Laporan dari Malaysia

Para Aktivis Bersih 4 Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Sandy Indra Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2015 06:03 WIB
Para Aktivis Bersih 4 Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara Demo Bersih 4 di Kuala Lumpur Malaysia Minggu (30/8). (detikfoto)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia --
Sebanyak tujuh orang aktivis penyelenggara unjuk rasa Bersih 4, hari ini akan diperiksa Kepolisian Di Raja Malaysia. Mereka terancam melanggar tiga aturan sekaligus disebabkan melakukan aktivitas yang dianggap mengancam kehidupan demokrasi berparlemen di negeri jiran.

Salah seorang aktivis penyelenggara unjuk rasa Bersih 4 yang diperiksa kepolisian, Adam Adli mengatakan kepada CNN Indonesia, ancaman hukuman maksimal yang dihadapinya adalah 15 tahun penjara. “Pemerintah tanggapi serius apa yang dilakukan rakyat Malaysia, akhir pekan lalu,” katanya, Rabu (2/9).

Proses investigasi yang akan dijalankan Kepolisian Malaysia rencananya berdasar kepada aturan soal unjuk rasa yang dianggap ilegal oleh pemerintah. Aturan itu termaktub dalam pasal 120, 124C, dan 141 hukum pidana Malaysia.


Ketujuh aktivis yang dipanggil polisi adalah Maria Chin sebagai Kepala Gerakan Bersih saat ini, Sarajun Huda, Masjaliza Hamzah, Farhana Halim, Fadiah Nadwa, Mandeep Singh dan Adam Adli.

“Saya heran dengan penerapan hukum itu, padahal, apa yang rakyat lakukan bersama Bersih justru mengukuhkan adanya demokrasi dalam berparlemen, unjuk rasa adalah salah satunya,” kata Adam.

Menurut Adam soal apa yang dituduhkan kepolisian kepada para aktivis sebenarnya bertentangan dengan hak konstitusi warga Malaysia. Hak yang melindungi rakyat untuk bisa berhimpun dan menyatakan pendapat.

Seperti diketahui, dua hari terakhir pada pekan lalu, ratusan ribu warga Malaysia turun ke jalanan Kuala Lumpur. Mereka menentang pemerintahan yang sedang berlaku saat ini di bawah pimpinan Perdana Menteri Najib Razak.

Najib menghadapi menghadapi serangan sejak terjadinya kisruh 1MDB atau 1Malaysia Development Berhad, lembaga investasi Malaysia, yang terlilit utang. Lantas harian Wall Street Journal melaporkan bahwa dana sebesar US$700 juta dari 1MDB mengalir ke rekening pribadinya pada 2013 selama masa kampanye pemilu di Malaysia. Najib menyangkal tuduhan ini, dan penyelidikan kemudian menetapkan bahwa uang yang mengalir ke rekening Najib berasal dari para donor.
(pit/pit)