WNI yang Ditahan Sebelum Aksi Bersih Tak Terlibat Demo

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2015 17:47 WIB
Seorang WNI dibekuk polisi Malaysia, Jumat (28/8), sehari sebelum aksi Bersih. Namun, Wadubes RI untuk Malaysia, Hermono, memastikan WNI tak terlibat demo. Ilustrasi penjara. (Thinkstock/Gianluca68)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang warga negara Indonesia, Yogie Kuswandie, dibekuk Kepolisian Di Raja Malaysia di Kampung Baru Ampang, Malaysia, pada Jumat (28/8), tepat sehari sebelum aksi Bersih yang menuntut pengunduran diri Najib Razak dari kursi Perdana Menteri bergulir.

Namun, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono, memastikan bahwa Yogie ditahan karena alasan keimigrasian dan sama sekali tak terlibat aksi Bersih.

"Ya, memang ditangkap, tapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan demo. Dia ditangkap saat mau menonton acara konser punk karena masalah keimigrasian saat pengecekan paspor di sana," ujar Hermono kepada CNN Indonesia, Selasa (1/9).


Menurut Hermono, bukan hanya Yogie yang ditangkap. Ada 113 warga negara lain, seperti Filipina, yang ikut diciduk. "Ada beberapa. Saya juga kurang jelas. Ada warga Filipina juga," kata Hermono.

Yogie dan beberapa orang lain lantas dibawa ke Balai Polis Ampang Jaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pihak KBRI Kuala Lumpur pun langsung mengirimkan perwakilan staff dan pengacara untuk mendampingi Yogie.

"Paspornya sedang diperiksa oleh Imigrasi Malaysia untuk diperiksa kebenaran cap visa masuk Malaysia. Jika tidak ada pelanggaran, yang bersangkutan akan segera dilepaskan," kata Hermono.

Namun, jika terbukti terdapat pelanggaran, kata Hermono, polisi memiliki waktu maksimal 14 hari untuk mengajukan kasus ke pengadilan.

"Satgas juga telah menghubungi keluarga di Indonesia untuk memberi tahu kondisi detail yang bersangkutan," tutur Hermono.

Aksi Bersih yang dilancarkan sejak Sabtu (29/8) lalu memang sedang menjadi perhatian. Sekitar 20-25 ribu orang turun ke jalanan di Kuala Lumpur dan beberapa kota lain di Malaysia, menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Di ibu kota demonstrasi berjalan aman, tak ada insiden atau penangkapan terhadap satupun warga. Namun, tidak demikian dengan lokasi di luar Kuala Lumpur.

Sebanyak 11 orang di Kedah sempat ditangkap lantaran berbaju Bersih. Begitu pula di Malaka, 12 orang sempat digiring ke kantor polisi.

Najib menghadapi menghadapi serangan sejak kisruh 1MDB atau 1Malaysia Development Berhad, lembaga investasi Malaysia, yang terlilit utang. Harian Wall Street Journal pernah melaporkan bahwa dana sebesar US$700 juta dari 1MDB mengalir ke rekening pribadinya pada 2013 selama masa kampanye pemilu di Malaysia. Najib menyangkal tuduhan ini, dan penyelidikan kemudian menetapkan bahwa uang yang mengalir ke rekening Najib berasal dari para donor.

Saat ini berdasarkan Pantauan CNN Indonesia di Kuala Lumpur, kehidupan warga kembali normal. Aktivitas tak ada yang terganggu lantaran demo besar yang terjadi pada hari sebelumnya. (stu/stu)