Dituntut Mundur, PM Najib Sebut Massa Dangkal dan Miskin

Deddy S, CNN Indonesia | Sabtu, 29/08/2015 23:22 WIB
Dituntut Mundur, PM Najib Sebut Massa Dangkal dan Miskin Perdana Menteri Malaysia Perdana Menteri Dato Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak. (CNN Indonesia/Reuters/Olivia Harris)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia -- Dituntut mundur oleh ribuan pengunjuk rasa yang termasuk dalam kelompok Bersih di Kuala Lumpur, Malaysia, Perdana Menteri Dato Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak, mempertanyakan patriotisme mereka. Menurutnya, meski berbeda ideologi politiknya, para pengunjuk rasa mestinya melintasi jalur gemilang sebagai penghargaan pada pejuang kemerdekaan Malaysia.

“Kita ingin merayakan kemerdekaan, ada beberapa orang yang ingin berunjuk rasa di tempat bersejarah Merdeka Square,” kata PM Najib, seperti dikutip The Star. “Tidakkah mereka mengerti, apakah mereka sedangkal dan semiskin itu dalam hal patriotisme dan kecintaan kepada Ibu Pertiwi?”

Hal itu disampaikan PM Najib dalam sebuah pertemuan partai UMNO di Jerantut. Acara itu jga dihadiri Menteri Besar Pahang, yang juga merupakan Ketua UMNO di negara bagian tersebut, dan Kepala Divisi Jerantut, Ahmad Nazlan Idris.


Pertemuan itu dihadiri sekitar 5.000 orang. Kepada mereka, PM Najib mengatakan unjuk rasa itu dimaksudkan untuk mendiskreditkan image Malaysia di mata internasional. “Mereka yang memakai atribut kuning ini, siapa mereka?”

Melawan Lewat Hukum

Kalau ada ribuan orang yang turun ke jalan menuntut PM Najib turun dari jabatannya. Perempuan yang satu ini memilih cara hukum. Anggota Partai UMNO dari Langkawi, Anina Saauddin, memilih menggugat PM Najib ke pengadilan.

Tak hanya Najib yang digugatnya. Anina juga menggugat Sekretaris Eksekutif UMNO Abdul Rauf Yusof dalam gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Anina Saauddin mengatakan, tindakannya adalah mewakili tiga juta anggota partai UMNO dan rakyat Malaysia. “Jelas, saya tidak sendirian,” katanya, kepada pers di Duta Court Complex.

Sebelumnya Anina sudah melontarkan kritik pedas terhadap PM Najib, yang disebutnya telah menipu jutaan anggota partai. Gugatan ke pengadilan, menurut dia, terpaksa dipilih setelah upaya lain tak bisa dilakukan.

Dia mengatakan, rencana untuk menggugat sudah dibicarakan dalam sebuah rapat kelompok perempuan di UMNO Langkawi pada 8 Agustus lalu. Dia juga sudah melayangkan komplain kepada dewan disiplin UMNO.

PM Najib sendiri sebelumnya dituding telah menerima aliran duit sebesar US$ 650 juta yang masuk ke rekening pribadinya. Pengiriman uang terjadi pada 30 Agustus 2013, pada hari yang sama Najib menutup rekening tersebut, begitu kata situs whistleblower, Sarawak Report. (ded/ded)