Dilaporkan harian Malaysia, The Sun, MAB telah menjalani audit selama berbulan-bulan, termasuk uji kelayakan operasi maskapai, perawatan pesawat, serta kesesuaian peraturan, untuk mendapatkan setifikat tersebut.
Restrukturisasi ini merupakan bagian dari anggaran negara Khazanah Nasional Malaysia yang mencapai US$1,6 miliar, atau sekitar Rp22,1 triliun, untuk merestrukturisasi MAS agar kembali agar meraih keuntungan dalam waktu tiga tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maskapai baru ini menjanjikan pesawat yang lebih baru, pemangkasan sejumlah rute, dan struktur manajemen yang lebih ramping, menyebabkan ribuan karyawan terpaksa diberhentikan atau ditawarkan pekerjaan baru.
Meski demikian, selain perubahan nama, tidak ada perubahan yang signifikan.
"Semuanya akan seperti biasa. Tidak ada perubahan yang drastis kecuali tempat kerja. Kami akan pindah kantor dari Subang ke kantor baru kami di Sepang," kata Kathleen Leong, Senior Manajer Penjualan Regional MAB.
"AOC adalah bukti kerja keras semua staf kami di Malaysia Airlines untuk memenuhi semua persyaratan dan spesifikasi yang diperlukan," kata CEO MAB, Christoph Mueller dalam sebuah pernyataan.
"Kami sangat gembira dan fokus agar MAB dapat lepas landas pada September," kata Mueller melanjutkan.
Malaysia Airlines menyatakan "perubahan dalam perusahaan tidak akan mempengaruhi operasi harian MAB."
"Kami telah bekerja keras untuk membuat transisi mulus dan kami bangga terus melayani Anda. Keselamatan akan terus menjadi prioritas nomor satu kami," bunyi pernyataan dari MAB, yang diterima Channel NewsAsia. (ama/stu)