Erdogan Soal Tragedi Mina: Jangan Salahkan Arab Saudi

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Sabtu, 26/09/2015 11:13 WIB
Erdogan Soal Tragedi Mina: Jangan Salahkan Arab Saudi Menurut Erdogan tindakan Iran yang menyalahkan Arab Saudi dalam tragedi Mina tidak tepat, karena Saudi telah melakukan yang terbaik dalam penyelenggaraan haji. (Reuters/Francois Lenoir)
Istanbul, CNN Indonesia -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan tudingan terhadap Arab Saudi terkait tragedi di Mina tidak tepat. Menurut Erdogan, Saudi telah melakukan yang terbaik dalam menyelenggarakan ibadah haji.

Menurut kantor berita Turki Anadolu Agency, Jumat (25/9), pernyataan Erdogan ini disampaikan menyusul kecaman yang berdatangan dari Iran, menyalahkan Saudi atas tewasnya 717 orang dalam insiden desak-desakan di Mina.

"Tidak tepat jika menyalahkan Arab Saudi. Sebaliknya, saat saya melakukan haji dan umroh, saya melihat dari dekat tingkat kepekaan mereka dalam mengorganisir jemaah. Jadi saya tidak bisa mengatakan 'penyelenggaraannya yang salah'," kata Erdogan usai pertemuan dengan presiden Macedonia di Istanbul.


Selain 717 orang tewas, lebih dari 800 lainnya terluka dalam insiden Kamis pagi di Mina. Di antara yang tewas, tiga orang berasal dari Indonesia, sisanya dari Iran, Pakistan dan Kenya.

Iran yang merupakan rival Saudi secara ideologis dan politik di kawasan menuding pemerintahan Raja Salman tidak piawai dalam menyelenggarakan haji.

Ribuan warga Iran turun ke jalan di Teheran usai shalat Jumat kemarin untuk mengecam ketidakmampuan Saudi dalam mengurus jemaah haji.

Erdogan mengaku tidak setuju dengan pernyataan Iran.

"Mereka yang mengatakan (kritikan) tidak ikut menanggung beban. Peristiwa seperti ini terjadi di banyak acara di seluruh dunia. Mereka harus melihat 'gelas setengah isi' untuk situasi semacam ini. Saya kira menuduh Arab Saudi tidak tepat. Setiap negara pasti juga memiliki kekurangan," lanjut Erdogan.

Erdogan mengatakan bahwa Saudi telah melakukan yang terbaik dalam menyelenggarakan ibadah haji. Namun menurutnya, mengatur jutaan orang akan sangat sulit apalagi jika terjadi kepanikan.

Dia meyakini pemerintah Saudi akan terus meningkatkan kinerja mereka dan menjadi peristiwa ini sebagai pelajaran penting.

"Saya kira sikap agresif terhadap Arab Saudi tidak tepat," ujar Erdogan.

Proses penyelidikan masih terus dilakukan. Pemerintah Saudi sebelumnya mengatakan insiden itu terjadi akibat terhalangnya gerak jalan jemaah yang menuju jalan 204 di persimpangan dengan jalan 223 dan membludaknya jumlah jamaah yang menyebabkan saling dorong, berakibat jatuh dan terinjaknya para jemaah haji.

Selain itu, cuaca panas dan rasa lelah yang dialami jemaah usai sebelumnya melakukan rangkaian ibadah menjadi salah satu faktor pendorong insiden tersebut.

Tahun ini menurut catatan Saudi, dua juta orang dari seluruh dunia mengikuti prosesi haji.

Insiden Kamis kemarin terjadi selang dua pekan setelah tewasnya 107 jemaah saat crane ambruk di Masjidil Haram.