Dalam dokumen yang diserahkan pada Senin (31/8) tersebut, kementerian meminta kenaikan anggaran sebesar 2,2 persen menjadi 5,09 triliun Yen atau setara sekitar Rp589,6 triliun mulai awal pembukuan pada April depan. Jika disetujui, anggaran pertahanan Jepang ini merupakan yang tertinggi selama 14 tahun belakangan.
Dana tersebut akan digunakan untuk membeli kapal amfibi AAV7 rakitan BAE Systems, pesawat F-35 Stealth dari Lockheed Martin Corp, dan pesawat baling-baling rakitan Boeing Co.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir Reuters, anggaran militer terbesar tahun ini masih dipegang oleh Amerika Serikat, disusul China dengan peningkatan 10,2 persen menjadi 886,9 triliun Yuan.
Sejak kekuatan militer China berkembang pesat, Jepang mulai mengintensifkan pertahanan di perbatasan utara dari ancaman Rusia dengan menurunkan tank dan senjata berat serta pasukan ke sekitar Laut China Selatan dan Pasifik Barat.
Dengan menguatkan kehadiran militernya di sepanjang pulau melalui stasiun radar, basis tentara atau baterai rudal Jepang akan lebih memenangkan keuntungan taktis dari China. Pasalnya, China memiliki pulau yang jauh lebih sedikit di wilayahnya sehingga harus menerjunkan lebih banyak kapal angkatan laut dan kendaraan perang laut lainnya.
Pulau sengketa tak berpenghuni di Laut China Selatan ini disebut Senkaku oleh orang Tokyo, sementara warga Beijing menyebutnya Diaoyu. (ama/ama)