timur tahun lalu akan dipublikasikan pada 13 Oktober mendatang.

Hasil penyelidikan ini telah ditunggu oleh sejumlah pemerintah negara terkait dan keluarga korban, dengan harapan dapat menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas insiden yang terjadi pada Juli tahun lalu, yang menewaskan 298 penumpang dan awak pesawat dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.

Dewan Keamanan Belanda menyebutkan bahwa sebelum hasil penyelidikan dirilis untuk publik, keluarga korban akan diberitahu terlebih dahulu.


Dalam laporan awal tahun lalu, Dewan Keamanan Belanda menyatakan kecelakaan ini disebabkan adanya "benda dengan energi tinggi" yang menabrak pesawat. Negara-negara Barat meyakini pesawat nahas tersebut jatuh tertembak akibat rudal anti pesawat yang diluncurkan kelompok separatis yang didukung Rusia.

Rusia menampik tuduhan tersebut dan menuduh pesawat tempur Ukraina yang meluncurkan rudal tersebut. Sementara, Belanda menolak berspekulasi.

Penyelidikan yang dipimpin oleh Belanda berfokus pada keadaan teknis saat kecelakaan terjadi, dan bukan mencari pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Meski demikian, rincian soal kecelakaan ini mungkin saja dapat memberikan petunjuk soal pelaku penembakan rudal.

Belanda memimpin investigasi ini karena dua pertiga dari keseluruhan korban merupakan warga Belanda.

Rusia bulan lalu memveto upaya yang diajukan Belanda, Malaysia dan sejumlah negara lain yang terkena dampak kecelakaan untuk membentuk pengadilan internasional demi menemukan dan mengadili pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat jenis Boeing 777 itu.

Belanda dan Malaysia berupaya membentuk pengadilan internasional yang didukung PBB karena meyakini pengadilan ini membolehkan ekstradisi bagi pihak manapun yang bertanggung jawab atas insiden ini.

Meski Rusia memveto upaya tersebut, Belanda bersama sejumlah negara lain menyatakan akan mencoba mencari cara lain untuk mengupayakan pengadilan. (ama/ama)