"Kami sangat memerhatikan aktivitas Tsai Ing-Wen di Jepang dan dengan tegas menentangnya. Kami meminta Jepang tunduk pada prinsip persatuan China dan janji kepada China soal isu Taiwan dan tidak memberikan ruang untuk alasan apapun bagi siapapun untuk menyebarkan kemerdekaan Taiwan," ujar Hong.
Pergerakan Tsai memang kerap membuat murka China. Tahun lalu, ia bahkan berkunjung ke Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, China tidak pernah mengakui kemerdekaan Taiwan. Mereka menganggap Taiwan sebagai pembangkang yang berada di bawah kekuasaannya.
Ketegangan antara China dan Taiwan semakin panas pada awal 2000-an.
Presiden pertama dari DPP, Chen Shui-bian, yang menjabat dari 2000 hingga 2008 juga kerap membuat Beijing geram. China menuding Chen mencoba mendorong kemerdekaan Taiwan.
Hubungan antara China dan Taiwan mulai erat setelah seorang tokoh Nasionalis, Ma Ying-jeou menjadi presiden pada 2008. Sejak saat itu, China dan Taiwan meneken beberapa peranjian perdagangan dan ekonomi.
Namun, Ma akan mundur dari jabatannya tahun depan karena keterbatasan masa kepemimpinan. Tsai merupakan tokoh yang dijagokan menang dalam pemilu Januari mendatang. (stu)