Foto Bocah Suriah Tewas di Pantai Turki Sentakkan Dunia

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2015 08:55 WIB
Foto Bocah Suriah Tewas di Pantai Turki Sentakkan Dunia Foto memilukan yang memperlihatkan seorang bocah imigran Suriah tewas tenggelam dan terdampar di pantai Turki menjadi viral di media sosial. (Reuters/Nilufer Demir/DHA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Foto memilukan yang memperlihatkan seorang bocah imigran Suriah tewas tenggelam dan terdampar di pantai Turki menjadi viral di media sosial pada Rabu (2/9). Foto ini menjadi gambaran perjalanan penuh bahaya yang harus ditempuh para imigran demi terhindar dari konflik bersenjata di negara asal dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Eropa.

Dilaporkan Reuters, foto itu memperlihatkan seorang bocah dengan kaos merah dan celana pendek biru, tewas tergeletak dengan wajah bertelungkup mencium pasir tepat di pinggir pantai di kawasan resor kota Bodrum.

Foto lainnya memperlihatkan seorang petugas polisi berwajah muram tengah mengevakuasi jasad bocah yang diperkirakan belum mencapai usia lima tahun itu.


Media Turki mengidentifikasi sang bocah bernama Aylan Kurdi, 3, yang meninggal bersama kakaknya yang berusia 5 tahun di sebuah perahu ketika mencoba mencapai pulau Kos di Yunani.

Sejumlah media Turki melaporkan Kurdi dan kakaknya berasal dari kota Ayn al-Arab, sebelah utara Suriah yang dekat perbatasan Turki. Wilayah ini menjadi tempat pertempuran sengit antara kelompok militan ISIS dan pasukan Kurdi selama beberapa bulan lalu.

Foto yang memilukan tersebut seketika menjadi viral di media sosial. Foto ini dicuit kembali ribuan kali oleh para pengguna sosial Twitter dengan tagar "KiyiyaVuranInsanlik", yang berarti "kemanusiaan terdampar", dan menjadi trending topic selama Rabu (2/9).

Sementara, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Antonio Guterres pada Rabu (2/9) menyatakan kepada CNN bahwa foto tersebut mencabik hatinya.

"Para imigran dipaksa untuk menaiki kapal tak layak dengan membayar 4.000 atau 5.000 Europ dan mereka tewas dalam keadaan putus asa. ini tidak masuk akal," kata Guterres.

"Kita perlu memberikan respon yang sesuai untuk masalah (arus imigran) ini, dan menurut saya, diperlukan solidaritas seluruh Eropa untuk bisa menanganinya," katanya.

Pejabat senior angkatan laut Turki menyatakan terdapat dua perahu tersebut membawa total 23 imigran dan berangkat secara terpisah dari daerah Akyarlar di semenanjung Bodrum.

Jasad imigran lain, lima anak dan satu perempuan, ditemukan di wilayah sekitar dan kini sedang diidentifikasi pihak berwenang. Sebanyak tujuh imigran berhasil diselamatkan dan dua imigran lainnya berhasil mencapai pantai dengan jaket pelampung.

Dua imigran masih dinyatakan hilang, tetapi harapan mereka masih hidup semakin menipis.

Militer Turki menyatakan bahwa tim pencarian dan penyelamatan berhasil menyelamatkan ratusan imigran di tengah laut antara Turki dan pulau-pulau Yunani selama beberapa hari terakhir.

Puluhan ribu warga Suriah yang melarikan diri dari perang di negara asal terdampar di pantai Aegean, Turki selama musim panas ini dan mencoba menaiki perahu ke Yunani, pintu gerbang mereka menuju Uni Eropa.

Dewan Keamanan Nasional Turki menyuarakan keprihatinan atas kebijakan imigrasi dari negara-negara Eropa. "Sikap negara-negara Eropa terhadap aliran imigran menyedihkan. Masalah ini harus ditangani dalam perspektif hak asasi manusia," bunyi pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional Turki.

Pejabat setempat yang enggan disebut namanya menyatakan hampir 100 imigran berhasil diselamatkan oleh kapal Turki pada Rabu (2/9) ketika mereka mencoba mencapai pulau Kos.

Sejumlah lembaga bantuan memperkirakan bahwa selama bulan terakhir sekitar 2.000 imigran per hari menyeberang ke beberapa pulau di bagian timur Yunani dengan perahu karet. (ama/ama)